• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Oedipus Complex: Ketertarikan Anak pada Ibunya Sendiri
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Oedipus Complex: Ketertarikan Anak pada Ibunya Sendiri

Oedipus Complex: Ketertarikan Anak pada Ibunya Sendiri

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 12 Agustus 2022

“Oedipus complex adalah fenomena langka di mana anak tertarik kepada orang tuanya. Mereka bisa marah dan cemburu untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya.”

Oedipus Complex: Ketertarikan Anak pada Ibunya SendiriOedipus Complex: Ketertarikan Anak pada Ibunya Sendiri

Halodoc, Jakarta – Oedipus complex digambarkan sebagai ketertarikan seorang anak laki-laki terhadap ibunya sendiri, baik secara emosional ataupun seksual. Fenomena kontroversial ini sebenarnya juga bisa menimpa anak perempuan, di mana mereka punya ketertarikan terhadap ayahnya. Meski begitu, oedipus complex lebih sering dialami anak laki-laki ketimbang anak perempuan. 

Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Sigmund Freud dalam teorinya tentang tahapan perkembangan psikoseksual. Menurut Freud, dalam kasus oedipus complex, anak-anak memandang orang tua sesama jenis mereka sebagai saingan untuk mendapat perhatian dan kasih sayang dari orang tua lawan jenis.

Tanda-Tanda Oedipus Complex

Terkadang, sulit mengidentifikasi anak yang memiliki oedipus complex. Sebab, tanda-tandanya tidak selalu mengacu pada hal-hal yang bersifat seksual. Meski begitu, kondisi tersebut bisa dikenali melalui perilaku-perilaku posesif anak terhadap orang tua. 

Contohnya, tidak membiarkan ayah menyentuh ibunya atau senang saat ayah tidak tidur bersama ibu. Dalam kasus yang cukup mengkhawatirkan, sang anak bisa menyatakan keinginan untuk menikahi ibunya saat dewasa. 

Bagaimana Cara Menanganinya?

Menurut teori perkembangan psikoseksual Freud, anak yang mengalami penyimpangan tersebut perlu menjalani terapi untuk membentuk kepribadian yang sehat. Proses terapi perlu didukung oleh kedua orang tua, terutama perhatian lebih dari sang ayah.

Pasalnya, saat mengidap oedipus complex,  anak memiliki rasa “primal id” dan “realistic ego” yang saling bertentangan. Primal id mendorongnya untuk menyingkirkan ayah, namun rasa realistic ego-nya tahu bahwa sang ayah tetap lebih kuat sehingga dirinya lah yang pasti tersingkirkan.

Disini peran ayah amat dibutuhkan untuk menangani masalah di atas. Dilansir The Journal of Psychotherapy Practice and Research, tugas ayah dalam mengambil hati anak amat penting. Tujuannya untuk menyadarkan anak soal rasa cinta yang seimbang antara kedua orang tua. 

Saat anak menghadapi pergolakan di atas, ia kemudian mengalami “castration anxiety”, yaitu rasa takut akan dikebiri oleh orang tua jika ketahuan menyukai orang tuanya sendiri.

Pada tahap ini lah “identifikasi” terjadi. Anak akan berusaha menekan rasa nafsu terhadap ibunya dan mengurangi rivalitas terhadap ayahnya. Selama proses tersebut, “super-ego” ikut terbentuk. Super ego menjadi semacam otoritas moral agar anak tidak mengambil keputusan yang salah. 

Dampak Oedipus Complex pada Perilaku Seksual Anak

Orang tua perlu menyikapi oedipus complex dengan tepat agar anak tidak jatuh ke “lubang yang salah”. Menurut Freud, jika seorang anak (baik laki-laki atau perempuan) gagal menyelesaikan tahap oedipus complex, mereka bisa mengembangkan “ketergantungan” yang tidak sehat terhadap orangtuanya.

Hal ini membuat anak laki-laki terlalu terpaku kepada ibunya dan anak perempuan terlalu terikat pada ayahnya. Padahal, anak semestinya punya keterikatan yang seimbang dengan masing-masing orang tua.

Dampaknya, anak mungkin memilih pasangan yang lebih tua saat dewasa akibat citra orang tua yang sudah terpatri secara seksual. Inilah yang memunculkan anggapan bahwa oedipus complex juga dapat diartikan sebagai pria muda yang menyukai wanita dengan usia jauh lebih tua atau seusia dengan ibu mereka.

Punya pertanyaan seputar kondisi medis lainnya? Kamu bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan memberikan solusi terbaik. Download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Very Well Health. Diakses pada 2022. What Is the Oedipus Complex?
Simply Psychology. Diakses pada 2022. Oedipal Complex.