• Home
  • /
  • 7 Orang Ini Membutuhkan Suplemen Tambahan saat Puasa

7 Orang Ini Membutuhkan Suplemen Tambahan saat Puasa

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
7 Orang Ini Membutuhkan Suplemen Tambahan saat Puasa

Halodoc, Jakarta - Saat berpuasa di bulan Ramadan, tubuh dapat mengalami kekurangan air dan zat gizi seperti vitamin dan mineral, karena tidak adanya asupan makanan dan minuman seharian. Itulah sebabnya kamu perlu memperhatikan asupan makanan saat berbuka dan sahur.

Namun biasanya, saat berbuka puasa orang cenderung kalap dan mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Begitu pula saat sahur, kamu mungkin akan cenderung mencari makanan yang praktis disiapkan karena terbatasnya waktu, tanpa terlalu memperhatikan keseimbangan gizinya. Lantas, apakah itu berarti kamu perlu minum suplemen tambahan saat puasa?

Baca juga: Pilihan Menu Sahur Sehat Saat Puasa

Orang yang Butuh Suplemen Tambahan saat Puasa

Secara umum, orang yang butuh suplemen tambahan saat puasa adalah:

  1. Wanita yang sedang menjalani program hamil dan memerlukan tambahan kalsium dan zat besi.
  2. Ibu hamil dan menyusui.
  3. Anak-anak atau remaja dengan kebiasaan makan yang tidak teratur.
  4. Vegetarian.
  5. Orang-orang yang memiliki pantangan makanan tertentu, padahal zat gizi dalam makanan tersebut dibutuhkan tubuh.
  6. Orang dengan gangguan makan atau penyakit tertentu, seperti gastrointestinal, sesuai petunjuk dokter.
  7. Orang yang sering makan makanan olahan dan cepat saji (fast food).

Sebenarnya, perlu atau tidaknya kamu mengkonsumsi suplemen tambahan saat puasa akan tergantung pada kebutuhan kamu. Jika kamu yakin makanan yang dikonsumsi sehari-hari sudah cukup memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian, mengonsumsi suplemen tambahan tidak diperlukan.

Namun, kalau kamu tetap ingin mengkonsumsi suplemen tambahan saat puasa, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Misalnya, apakah suplemen Ini aman dan berapa dosis tepat penggunaannya. Untuk mengetahui dosis yang tepat, kamu bisa download aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter, kapan dan di mana saja.

Baca juga: Kapan Waktu Terbaik untuk Makan Sahur?

Tips Memilih Suplemen Tambahan saat Puasa

Jika kamu merasa butuh mengonsumsi suplemen tambahan saat puasa, berikut beberapa tips memilihnya:

1. Baca Label Kemasan dengan Baik

Pertama, baca label kemasan dengan baik dan lihat bahan apa saja yang terkandung dalam suplemen tersebut. Lihat juga jumlah bahan yang terkandung per dosis, seperti bahan tambahan lainnya, seperti penambah rasa dan zat pengikat. Perlu diingat bahwa jumlah dosis yang dikonsumsi kebutuhan kamu atau petunjuk dokter.

2. Efektivitas

Hal kedua yang harus dipertimbangkan adalah efektivitas suplemen. Pertimbangkan dengan baik apakah kamu benar-benar perlu mengonsumsi suplemen itu atau apakah ada penyakit tertentu yang membatasi kamu mengonsumsi makanan tertentu, berpotensi membuat kamu kekurangan zat gizi tertentu.

Sebab, bagaimana pun suplemen tidak dapat menggantikan zat gizi yang ada pada makanan sehat yang diperlukan tubuh. Jadi, sifat suplemen hanya sebagai tambahan. Kamu tetap harus mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang lainnya.

3. Keamanan dan risiko

Sama halnya seperti obat, suplemen juga memiliki risiko efek samping. Apalagi jika kamu mengidap penyakit tertentu. Jadi, bacalah baik-baik aturan pakai yang tertera pada kemasan, terutama jika akan mengonsumsi produk suplemen baru. Jangan juga mengonsumsi suplemen dalam jumlah berlebihan, karena berisiko membahayakan kesehatan. 

Misalnya, jika kamu terlalu banyak mengonsumsi suplemen vitamin A, akan ada risiko seperti sakit kepala, kerusakan hati, dan penurunan kekuatan tulang. Selain itu, beberapa produk suplemen juga dapat berinteraksi dengan obat lainnya, yang menyebabkan bahaya.

Baca juga: Begini Pola Makan yang Sehat saat Sahur

4. Kualitas Suplemen

Periksalah apakah suplemen tersebut memiliki kualitas yang baik sesuai dengan standar yang ada di Indonesia. Hal ini diperlukan untuk menjamin bahwa produk tersebut benar diproduksi dan mengandung bahan-bahan yang tercantum pada label, serta tidak mengandung bahan yang berbahaya bagi kesehatan. Periksa juga apakah suplemen tersebut terdaftar di BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia).

Referensi:
Help Guide. Diakses pada 2020. Dietary Supplements. 
National Institutes of Health. Diakses pada 2020. Dietary Supplements: What You Need to Know.