BERIFEN SR KAPSUL 100 MG

BERIFEN SR KAPSUL 100 MG

Kategori
:
Indikasi Umum
:
Inflamasi akut dan kronis, dismenore sekunder, ekstraksi dan nyeri gigi, trauma olah raga, low back pain, mialgia
Komposisi
:
Natrium diklofenak 100 mg
Kemasan
:
Kapsul 100 mg x 5 x 1
Manufaktur
:
Sunthi Sepuri
Aturan Pakai
:
Berikan segera sesudah makan. Telan utuh, jangan dikunyah atau dihancurkan
Dosis
:
2-3 kali sehari 100-200 mg
Therapeutic Class
:
-
Segmentasi
:
Red
Efek Samping
:
-
Kontra Indikasi
:
Jangan digunakan untuk pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap Diclofenac, riwayat reaksi alergi (bronkospasme, shock, rhinitis, urtikaria) setelah penggunaan aspirin atau NSAID lainnya (misalnya, ibuprofen, celecoxib). Pasien yang akan atau telah menjalani operasi by-pass jantung sebaiknya jangan menggunakan Berifen (Diclofenac). Obat ini juga dikontraindikasikan untuk pasien yang memiliki masalah ginjal, hati, atau radang / tukak pada lambung atau usus. Kontraindikasi untuk pasien yang sedang hamil terutama di 3 bulan terakhir. NSAID termasuk Berifen (Diclofenac) tidak boleh diberikan untuk penderita demam berdarah, karena menginduksi kebocoran kapiler dan gagal jantung. Jangan diberikan untuk penderita penyakit jantung iskemik, penyakit arteri perifer, penyakit cerebrovascular, dan gagal jantung kongestif.
Perhatian
:
Jangan menggunakan Berifen (Diclofenac) pada pasien yang memiliki fungsi hati dan ginjal yang buruk, sedang atau pernah memiliki sakit jantung. Jika pasien menderita hipertensi, tekanan darah harus dipantau selama pengobatan karena NSAID termasuk Berifen (Diclofenac) dapat meningkatkan tekanan darah dan memperburuk kondisi hipertensi. Pasien harus cukup terhidrasi (cukup cairan) sebelum menggunakan Berifen (Diclofenac). Penggunaan jangka panjang NSAID dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Fungsi hati pasien harus dipantau secara teratur selama pemakaian Berifen (Diclofenac) terutama jika digunakan dalam jangka waktu panjang. Penggunaan pada pasien lanjut usia harus lebih hati-hati karena mereka lebih sensitif terhadap efek obat ini, terutama perdarahan perut dan masalah ginjal. Jika tanda-tanda reaksi anafilaksis (misalnya, kesulitan bernafas, pembengkakan wajah atau tenggorokan) terjadi segera hubungi pihak medis.
Interaksi Obat
:
Antikoagulan (misalnya, warfarin), aspirin, kortikosteroid (misalnya prednisone), heparin, atau selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) (misalnya, fluoxetine)Siklosporin, lithium, methotrexate, kuinolon (misalnya, ciprofloxacin), atau sulfonilurea (misalnya, glipizide)Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor (misalnya, captopril, enalapril) atau diuretik (misalnya, furosemide, hydrochlorothiazide)