• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Obat Antidepresan Mampu Kurangi Risiko Kematian COVID-19

Obat Antidepresan Mampu Kurangi Risiko Kematian COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Obat Antidepresan Mampu Kurangi Risiko Kematian COVID-19

“Setelah Molnupiravir dan Paxlovid, kini obat antidepresan sedang diuji keefektifannya untuk mengurangi keparahan gejala COVID-19. Namun, hanya ada dua jenis yang efeknya cukup baik, yakni Fluoxetine dan Fluvoxamine. Meski obat ini cukup familiar di masyarakat, tetapi uji coba skala besar masih perlu dilakukan. “

Halodoc, Jakarta – Vaksin COVID-19 telah berhasil diproduksi massal dan mereka terbukti menekan kenaikan kasus di banyak negara. Oleh karena itu, kini para ahli juga mulai mencari dan menguji calon obat untuk mengatasi COVID-19. Sejauh ini sudah ada dua obat antivirus oral, yakni Molnupiravir dari Merck, dan Paxlovid dari Pfizer. 

Meski dua obat tersebut telah dipuji oleh banyak orang sebagai jawaban atas pandemi, tetapi masih banyak pertanyaan tentang kemanjuran dan keamanannya. Alhasil, pencarian perawatan yang aman dan efektif terus berlanjut. Salah satu obat yang kini sedang masuk dalam studi observasional dan terbukti cukup baik dalam mengurangi tingkat keparahan COVID-19 dan kematian akibat penyakit tersebut adalah obat antidepresan. 

Obat Antidepresan untuk Atasi COVID-19

Para peneliti dari University of California dan Stanford University School of Medicine telah melakukan studi terhadap 83.584 orang dengan diagnosis COVID-19. Mereka menemukan bahwa orang yang diberikan resep Selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) atau obat antidepresan memiliki risiko kematian yang relatif lebih rendah, daripada mereka yang tidak.

Di Amerika Serikat, 13,2 persen orang dewasa (17,7 persen wanita) menggunakan obat antidepresan. Kelompok obat ini meliputi:

  • Citalopram;
  • Escitalopram; 
  • Fluoxetine;
  • Fluvoxamine;
  • Paroxetine;
  • Sertraline.

Studi ini menambah bukti dari penelitian sebelumnya tentang efek obat antidepresan. Tiga uji klinis, menemukan bahwa penggunaan fluvoxamine memiliki hubungan dengan penurunan risiko kerusakan klinis setelah infeksi SARS-CoV-2.

Obat Ini Mampu Menurunkan Angka Kematian

Dari mereka yang disurvei dalam penelitian ini, yang muncul di JAMA Network Open, 3.401 menggunakan obat antidepresan. Para peneliti mencocokkan peserta untuk karakteristik sosiodemografi, komorbiditas medis, dan indikasi pengobatan dengan 6.802 kontrol yang tidak menggunakan SSRI.

Kelompok yang diberikan resep obat antidepresan memiliki pengurangan relatif dalam kematian sebesar 8 persen bila dibandingkan dengan kelompok lain. Penurunan terbesar terjadi pada mereka yang mengonsumsi fluoxetine dan mereka yang memakai fluvoxamine. Sementara itu, kelompok obat antidepresan yang lain tidak menunjukkan efek yang besar.

Obat yang Familiar

Salah satu keuntungan obat antidepresan dibandingkan pengobatan yang lebih baru, seperti yang dikembangkan para ilmuwan antivirus, adalah bahwa mereka telah digunakan secara luas selama bertahun-tahun dan efek sampingnya sudah diketahui.

Kefamiliaran ini menjadi keuntungan besar. Meskipun vaksin telah digunakan oleh jutaan orang, salah satu hal pertama yang akan dikatakan oleh orang yang agak skeptis dengan vaksin adalah bahwa vaksin tersebut baru dan mereka diciptakan terlalu cepat. Sementara dahulu saat dokter mulai menggunakan deksametason, tidak ada yang keberatan dengan obat yang nyatanya telah digunakan secara luas selama bertahun-tahun. 

Obat Antidepresan Masih Perlu Pengujian Skala Besar 

Perawatan yang efektif untuk COVID-19 memang sedang sangat dibutuhkan untuk mengurangi mortalitas dan morbiditas terkait COVID-19. Meski obat antidepresan cukup menjanjikan, tetapi banyak ahli yang masih meminta untuk berhati-hati saat menggunakannya. 

Sebelum para ahli mencapai kesimpulan dan kesepakatan untuk menggunakan obat antidepresan secara luas, mereka masih memerlukan uji klinis besar atau serangkaian uji klinis, tergantung pada stadium COVID-19 yang sedang mereka coba atasi. Jika uji klinis fase 3 berhasil, maka obat antidepresan ini bisa menjadi perawatan yang murah, dapat ditoleransi dengan baik, dan mudah diberikan dalam perang global melawan COVID-19.

Jika kamu atau orang terdekat ada yang baru sembuh dari COVID-19, ada baiknya kamu tetap memantau kondisi kesehatan dan melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit terdekat. Kamu pun bisa buat janji di rumah sakit menggunakan Halodoc supaya lebih praktis. Tunggu apa lagi? Yuk download aplikasi Halodoc sekarang!

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi:
JAMA Network Open. Diakses pada 2021. Do the Selective Serotonin Reuptake Inhibitor Antidepressants Fluoxetine and Fluvoxamine Reduce Mortality Among Patients With COVID-19?
Medical News Today. Diakses pada 2021. Common Antidepressant May Reduce COVID-19 Death Risk.
The Lancet Global Health. Diakses pada 2021. Effect of Early Treatment with Fluvoxamine on Risk of Emergency Care and Hospitalisation Among Patients with COVID-19: the TOGETHER Randomised, Platform Clinical Trial.