12 June 2017

Orang Tua Perlu Kenali 4 Kebiasaan Tidur Bayi

Orang Tua Perlu Kenali 4 Kebiasaan Tidur Bayi

Halodoc, Jakarta – Pola tidur pada bayi berbeda-beda dan tidak bisa diatur sesuka hati. Inilah sebabnya, banyak orang tua yang merasa kerepotan saat harus menjaga si kecil saat matahari mulai tenggelam. Terkadang, ibu dan ayah sudah merasa kelelahan namun si bayi tetap saja aktif bergerak dan tidak menunjukkan tanda-tanda mengantuk.

Namun, tahukah bahwa pola tidur pada bayi memiliki tanda tersendiri? Khususnya pada bayi yang baru lahir, orang tua perlu mengetahui empat hal berikut ini:

1. Bayi yang Terjaga Sepanjang Malam
Dilansir dari babycenter, diketahui bahwa terjaga sepanjang malam merupakan umum terjadi pada bayi. Biasanya, mereka justru akan lelap tertidur saat matahari masih tinggi. Akibatnya, ia menjadi lebih segar saat malam hari.

Namun tak perlu khawatir, kebiasaan terjaga sepanjang malam pada bayi biasanya terjadi pada si kecil hanya selama 1-2 bulan. Setelahnya, ia akan bisa mengikuti pola tidur orang tua.

Nah untuk mengatasinya, sementara waktu orang tua yang harus menyesuaikan diri dengan kebiasaan si kecil ini. Segera tidur dan beristirahat saat si kecil terlelap. Selain itu, beri “latihan” pada si kecil untuk tidur pada jamnya dengan membuat suasana ideal untuk tidur. Misalnya dengan mematikan lampu saat tidur atau menyanyikan lagu sebelum tidur. Selain itu, saat siang hari, ajak si kecil untuk melakukan aktifitas seperti membawanya merasakan sinar matahari pagi dan siang hari, mengajaknya bicara dan bermain.

2. Jadwal Tidur Bayi Sulit Diketahui
Tidak sedikit orang tua yang merasa khawatir karena si kecil tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Bayi baru lahir biasanya memiliki beberapa kali waktu tidur dalam sehari yang masing-masing waktunya sekitar 2-4 jam.

Inilah mengapa saat malam hari, bayi bisa terbangun beberapa kali meskipun popoknya tidak basah. Ada yang bisa langsung kembali tidur, ada pula yang akhirnya jadi “segar” sehingga justru malah terjaga sepanjang malam.

Pola tidur bayi yang sulit diketahui ini tidak berbahaya, orang tua hanya perlu menyesuaikan dan memberikan latihan agar ia terbiasa tidur pada malam hari.

3. Bayi Tidak Perlu Suasana Tenang
Orang tua cenderung menjaga agar suasana di sekitar bayi tenang supaya si kecil bisa lebih mudah terlelap. Namun sebenarnya, bayi tidak membutuhkan suasana tenang untuk tidur. Ini karena saat berada di dalam kandungan, ia sudah terbiasa dengan suara-suara dari tubuh ibu. Saat berada di dalam kandungan, bayi bisa mendengar bunyi-bunyian seperti detak jantung, kerja usus, pencernaan serta organ lainnya.

4. Tempat Tidur Ideal Bayi yang Berbeda
Orang dewasa tentu sudah terbiasa dengan tempat tidur yang terdiri dari selimut, bantal, dan guling. Jadi lebih baik tidak menata boks bayi dengan bantal, guling, selimut, atau boneka yang berlebihan. Bayi justru membutuhkan area tidur yang luas yang bebas dari benda-benda yang membatasi ruang geraknya. Selain itu, benda seperti bantal, boneka, dan selimut justru dapat memicu Sudden Infant Death (SID).

Kebanyakan kasus SID terjadi saat bayi sedang tidur meski dalam beberapa kasus terjadi juga pada bayi yang sadar. Bantal, selimut, dan guling dapat memicu SID karena dapat menyebabkan bayi sulit bernafas apabila tanpa sengaja menutupi jalan pernapasannya. Untuk itu, sebaiknya pilih kasur untuk bayi datar dan tidak terlalu empuk. Saat tidur bersama bayi, sebaiknya beri ruang dan jarak agar tidak tanpa sengaja membuat si kecil sulit bernafas karena tertindih oleh selimut, guling, bantal, atau bahkan saudaranya.


Untuk memastikan kondisi kesehatan si kecil setiap saat, sebaiknya selalu membicarakannya dengan dokter. Terutama mengenai pola tidur bayi yang juga berpengaruh untuk tumbuh kembangnya.

Gunakan aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter anak pilihan secara langsung. Halodoc memungkinankan untuk berkonsultasi dengan dokter melalui Video Call, Voice Call, dan Chat. Download Halodoc di App Store dan Google Play sekarang!