Jangan Sepelekan Nyeri Punggung pada Anak, Ini Penyebabnya

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
nyeri punggung pada anak

Halodoc, Jakarta - Sakit punggung enggak hanya dialami oleh orang tua saja, semakin banyak anak muda yang juga mengalami sakit punggung. Kondisi ini bisa saja terjadi akibat tas sekolah yang membawa beban berlebihan. Nyeri punggung yang dialami oleh orang tua tentu saja berbeda dengan nyeri punggung yang dialami oleh anak-anak. Jika anak ibu mengeluhkan rasa sakit pada punggungnya, jangan disepelekan ya, bu! Ini hal-hal yang bisa menjadi penyebab Si Kecil mengalami sakit punggung.

Baca juga: 3 Penyebab Nyeri Punggung yang Jarang Diketahui

  1. Kurang bergerak. Karena teknologi semakin berkembang, penggunaan gadget yang berlebihan pada anak juga bisa menjadi faktor yang menyebabkan mereka menjadi kurang aktif berkegiatan dan bergerak. Karena saat tidak bergerak, punggung menjadi mati rasa dan akan muncul rasa sakit.

  2. Membaca sambil berbaring. Posisi ini akan menyebabkan tekanan pada bagian punggung dan menyebabkan anak mengalami sakit punggung.

  3. Kelebihan berat badan. Hal ini bisa disebabkan oleh gaya hidup atau pola makan yang tidak baik. Kurangnya olahraga juga bisa menjadi penyebab bertambahnya berat badan.

  4. Postur tubuh yang buruk. Kondisi ini merupakan salah satu penyebab terbesar mengapa anak bisa mengalami sakit punggung. Postur tubuh ini bisa terjadi karena kebiasaan, seperti membaca sambil berbaring. Postur tubuh yang salah bisa membuat anak mengalami sakit punggung.

Baca juga: Langkah Sederhana untuk Atasi Sakit Punggung

Meski kondisi ini umum terjadi, jika keluhan nyeri punggung benar-benar membuat anak tidak nyaman dan terasa lemas, bisa jadi keluhan ini disebabkan oleh masalah yang serius, seperti:

  1. Tumor pada tulang belakang, yaitu tumor yang tumbuh dalam kanal tulang belakang, tumor ini bisa bersifat kanker atau non-kanker. Tumor ini yang menyebabkan anak mengalami sakit punggung, sangat lemah, dan mengalami penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas.

  2. Infeksi pada tulang belakang. Kondisi ini disebabkan oleh bakteri yang masuk ke dalam tubuh dan menyebar. Gejala yang muncul bisa berupa demam menggigil, nyeri punggung, dan tubuh lemah.

  3. Kelainan bentuk tulang, seperti skoliosis dan kifosis dapat menimbulkan nyeri punggung. Skoliosis merupakan bentuk tulang belakang yang berbentuk seperti huruf S. Sementara kifosis merupakan bentuk tulang belakang yang terlalu membungkuk pada bagian atas.

  4. Cedera hernia tulang belakang, yaitu trauma pada saraf di tulang belakang atau kerusakan tidak langsung pada tulang dan jaringan lunak, serta pembuluh darah yang berada di sekitar sumsum tulang belakang. Kondisi ini menimbulkan gejala yang beragam seperti nyeri kaki, kaki terasa lemas, kaki kesemutan, kaki mati rasa, dan kesulitan membungkuk atau meluruskan punggung karena timbul rasa nyeri.

  5. Spondilosis, yaitu kondisi yang menggambarkan adanya degenerasi di area tertentu pada tulang belakang pada anak. Kebanyakan orangtua biasanya tidak menyadari kondisi ini, hingga gejala yang ditimbulkan semakin parah.  Gejala meliputi nyeri punggung bagian bawah dan menyebar ke area pantat atau paha. Kondisi ini bisa mengencangnya otot-otot sekitar punggung dan menyebabkan nyeri punggung. Jika anak sampai kehilangan keseimbangan tulang belakang dan gejala tidak kunjung membaik selama berbulan-bulan, proses pembedahan akan dilakukan.

Baca juga: 6 Penyebab dan Cara Mengatasi Nyeri Punggung Saat Menstruasi

Si Kecil sering mengeluh merasakan sakit pada punggungnya? Lebih baik ibu diskusikan langsung dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc melalui Chat atau Voice/Video Call jika ada hal-hal yang tidak beres dengan kesehatan Si Kecil. Dengan Halodoc, ibu juga bisa langsung membeli obat yang telah diresepkan oleh dokter, dan pesanan akan diantar dalam waktu kurang dari satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!