ESOMEPRAZOLE INJEKSI

ESOMEPRAZOLE INJEKSI

Indikasi Umum
:
Terapi GERD sebagai alternatif terhadap terapi oral jika terapi oral tidak sesuai untuk dilakukan misalnya penderita esofagitis atau gejala-gejala berat dr refluks; penyembuhan tukak lambung yang berhubungan dengan terapi OAINS. Pemeliharaan jangka pendek untuk hemostasis & pencegahan perdarahan ulang pada pasien sesudah menjalani endoskopi untuk perdarahan lambung akut atau tukak duodenum.
Komposisi
:
ESOMEPRAZOLE
Kemasan
:
Vial injeksi 40 mg x 1
Manufaktur
:
Phapros
Aturan Pakai
:
Setiap botol sekali pakai mengandung 20 atau 40 mg esomeprazole. Untuk inj IV: Rekonstitusikan masing-masing vial dg 5 mL saline normal dan konsumsi dlm 12 jam. Untuk infus IV: Rekonstitusikan setiap vial dengan 5 mL saline normal, injeks Ringer laktat atau dekstrosa 5% inj, kemudian encerkan larutan yang menghasilkan volume akhir 50 mL. Larutan rekonstitusi untuk infus harus diberikan dalam 12 jam untuk normal saline atau injeksi laktat atau 6 jam untuk dekstrosa 5%.
Dosis
:
GERD : 20 atau 40 mg dengan inj selama minimal 3 menit atau infus lebih dari 10-30 menit sekali setiap hari selama ?10 hari sampai PO dapat dilanjutkan. Ulserasi terkait NSAID : 20 mg / hari dengan inj selama minimal 3 menit atau infus selama 10-30 menit sampai PO dapat dilanjutkan. Ulkus lambung dan duodenum : 80 mg infus selama 30 menit diikuti dengan infus kontinu 8 mg / jam selama 72 jam, sampai PO dapat dilanjutkan diberikan 40 mg satu kali sehari selama 4 minggu.
Therapeutic Class
:
-
Segmentasi
:
Red
Efek Samping
:
-
Kontra Indikasi
:
Hipersensitivitas, intoleransi fruktosa, malabsorbsi glukosa-galaktosa atau insufisiensi sukrase-isomaltase, laktasi, anak < 12 tahun
Perhatian
:
Insufisiensi ginjal berat, singkirikan kemungkinan adanya keganasan lambung sebelum terapi, terapi jangka panjang selama > 1 tahun . hamil
Interaksi Obat
:
Ketokonazol, itrakonazol, diazepam, citalopram, imipramin, klomipramin, fenitoin. Warfarin atau derivat kumarin lain. Atazanavir (Kontraindikasi)