• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Obesitas Bisa Sebabkan Terjadinya Sistokel

Obesitas Bisa Sebabkan Terjadinya Sistokel

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Affiliated Urologists berat badan berkontribusi terhadap risiko pengembangan sistokel. Wanita yang kelebihan berat badan atau sedang hamil dapat mengembangkan kondisi ini karena kelebihan berat badan memberi tekanan pada otot-otot dasar panggul dan jaringan yang menghubungkan kandung kemih.

Obesitas adalah faktor penyebab kondisi kesehatan yang dapat memiliki efek buruk pada sistem kandung kemih. Untuk wanita hamil yang mengalami sistokel beberapa penanganan bisa dilakukan tim medis, salah satunya adalah operasi invasif untuk memperkuat jaringan vagina. Informasi lengkap mengenai obesitas dan kaitannya dengan sistokel bisa dibaca di bawah ini!

Obesitas dan Risiko Sistokel

Memiliki berat badan yang sehat dapat memengaruhi fungsi dasar panggul. Peningkatan obesitas dapat memicu gangguan dasar panggul seperti inkontinensia urine, inkontinensia fekal, dan prolaps organ panggul.

Baca juga: 2 Pola Hidup Sehat untuk Ibu Hamil yang Alami Obesitas

Obesitas adalah suatu kondisi medis di mana seseorang memiliki kelebihan berat badan. Berat tambahan ini dapat memengaruhi kesehatan dan menciptakan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes, osteoartritis, dan penyakit ginjal kronis.

Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap obesitas adalah:

  1. Mengonsumsi kalori berlebih.
  2. Mengadopsi gaya hidup yang tidak aktif alias jarang berolahraga.
  3. Memiliki kondisi medis tertentu.
  4. Konsumsi obat.
  5. Riwayat genetik. 

Wanita yang obesitas cenderung mengalami gangguan gangguan dasar panggul dengan gejala-gejala:

  1. Buang air kecil lebih dari 8 kali dalam sehari.
  2. Buang air kecil yang menyakitkan.
  3. Sembelit.
  4. Sering mengejan.
  5. Gerakan usus yang menyakitkan.
  6. Nyeri selama dan setelah hubungan intim.
  7. Nyeri di punggung bawah dan daerah panggul.
  8. Merasa seperti sedang duduk di atas bola.
  9. Kondisi menonjol di vagina atau daerah dubur.

Obesitas dapat berdampak negatif pada kesehatan panggul. Bicaralah dengan dokter tentang bagaimana kamu dapat membuat perubahan kecil pada aktivitas harian yang dapat membantu menurunkan berat badan dan mencapai tujuan penurunan berat badan. 

Selain itu, menurunkan berat badan akan menawarkan sejumlah manfaat fisik dan emosional dan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan. Jika kamu butuh saran dan informasi lebih detail mengenai penanganan obesitas, bisa ditanyakan lewat aplikasi Halodoc.  

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Baca juga: Ibu Hamil Mengidap Asam Lambung Apakah Bahaya?

Kiat Menurunkan Berat Badan

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Urogynecology University of Colorado menyebutkan kalau wanita dengan obesitas yang berhasil mengurangi 5 persen massa tubuhnya dapat mencegah gangguan dasar panggul, termasuk inkontinensia dan prolaps.

Penelitian ini dengan jelas menunjukkan bahwa ketika wanita yang kelebihan berat badan atau obesitas menurunkan berat badan, gangguan dasar panggul mereka membaik. Diet saja tidak cukup untuk menurunkan berat badan bila tidak disertai olahraga. 

Untuk orang yang sedikit sukar untuk diimbau melakukan aktivitas fisik, dapat memulainya dengan aktif bergerak seperti berjalan 30 menit setiap hari. Selain berjalan, kamu juga dapat menggunakan tangga ketimbang lift dan tidak menggunakan transportasi jika jarak tempuh hanya 1-3 km. Memasukkan latihan fisik dalam aktivitas harian dapat membantu tubuh aktif bergerak yang dapat berkontribusi terhadap penurunan berat badan. 

Referensi:
Metro Obgyn. Diakses pada 2020. How Obesity Can Affect Your Pelvic Floor.
Affiliated Urologists. Diakses pada 2020. Cystocele: Causes and Prevention.
Urogynecology University of Colorado. Diakses pada 2020. How a Healthy BMI Helps Keep the Urogynecologist Away.