Orangtua, Lakukan 5 Hal Ini untuk Menghadapi Anak OCD

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Orangtua, Lakukan 5 Hal Ini untuk Menghadapi Anak OCD

Halodoc, Jakarta - Pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi hal yang harus diperhatikan oleh ayah dan ibu. Pasalnya, ini merupakan masa krusial, ketika anak bisa saja bersifat atau mengalami berbagai masalah yang tidak dikenali. Misalnya, ketika ia melakukan segala aktivitas yang sama berulang kali, atau yang kerap disapa dengan istilah OCD.

Obsessive Compulsive Disorder (OCD) adalah kondisi yang berkaitan dengan psikologis yang ditandai munculnya kecemasan terhadap sesuatu atau disebut obsesif. Kondisi ini akan membuat seseorang melakukan sesuatu hal secara berulang untuk menghilangkan kecemasan yang dialami.

Coba ibu amati perilaku sang buah hati. Anak OCD bisa diamati dengan sederhana, seperti misalnya ia berulang kali mencuci tangannya padahal tangannya telah dalam keadaan bersih. Bisa juga terlihat dengan ia berulang kali merapikan buku di dalam tasnya sebelum pergi ke sekolah. Jika demikian, ia positif mengalami OCD.

Baca juga: Kenali 4 Gejala yang Dialami Pengidap OCD

Mengatasi Anak OCD, Orangtua Harus Apa?

Anak yang mengalami OCD biasanya terganggu dengan aktivitas yang dilakukannya berulang kali. Tentu saja, ia membutuhkan bantuan kedua orangtua untuk bisa terbebas dari masalah ini. Lalu, apa yang bisa ibu dan ayah lakukan untuk mengatasinya?

  • Berikan Penjelasan

Hal pertama yang bisa ibu lakukan terkait dengan apa yang dialami Si Kecil adalah memberikan penjelasan padanya. Gunakan bahasa yang mudah dipahami, agar ia mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi pada dirinya. Namun, ibu dan ayah pun perlu membekali diri dengan informasi akurat mengenai OCD agar tidak salah memberikan penjelasan.

  • Hindari Melarang Anak Melakukan Aktivitas Berulang Tersebut

OCD sangat erat kaitannya dengan melakukan sesuatu hal secara berulang. Ini tentu akan membuat ibu dan ayah stres. Namun, ibu tidak boleh untuk melarang Si Kecil melakukannya, karena justru ia merasa terancam karena ibu dan ayah melarangnya untuk melakukan hal yang justru bisa menenangkan dirinya.

Baca juga: Benarkah Trikotilomania Berkaitan dengan OCD?

  • Ajak Si Kecil Mengenal Kondisinya dengan Sebutan Lain

Mungkin, anak tidak tahu apa itu OCD yang sedang diidapnya. Supaya ibu lebih mudah dalam memberikan pemahaman, gunakan panggilan lain yang lebih dikenali oleh anak, seperti misalnya Si Jahat, atau nama lain yang tidak disukai anak. Dengan begitu, anak akan lebih mudah mendengar saran setiap ibu menggunakan nama sapaan tersebut.

  • Hilangkan Rasa Cemas dengan Dukungan Keyakinan

Anak OCD sering merasa kurang yakin dan cemas akan suatu hal, sehingga ia cenderung akan melakukan sesuatu secara berulang hingga ia yakin dan rasa cemasnya menghilang. Ibu dan ayah bisa membantu dengan memberikan dukungan keyakinan. Misalnya, ketika Si Kecil tidak yakin dan berulang kali mengecek isi tas untuk mencari bukunya, ibu dan ayah bisa memberitahunya bahwa apa yang ia cari sudah ia letakkan di dalam tas.

Baca juga: 3 Ciri Obsessive Compulsive Disorder, Jadi Salah Satunya?

  • Dampingi Anak Kala Menjalani Terapi

Wajar bila anak merasa takut dan tidak mau diajak untuk menjalani terapi. Ini tentu saja menjadi tantangan tersendiri untuk ayah dan ibu. Cara terbaik yang bisa ibu lakukan tentu dengan membujuknya supaya ia mau menjalani terapi. Gunakan bahasa yang halus dan tidak menakuti, tentu saja dampingi ia setiap saat agar ia merasa tenang ketika menjalani terapi.

Ibu juga bisa langsung bertanya pada dokter tentang anak OCD melalui aplikasi Halodoc. Tentunya, ini jauh lebih mudah daripada ibu harus membuat janji temu dengan dokter di klinik anak. Hanya dengan download aplikasi Halodoc, ibu sudah bisa bertanya jawab langsung dengan dokter anak.