DEXAMETHASONE INJEKSI

DEXAMETHASONE INJEKSI
Indikasi Umum
Anti inflamasi, rheumatik arthritis, alergi dermatitis, rhinitis alergi
Deskripsi
Dexamethasone Injeksi merupakan obat untuk mengatasi peradangan (inflamasi), rematik artritis, alergi dermatitis, dan rhinitis alergi. Obat ini mengandung Deksametason (golongan kortikosteorid) yang bekerja dengan cara mengurangi respons pertahanan alami tubuh terhadap proses inflamasi, sehingga mengurangi gejala yang ditimbulkan seperti pembengkakan dan reaksi alergi. Obat ini juga bisa dikonsumsi sebagai tes untuk gangguan kelenjar adrenal (sindrom Cushing). Karena termasuk ke dalam jenis obat keras, penggunaannya bisa digunakan hanya dengan resep dokter.
Kategori
Komposisi
DEXAMETHASONE
Dosis
PENGGUNAAN OBAT INI HARUS SESUAI DENGAN PETUNJUK DOKTER. Profilaksis mual dan muntah terkait dengan terapi sitotoksik : Dewasa: Pencegahan: 10-20 mg 15-30 menit sebelum pemberian kemoterapi pada setiap hari perawatan. Untuk rejimen infus kontinyu: 10 mg setiap 12 jam pada setiap hari perawatan. Untuk regimen emetogenik pertengahan: 4 mg setiap 4-6 jam. Syok tidak responsif : Dewasa: Awalnya, 40 mg atau 1-6 mg / kg sebagai inj IV tunggal, dapat terulang setiap 2-6 jam. Lanjutkan pengobatan dosis tinggi hanya sampai kondisi pasien stabil dan tidak dilanjutkan melebihi 48-72 jam. Meningitis : Dewasa: 0,15 mg / kg 4 kali sehari, diberikan 10-20 menit sebelum atau dengan dosis pertama pengobatan anti infeksi. Perawatan harus diberikan untuk 2-4 hari pertama dari pengobatan anti infeksi. Anak: 2 bulan-18 tahun : 150 mcg / kg setiap 6 jam selama 4 hari, dimulai sebelum atau dengan dosis pertama pengobatan antibakteri.
Aturan Pakai
Sesudah makan
Kemasan
Box 100 ampul @ 1 ml
Efek Samping
-
Kontra Indikasi
Hipersensitivitas, nfeksi aktif yang tidak diobati, penggunaan ophthalmic untuk virus, penyakit jamur pada mata.
Perhatian
HARUS DENGAN RESEP DOKTER. Pasien dengan hipotiroidisme; sirosis, hipertensi, gagal jantung kongesif, kolitis ulserativa, gangguan tromboemboli, osteoporosis, glaukoma, katarak atau TB mata, diabetes, ulkus peptikum. Monitor kadar glukosa darah pada penderita diabetes dan indeks koagulasi pada pasien dengan warfarin. Lansia, anak-anak dan remaja; kehamilan dan laktasi.
Interaksi Obat
Efedrin, cholestyramine, fenitoin, fenobarbital dan rifampicin, amfoterisin B, loop diuretik, isoniazid, salisilat, vaksin, toksoid, cyclosporin, aspirin, etanol
Segmentasi
Red
Manufaktur
Indofarma Global Medika