TERRELL INHALASI 100 ML

TERRELL INHALASI 100 ML

Kategori
:
Manfaat
:
-
Indikasi Umum
:
Anestesi inhalasi berhalogen yang digunakan untuk induksi dan pemeliharaan anestesi umum.
Komposisi
:
Isoflurane 100%
Kemasan
:
Botol 100 ml X 1
Manufaktur
:
Fahrenheit
Aturan Pakai
:
Terlebih dahulu IDT dikocok agar obat tetap homogen. Tutup kanister dibuka. Inhaler dipegang tegak, kemudian penderita melakukan ekspirasi (mengeluarkan nafas) maksimal secara perlahan. Mulut inhaler diletakkan di antara gigi, lalu bibir dirapatkan dan dilakukan inspirasi (menarik nafas) perlahan sampai maksimal. Pada pertengahan inspirasi kanister ditekan agar obat keluar. Penderita menahan napas 10 detik atau 10 hitungan pada inspirasi maksimal. Setelah 30 detik atau 1 menit prosedur yang sama diulang kembali
Dosis
:
Induksi : Awalnya, 0.5% v / v dengan oksigen atau oksigen dan nitrous oxide, ditingkatkan menjadi 1.5-3% v / v. Bedah anestesi biasanya diproduksi dalam waktu 10 menit. Pemeliharaan : 1-2.5% v / v dengan campuran oksigen dan nitrous oxide atau 1.5-3.5% v / v dengan oksigen saja. Untuk maintenance anestesi selama operasi caesar : 0.5-0.75% v / v dengan campuran oksigen dan nitrous oxide.
Therapeutic Class
:
-
Segmentasi
:
Red
Efek Samping
:
-
Kontra Indikasi
:
Pasien yang memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap Isoflurane atau agen halogenasi lainnya, pasien yang memiliki kerentanan genetik yang diketahui atau dicurigai terhadap hipertermia ganas, pasien yang menderita ikterus dan atau demam yang tidak dapat dijelaskan setelah pemberian Isoflurane atau anestesi halogenasi lainnya, atau riwayat ikterus yang tidak dapat dijelaskan setelah terpapar sebelumnya dengan halothane. Penderita porfiria.
Perhatian
:
Pada individu yang rentan, dapat memicu keadaan hipermetolik otot skelet yang menyebabkan permintaan oksigen tinggi dan sindrom klinis yang dikenal sebagai hipertermia ganas. Perhatian khusus harus diberikan saat pemberian pada pasien dengan gangguan fungsi hati. Harus digunakan dengan hati-hati pada pasien dengan penyakit arteri koroner. Obat ini dapat menyebabkan penurunan fungsi intelektual selama 2 atau 3 hari setelah anestesi. Selain itu juga menyebabkan perubahan kecil dalam suasana hati dan gejala mayor sampai 6 hari setelah pemberian. Obat ini mengganggu kemampuan mengemudi atau mengoperasikan mesin yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Disarankan untuk menunggu 24 jam sebelum mengemudi atau mengoperasikan mesin.
Interaksi Obat
:
Adrenalin (epinefrin) dan beberapa obat ?-sympathomimetic antagonis kalsium, terutama golongan dihidropiridin, Inhibitor ACE (misalnya captopril, enalapril, lisinopril) atau antagonis ?1-adrenoreseptor (misalnya prazosin)