ZECATRIM FORTE KAPLET

ZECATRIM FORTE KAPLET

Kategori
:
Indikasi Umum
:
Infeksi saluran kemih oleh E. coli, Klebsiella, Enterobacter dan proteus; infeksi saluran cerna oleh salmonella dan shigella; infeksi saluran pernafasan karena bronkhitis akut oleh H. influenzae dan treptococcus pneumoniae; infeksi THT seperti otitis media akut.
Komposisi
:
Co-trimoxazole: Trimethoprim 160 mg, Sulfamethoxazole 800 mg.
Kemasan
:
Dus, 10 Strip @ 10 Kaplet
Manufaktur
:
First Medipharma
Aturan Pakai
:
-
Dosis
:
Dewasa dan anak > 12 tahun: sehari 2 x 2 tablet atau 1 kaplet forte; dosis min dan dosis jangka panjang (> 14 hari): sehari 2 x 1 tablet atau 1/2 kaplet forte; dosis tinggi: sehari 2 x 3 tablet atau 11/2 kaplet forte.
Therapeutic Class
:
-
Segmentasi
:
Red
Efek Samping
:
-
Kontra Indikasi
:
Jangan menggunakan zecatrim (Cotrimoxazole) untuk pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap trimethoprim dan sulfamethoxazole, obat-obat golongan sulfonamide lainnya. Penggunaan obat ini untuk pasien dengan gangguan hati dan ginjal yang berat sebaiknya dihindari. Jangan digunakan untuk wanita hamil terutama menjelang kelahiran, anak < 2 tahun (kecuali untuk pengobatan atau pencegahan pneumocytosis jiroveci (P. carinii) pada bayi dari usia empat minggu atau lebih). Obat ini diketahui ikut keluar bersama air susu ibu, oleh karena itu pemakaian selama menyusui sebaiknya dikonsultasikan pada dokter.
Perhatian
:
Zecatrim (Cotrimoxazole) harus dihentikan jika tanda-tanda awal reaksi alergi seperti ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, arthralgia, pucat, atau tanda-tanda lainnya muncul, karena jika terjadi bisa berakibat fatal. Obat ini harus digunakan secara hati-hati pada pasien yang mempunyai penyakit asma bronkial. Orang-orang yang kekurangan folat seperti pasien lanjut usia, pecandu alkohol, sedang menggunakan obat anti konvulsan, atau oang-orang yng mengalami malnutrisi, jika menggunakan zecatrim (Cotrimoxazole) harus mendapatkan perhatian serius. Seperti antibiotik lainnya obat ini harus digunakan sampai dosis yang disarankan habis. Jangan menghentikan pemakaian sebelum waktunya untuk menghindari terjadinya resistensi. Pasien yang menggunakan antibiotik ini harus mengkonsumsi cukup cairan untuk mencegah kristaluria.
Interaksi Obat
:
ACE inhibitor, Obat-obat antiaritmia, Kalium aminobenzoate, Obat-obat golongan sulfonilurea, phenytoin, Diuretik, antikoagulan, siklosporin, digoxin, obat antivirus, Indomethacin, anti dibetes oral seperti glibenclamide, rifampisin dan zecatri.m