PALENTIN 6 TABLET

PALENTIN 6 TABLET

Kategori
:
Manfaat
:
-
Indikasi Umum
:
Infeksi yang disebabkan oleh kuman yang peka terhadap amoxicillin seperti otitis media akut, faringitis yang disebabkan streptococcus, pneumonia, infeksi kulit, infeksi saluran kemih, infeksi Salmonella, Lyme disesase, dan infeksi klamidia. Mencegah endokarditis yang disebabkan bakteri pada orang-orang berisiko tinggi saat perawatan gigi, untuk mencegah infeksi oleh Streptococcus pneumoniae dan infeksi bakteri lainnya. Digunakan untuk infeksi saluran pernafasan bagian atas dan bawah, infeksi saluran kemih, saluran cerna, kulit dan jaringan lunak.
Komposisi
:
Co-amoxiclav : Amoxicillin 500 mg, clavulanic acid 125 mg
Kemasan
:
Dos 5 X 6 Tablet
Manufaktur
:
Phapros
Aturan Pakai
:
Bersama atau tanpa makanan
Dosis
:
Dewasa dan anak berusia > 12 tahun : Infeksi ringan sampai sedang : 3 x sehari 1/2 tablet 500 mg atau 1 tablet 250 mg. Infeksi berat 3 x sehari 1 tablet 500 mg atau 2 tablet 250 mg.
Therapeutic Class
:
-
Segmentasi
:
Red
Efek Samping
:
-
Kontra Indikasi
:
Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif/alergi pada amoxicillin dan antibiotik golongan penicillin lain dan asam klavulanat. Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap antibiotik betalaktam lain seperti antibiotik golongan cephalosporin, carbapenem, atau monobactam. Pasien yang memiliki riwayat ikterus kolestatik / disfungsi hati yang terkait dengan penggunaan amoxicillin dan asam klavulanat.
Perhatian
:
Hati-hati pada penderita yang memiliki fungsi hati dan ginjal yang rusak terutama pada pemakaian obat dalam jangka waktu panjang. Hentikan pemakaian jika terjadi super infeksi yang biasanya terjadi pada saluran pencernaan (umumnya disebabkan Enterobacter, Pseudomonas, S.aureus Candida). Hati-hati pada pasien dengan mononukleosis. Penggunaan antibiotik bukan untuk mengobati penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus. Jangan menghentikan pengobatan sebelum dosis dan durasi yang disarankan habis untuk menghindari terjadinya resistensi. Untuk pasien dengan fungsi ginjal yang buruk, monitor kadar obat dalam plasma dan urine harus dilakukan.
Interaksi Obat
:
Probenesid, allopurinol, kontrasepsi estrogen / progesteron oral.