• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Orang Lansia Mengalami Gastroenteritis, Ini Cara Mengatasinya

Orang Lansia Mengalami Gastroenteritis, Ini Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Orang Lansia Mengalami Gastroenteritis, Ini Cara Mengatasinya

Halodoc, Jakarta - Sudah tak asing dengan penyakit bernama muntah dan diare atau muntaber? Di dunia medis, penyakit ini dikenal dengan gastroenteritis. Ketika gastroenteritis menyerang seseorang dengan kondisi tubuh yang fit, mungkin dampaknya tidak berakibat fatal. 

Namun, lain ceritanya bila muntaber menyerang bayi, lansia, atau mereka yang bermasalah dengan sistem imunnya. Kondisi ini bisa berdampak serius bagi kelompok tersebut. Muntaber yang dibiarkan tanpa penanganan bisa menyebabkan hilangnya banyak cairan dan nutrisi.

Hal ini yang bisa mengakibatkan dehidrasi hingga membahayakan tubuh. Lalu, bagaimana cara mengatasi gastroenteritis? Seperti apa gejala-gejala yang umumnya dialami pengidapnya? Ini ulasannya.

Baca Juga: 2 Cara Penularan Gastroenteritis

Muntaber dengan Keluhan Lainnya

Gastroenteritis, muntaber flu perut menyebabkan infeksi atau peradangan pada dinding saluran sistem pencernaan, terutama lambung dan usus. Nah, infeksi di kedua bagian ini yang menyebabkan muntaber.

Sebagian besar gastroenteritis disebabkan oleh infeksi virus. Ada dua virus nakal yang jadi biang keladinya, yaitu norovirus dan rotavirus. Namun, ada pula virus lainnya seperti adenovirus dan astrovirus. 

Pada beberapa kasus, muntaber bisa dipicu oleh infeksi bakteri, parasit, atau efek samping obat-obatan tertentu. Lalu, seperti apa gejala gastroenteritis yang dialami pengidapnya? 

Gejala muntaber paling sering muncul dalam 4 hingga 48 jam setelah kontak dengan virus, yaitu:

  • Sakit perut.
  • Diare.
  • Mual dan muntah.
  • Menggigil, kulit lembap, atau berkeringat.
  • Demam.
  • Kekakuan sendi atau nyeri otot
  • Nafsu makan yang menurun.
  • Penurunan berat badan.

Baca Juga: Enggak Selalu Lalat, Ini Penyebab Terjadinya Muntaber

Nah, bagi kamu yang mengalami gejala-gejala di atas dan tidak kunjung membaik, segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan dan saran medis yang tepat. Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Praktis, kan? 

Selanjutnya, bagaimana sih cara mengatasi gastroenteritis?

Cara Mengatasi Gastroenteritis

Muntaber atau gastroenteritis biasanya sembuh dalam kurang waktu satu minggu setelah terpapar virus. Namun, penyakit ini juga bisa membutuhkan waktu yang lebih lama (berminggu-minggu). Lalu, bagaimana cara mengatasi gastroenteritis?

Tujuan utama pengobatan gastroenteritis adalah memastikan tubuh memiliki cukup cairan agar tidak mengalami dehidrasi. Cairan tubuh dan elektrolit (garam dan mineral) yang hilang akibat diare dan muntah, harus diganti dengan mengonsumsi air putih. Singkat kata, perbanyak asupan air putih dan makanan bernutrisi (makan dalam porsi kecil sesering mungkin). 

Minumlah air sekitar 60 hingga 120 mL setiap 30 hingga 60 menit. Jangan mencoba meminum air dalam jumlah besar sekaligus, sebab hal ini dapat menyebabkan muntah. 

Selain air putih, pengidapnya juga bisa mengonsumsi oralit. Larutan ini mengandung mineral dan elektrolit yang dibutuhkan oleh tubuh. Meski oralit dijual bebas, pastikan menggunakannya sesuai petunjuk pemakaian. 

Ada pula hal lainnya yang mesti diperhatikan. Cara agar gejala gastroenteritis tidak semakin memburuk, hindari mengonsumsi kopi, alkohol, keju, makanan pedas, makanan berlemak atau berserat tinggi, susu, hingga yoghurt.

Jangan pula mengonsumsi jus buah, soda, atau kaldu. Cairan-cairan tersebut tidak dapat menggantikan mineral yang hilang, bahkan dapat memperburuk diare. 

Baca juga:  Manfaat Jahe untuk Mengobati Gastroenteritis

Bila pengidapnya benar-benar tidak dapat minum atau makan karena mual dan muntah, mungkin mereka memerlukan asupan cairan melalui pembuluh darah atau intravena. Ingat, meski gastroenteritis bisa sembuh dengan sendirinya, tapi segera temui dokter bila diare atau muntaber tidak membaik dalam hitungan 2-3 hari. 



Referensi:
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. Gastroenteritis - Stomach flu 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Viral Gastroenteritis (Stomach Flu). 
NHS - UK. Diakses pada 2020. Gastroenteritis