• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Nyeri Kaki Setelah Makan Daging Bisa Jadi Asam Urat

Nyeri Kaki Setelah Makan Daging Bisa Jadi Asam Urat

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Nyeri pada kaki bisa jadi gejala dari banyak penyakit. Jika terjadi setelah banyak makan daging, bisa jadi nyeri kaki itu adalah gejala asam urat. Terlebih jika kamu juga mengidap kolesterol tinggi dan hipertensi. Risiko untuk mengalami kekambuhan gejala asam urat akan lebih tinggi, terutama jika tidak memperhatikan asupan makanan. 

Perlu diketahui bahwa penyakit asam urat adalah kondisi ketika sendi mengalami peradangan. Biasanya, sendi yang terpengaruh adalah di bagian kaki, ditandai dengan rasa nyeri, perih, kaku, dan bengkak. Penyakit asam urat terjadi ketika zat asam urat menumpuk dalam darah. Lalu, mengapa makan daging bisa membuat terjadinya gejala asam urat?

Baca juga: Ini Batas Kadar Asam Urat yang Normal Bagi Pria

Alasan Makan Daging Bisa Sebabkan Asam Urat

Penyebab kambuhnya nyeri kaki akibat asam urat setelah makan daging adalah karena kadar purin dan kolesterol yang terkandung di dalamnya. Purin adalah zat yang terkandung dalam berbagai jenis makanan hewani dan nabati, yang di dalam tubuh diubah menjadi asam urat. Jika terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi purin seperti daging, tentu saja risiko penumpukan asam urat dalam tubuh akan meningkat. 

Daging yang dimaksud di sini adalah daging merah, ya. Sementara daging ayam atau kalkun cenderung lebih aman. Namun, bukan berarti pengidap asam urat tidak boleh sama sekali makan daging juga. Selama jumlahnya hanya sedikit, tidak digoreng, dan bagian lemaknya dibuang, mungkin masih aman bagi beberapa orang. 

Mengapa bagi beberapa orang? Tentunya karena kondisi kesehatan tiap orang berbeda-beda. Termasuk dalam hal tingkat keparahan penyakit asam urat yang diidap. Jika kamu mengidap asam urat dan beberapa penyakit yang bisa memperburuknya, seperti kolesterol tinggi dan hipertensi, tentu harus lebih hati-hati lagi dalam memilih jenis makanan. Agar lebih jelas, kamu bisa download aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter lebih lanjut. 

Baca juga: Waspadai Bahaya Asam Urat Jika Tidak Diobati

Makanan Lain yang Juga Bisa Sebabkan Asam urat

Sebenarnya, bukan hanya daging merah saja yang dapat menyebabkan kambuhnya gejala asam urat. Agar kadar asam urat dalam tubuh tetap terjaga, kamu perlu menjalankan gaya hidup sehat dan menghindari semua makanan pantangannya. Berikut beberapa makanan lain yang sebaiknya dihindari oleh pengidap asam urat:

1.Jeroan

Pengidap penyakit asam urat perlu menghindari konsumsi jeroan, seperti ati, ampela, usus, babat, ginjal, dan otak. Alasannya, karena jeroan punya kandungan purin yang sangat tinggi. 

2.Makanan Laut

Makanan laut seperti ikan teri, sarden, tongkol, tuna, dan kerang mengandung purin yang tinggi. Hal ini membuat makanan laut jadi salah satu jenis makanan yang perlu dihindari oleh pengidap penyakit asam urat.

Selain itu, sebaiknya pengidap penyakit asam urat juga menghindari konsumsi minuman beralkohol, terutama bir. Sebab, minuman beralkohol dapat meningkatkan produksi asam urat dalam tubuh dan menghambat pembuangan kadar asam urat berlebih. Terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol juga dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah, yang bisa memperburuk asam urat.  

Baca juga: 5 Fakta Mengenai Asam Urat

Itulah beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari pengidap asam urat. Selain memperhatikan konsumsi makanan, jangan lupa juga untuk berolahraga secara rutin, minimal 30 menit setiap harinya. Lalu, periksakan juga kadar asam urat dalam tubuh secara berkala, agar kamu bisa tahu kapan harus mulai lebih waspada. 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Understanding Gout – Basics.
Health. Diakses pada 2020. 8 Gout-Causing Foods.
Healthline. Diakses pada 2020. Gout Causes.