• Home
  • /
  • Nyeri Leher Bisa Jadi Tanda Dislipidemia

Nyeri Leher Bisa Jadi Tanda Dislipidemia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Nyeri Leher Bisa Jadi Tanda Dislipidemia

Halodoc, Jakarta – Dislipidemia adalah kondisi ketika kadar lipid pada darah terlalu tinggi atau rendah. Dislipidemia yang tidak diobati dapat mengakibatkan kondisi lain, termasuk penyakit arteri koroner dan penyakit arteri perifer.

Kedua penyakit ini dapat memicu komplikasi kesehatan yang lain, termasuk serangan jantung dan stroke. Gejalanya bisa dari nyeri leher, sakit dada dan tekanan di leher, rahang, bahu serta punggung. Termasuk juga gangguan pencernaan, mulas, muntah, pembengkakan di kaki, dan pergelangan. Informasi selengkapnya mengenai dislipidemia, bisa dibaca di bawah ini!

Penyebab Dislipidemia

Tadi sudah disinggung kalau dislipidemia terjadi ketika seseorang memiliki kadar lipid yang abnormal dalam darahnya. Dislipidemia menggambarkan berbagai kondisi, ini termasuk: 

Baca juga: Diet Lemak Diperlukan untuk Mengatasi Dislipidemia

  1. Peningkatan LDL atau kolesterol jahat.

  2. HDL atau kolesterol baik yang menurun.

  3. Kadar trigliserida yang tinggi.

  4. Kolesterol tinggi, yang mengacu pada kadar LDL dan trigliserida yang tinggi.

Lipid atau lemak adalah pembangun kehidupan dan memberikan energi pada sel. Lipid terdiri dari:

  1. Kolesterol LDL, yang dianggap buruk karena dapat menyebabkan terbentuknya plak di pembuluh darah.

  2. Kolesterol HDL, yang dianggap baik karena dapat membantu menghilangkan LDL dari darah.

  3. Trigliserida, yang berkembang ketika kalori tidak langsung terbakar dan disimpan dalam sel-sel lemak.

Kadar lipid darah yang sehat secara alami bervariasi dari orang ke orang. Namun, orang dengan kadar LDL dan trigliserida yang tinggi atau kadar HDL yang sangat rendah cenderung memiliki risiko lebih tinggi terkena aterosklerosis.

Aterosklerosis berkembang ketika timbunan lemak yang keras yang disebut plak menumpuk di pembuluh darah, sehingga membuat darah sulit mengalir. Seiring waktu, plak-plak ini dapat menumpuk dan menyebabkan masalah sirkulasi, seperti serangan jantung dan stroke.

Baca juga: Obesitas Bisa Sebabkan Dislipidemia

Ada faktor yang dapat menempatkan seseorang pada risiko dislipidemia. Beberapa faktor tersebut termasuk:

  1. Kegemukan.

  2. Gaya hidup yang tidak banyak bergerak.

  3. Kurangnya latihan fisik yang teratur.

  4. Konsumsi alkohol.

  5. Konsumsi tembakau.

  6. Penggunaan obat-obatan terlarang.

  7. Infeksi seksual menular.

  8. Diabetes tipe 2.

  9. Hipotiroidisme.

  10. Kondisi ginjal atau hati kronis.

  11. Memiliki masalah pada pencernaan.

  12. Pertambahan usia.

  13. Diet kaya lemak jenuh dan trans.

  14. Jenis kelamin perempuan, karena perempuan cenderung mengalami kadar LDL yang lebih tinggi setelah menopause.

Butuh informasi lebih lengkap mengenai dislipidemia, tanyakan saja langsung di HalodocDokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah

Orang dengan dislipidemia harus menghubungi dokter jika mereka mengalami gejala yang berkaitan dengan jantung atau sirkulasi, termasuk:

  1. Nyeri dada atau sesak.

  2. Pusing.

  3. Palpitasi jantung.

  4. Kelelahan.

  5. Pembengkakan pergelangan kaki dan tangan.

  6. Kesulitan bernapas.

  7. Keringat dingin.

  8. Mal dan mulas.

Orang yang mengalami dislipidemia berat, terutama mereka yang memiliki kondisi medis lain, mungkin perlu mengelola kadar lipid darah dengan obat-obatan, selain tentu saja melakukan perubahan gaya hidup.

Pun begitu, menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh The Active Times, selain gaya hidup tidak sehat, kolesterol tinggi juga bisa dikarenakan gen. Ada kondisi genetik yang dapat menyebabkan kelebihan produksi kolesterol atau ketidakmampuan untuk memecah kelebihan kolesterol. 

Referensi:

The Active Time. Diakses pada 2020. 10 Scary Effects of High Cholesterol on the Body.
Medical News Today. Diakses pada 2020. Dyslipidemia: Everything you need to know.