Orang dengan Pendidikan Tinggi Berisiko Tumor Otak

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Orang dengan Pendidikan Tinggi Berisiko Tumor Otak

Halodoc, Jakarta – Tingkat pendidikan seseorang ternyata berkaitan dengan risiko penyakit, yaitu tumor otak. Sebuah studi dari Swedia menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka akan semakin besar risiko penyakit tumor otak menyerang. Kabar buruknya, tumor otak yang bisa muncul kebanyakan bersifat kanker dan bisa berdampak bahaya. 

Memiliki tingkat pendidikan yang tinggi mungkin menjadi impian setiap orang, terutama dari orangtua kepada anak-anaknya. Selama ini, tingkat pendidikan yang tinggi dikaitkan dengan kesejahteraan hidup jangka panjang. Hal itu tidak sepenuhnya salah, tetapi sayangnya belakangan ada penelitian yang menyebut bahwa memiliki pendidikan tinggi ternyata berkaitan dengan risiko tumor otak. 

Mengenal Tumor Otak dan Penyebabnya 

Orang yang mengenyam pendidikan tinggi disebut lebih rentan mengembangkan penyakit tumor otak yang bersifat kanker. Hal itu terungkap melalui penelitian yang baru-baru ini dilakukan di Swedia. Dalam penelitian tersebut, diketahui bahwa perempuan yang melalui pendidikan tinggi, setidaknya tiga tahun di bangku kuliah, memiliki risiko hingga 23 persen lebih tinggi mengalami tumor otak. Sedangkan pada kaum pria yang memiliki pendidikan tinggi, risiko tumor otak meningkat hingga 19 persen.  

Meski begitu, penelitian tersebut juga mengatakan bahwa tingkat pendidikan tidak berkaitan langsung dengan tumor otak. Namun, kondisi ini disebut bisa memperbesar risiko. Selain itu, risiko tumor otak juga disebut meningkat pada orang yang memiliki ukuran otak besar. Sebuah penelitian dari Norwegia mengungkapkan bahwa semakin besar ukuran otak seseorang, maka akan semakin besar risiko tumor otak terjadi. 

Hal itu disebut terjadi karena pada otak yang berukuran besar, maka ada semakin banyak jumlah sel pada organ tersebut. Semakin banyak jumlah sel, maka semakin banyak pula bagian-bagian yang mungkin terserang tumor atau kanker. Selain itu, ada faktor lain yang bisa meningkatkan risiko penyakit ini, salah satunya adalah gaya hidup yang diterapkan. Orang yang memiliki gaya hidup tidak sehat, misalnya kebiasaan merokok dan konsumsi minuman beralkohol disebut lebih berisiko mengembangkan penyakit. 

Tumor otak merupakan jenis penyakit yang terjadi karena tumbuhnya jaringan abnormal di organ otak. Jika dilihat dari jenisnya, penyakit ini dibedakan menjadi dua, yaitu tumor otak jinak dan ganas. Munculnya penyakit ini bisa berasal dari jaringan otak itu sendiri, atau menyebar dari organ lain sampai akhirnya menyerang organ otak. Tumor yang berasal dari jaringan otak sendiri disebut dengan tumor otak primer. 

Tumor otak primer bisa terjadi karena adanya perubahan genetik pada sel di jaringan otak. Hal tersebut kemudian menyebabkan sel tumbuh tanpa terkendali. Sayangnya, hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab perubahan genetik bisa terjadi.  Ada beberapa faktor yang disebut bisa meningkatkan risiko penyakit ini, mulai dari paparan radiasi, usia, faktor keturunan, serta kelainan genetik. Ada beberapa jenis kelainan genetik yang bisa meningkatkan risiko penyakit kanker otak, mulai dari neurofibromatosis tipe 1 dan 2, sindrom Turcot, sindrom von Hippel-Lindau, sindrom Gorlin, sindrom Li-Fraumeni, dan tuberous sclerosis.

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit tumor otak dan penyebabnya dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi 
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Brain Tumor.
Web MD. Diakses pada 2019. The Bigger the Brain, the Bigger the Tumor Risk?
Livescience. Diakses pada 2019. Brain Tumor Risk Linked with Higher Education, Study Finds.