Obat Parlodel Bikin Cepat Hamil, Benarkah?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Obat parlodel, Obat parlodel pacu kehamilan, Obat parlodel tingkatkan kesuburan

Halodoc, Jakarta - Semua pasangan yang telah menikah pasti mendambakan seorang anak. Keduanya akan mengupayakan segala hal agar segera bisa mendapatkan momongan, mulai dari cara yang umum hingga cara yang tidak biasa. Cara tidak biasa yang dimaksud biasanya melibatkan obat-obatan untuk meningkatkan kesuburan.

Salah satu obat yang biasa digunakan yaitu bromokriptin atau Parlodel. Obat parlodel adalah obat generik yang digunakan untuk mengatasi penyakit Parkinson, tremor, dan gangguan keseimbangan hormon di dalam tubuh. Untuk wanita, obat parlodel sering diresepkan oleh dokter untuk menangani kelebihan produksi hormon prolaktin atau hiperprolaktinemia.

Namum, kamu harus selalu mencatat masa ovulasi saat menggunakan obat ini. Tujuannya untuk mengetahui kapan kamu harus berhubungan intim dan apakah pengobatan ini berhasil atau tidak untuk kamu.

Hormon prolaktin mempunyai fungsi untuk mengatur produksi ASI, memengaruhi gairah seksual, hingga menentukan siklus menstruasi. Namun, jika jumlahnya terlalu banyak, justru akan menghambat telur yang dikeluarkan ovarium, membuat vagina kering, menurunkan gairah seksual, siklus haid tidak teratur, dan produksi ASI berlebihan walau tidak hamil atau menyusui.

Penelitian membuktikan bahwa bromokriptin efektif untuk menurunkan kadar prolaktin dan meningkatkan kesuburan wanita. Parlodel juga dapat mendorong produksi hormon GnRH yang merupakan hormon pengatur ovulasi di dalam tubuh. Selain itu, obat parlodel dalam jangka panjang dapat menangani prolaktinoma atau tumor jinak di kelenjar hipofisis (pituitari).

Untuk orang yang memiliki kadar prolaktin yang tinggi, mungkin diperlukan waktu 6-8 minggu agar efek prolaktin tinggi dapat menurun. Kondisi ini membutuhkan waktu hingga 12 bulan sebelum kamu mendapatkan manfaat penuh dari obat ini.

Dosis yang Dibutuhkan

Jika kamu memang mengalami gangguan hormon prolaktin, dokter akan menganjurkan obat ini. Obat parlodel berbentuk tablet dan mempunyai dosis yang berbeda-beda. Dosis standar yang diberikan untuk wanita dewasa yang mengalami hiperprolaktinemia yaitu:

  1. Dosis awal: setengah sampai satu tablet (1,25-2,5 miligram) yang diminum sekali per hari.
  2. Peningkatan dosis: tambah satu tablet (2,5 miligram) selama 2-7 hari.
  3. Perawatan lanjutan: 20-30 miligram per hari. Dosis tidak boleh lebih dari 100 miligram per hari.

Efek Samping Obat Parlodel

Obat-obatan pasti memiliki efek samping, begitu pun obat parlodel. Efek samping yang mungkin terjadi dari obat parlodel adalah mual, muntah, kepala pusing, kepala terasa ringan, dan kram perut. Sedangkan efek samping yang jarang terjadi adalah nafsu makan menurun, sering buang air kecil, sakit punggung, dan sakit perut secara terus-menerus.

Dikarenakan adanya efek samping, obat ini tidak boleh dikonsumsi secara bebas dan harus sesuai dengan resep dokter. Obat Parlodel tidak boleh dikonsumsi jika kamu memiliki penyakit arteri koroner, hipertensi yang tidak terkontrol, dan kepekaan terhadap setiap alkaloid ergot.

Interaksi Obat

Obat Parlodel dapat menimbulkan interaksi jika dikonsumsi secara bersamaan dengan beberapa obat, yaitu:

  1. Ergotamin: dapat menyebabkan efek samping serius.
  2. Erythromycin dan antibiotik makrolid: dapat meningkatkan kadar bromocriptine dalam darah.
  3. Domperidone dan metoclopramide: dapat menurunkan efek bromocriptine.
  4. Levodopa: dapat meningkatkan efek samping.

Berikut adalah fungsi obat parlodel untuk mempercepat kehamilan. Jika kamu mempunyai masalah kesuburan dan ingin segera memiliki momongan, kamu dapat mendiskusikannya dengan dokter dari Halodoc melalui Chat atau Voice/Video Call. Jangan lupa, download aplikasi Halodoc di Apps Store atau Google Store sekarang juga!

Baca juga: