• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Orangtua Perlu Tahu, Ini Nilai Trombosit Normal pada Anak

Orangtua Perlu Tahu, Ini Nilai Trombosit Normal pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Orangtua Perlu Tahu, Ini Nilai Trombosit Normal pada Anak

Trombosit memiliki peran penting dalam penyembuhan luka, sehingga penting untuk menjaga kadarnya tetap normal. Nilai trombosit normal pada anak sama dengan orang dewasa pada umumnya, yaitu 150.000-450.000. Nilai tersebut bisa diketahui dengan melakukan cek hitung darah lengkap.

Halodoc, Jakarta – Trombosit adalah salah satu komponen dalam darah yang memiliki fungsi penting untuk menghentikan perdarahan. Jadi, bila ada salah satu pembuluh darah kamu yang robek, ia akan mengirimkan sinyal ke trombosit. Sel darah ini kemudian akan bergegas ke tempat kerusakan untuk membentuk gumpalan, sehingga darah bisa berhenti.

Oleh karena peran pentingnya tersebut, menjaga kadar trombosit tetap normal penting. Hal itu juga berlaku untuk anak-anak. Pasalnya, kadar trombosit yang rendah atau tinggi bisa menyebabkan Si Kecil mengalami gangguan kesehatan. Lantas, berapa nilai trombosit normal pada anak? Cari tahu jawabannya di sini.

Baca juga: 5 Kelainan Darah yang Terkait dengan Trombosit

Nilai Trombosit Normal pada Anak

Trombosit dibuat di sumsum tulang bersama dengan sel darah putih dan sel darah merah. Setelah dibuat dan diedarkan ke dalam aliran darah kamu, mereka bisa hidup selama 8 sampai 10 hari. Sel darah ini terlihat seperti piring kecil bila dilihat di bawah mikroskop.

Nilai trombosit yang normal pada anak adalah 150.000 hingga 450.000 trombosit per mikroliter darah. Orangtua bisa mengetahui apakah Si Kecil memiliki nilai trombosit yang normal dengan melakukan tes darah yang disebut cek hitung darah lengkap. Bila nilai trombosit rendah, anak mungkin berisiko mengalami perdarahan. Namun, bila nilai trombosit anak tinggi, gumpalan darah bisa terbentuk dan menghalangi suplai darah ke berbagai organ vital tubuh.

Apa yang Terjadi Bila Nilai Trombosit Anak Tinggi?

Bila anak memiliki nilai trombosit lebih dari 450.000, kondisi itu disebut juga trombositosis. Ada dua jenis trombositosis:

  • Trombositosis primer atau esensial, yaitu ketika sel abnormal di sumsum tulang menyebabkan meningkatnya jumlah trombosit tanpa alasan yang diketahui.
  • Trombositosis sekunder. Kondisi yang sama dengan trombositosis primer, tetapi bisa disebabkan oleh kondisi atau penyakit yang sedang berlangsung, seperti anemia, kanker, peradangan, atau infeksi.

Bila anak mengalami trombositosis, gejala yang mungkin akan mereka alami adalah terbentuknya gumpalan darah secara tiba-tiba yang bila tidak diobati bisa menyebabkan serangan jantung dan stroke. Sedangkan pada trombositosis sekunder, gejala biasanya terkait dengan kondisi yang mendasarinya.

Baca juga: Inilah Pengobatan yang Tepat bagi Pengidap Trombositosis

Apa yang Terjadi Bila Nilainya Rendah?

Bila anak memiliki nilai trombosit kurang dari 150.000, kondisi tersebut dikenal juga sebagai trombositopenia. Gejala yang bisa dialami Si Kecil mungkin termasuk mudah memar, dan sering mengalami perdarahan, baik dari gusi, hidung, maupun saluran pencernaan. Nilai trombosit anak bisa turun ketika ada sesuatu yang mencegah tubuhnya memproduksi sel darah tersebut. Penyebabnya bisa bermacam-macam, seperti mengonsumsi obat-obatan tertentu, memiliki kondisi yang diwariskan, mengidap jenis kanker tertentu (leukemia atau limfoma), atau mengalami infeksi atau disfungsi ginjal.

Trombosit adalah sel darah yang kecil tapi penting untuk membantu mengontrol perdarahan. Bila Si Kecil menunjukkan gejala, seperti mudah memar, luka yang tidak kunjung sembuh, atau sering mimisan, coba ibu bicarakan saja pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Melalui Chat, dan Voice/Video Call, dokter yang ahli dan terpercaya bisa membantu memberi diagnosis awal dan saran kesehatan yang tepat.

Baca juga: Kenali 7 Gejala Kadar Trombosit Menurun

Tips Menjaga Nilai Trombosit Anak Tetap Normal

Ibu bisa membantu anak menjaga nilai trombosit tetap normal dengan memberi berbagai macam makanan bergizi yang bisa meningkatkan jumlah trombosit. Berbagai makanan bergizi tersebut, antara lain sayuran berdaun hijau, ikan berlemak, makanan yang kaya akan zat besi, dan buah-buahan masam, seperti jeruk.

Perlu diketahui juga bahwa terlalu banyak atau terlalu sedikit trombosit, fungsi trombosit yang tidak normal, dan kondisi terkait seperti pembekuan darah, semua itu bisa diturunkan. Jadi, bila ayah atau ibu atau anggota keluarga yang lain mengalami gangguan trombosit, ada baiknya beritahukan ke dokter. Meskipun Si Kecil tidak mengalami gejala apa-apa, tetapi dokter mungkin ingin memantau kondisi anak ibu.

Itulah penjelasan tentang nilai trombosit normal pada anak. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga sebagai teman penolong untuk membantu menjaga kesehatan ibu sekeluarga.

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Stanford Children’s Health. Diakses pada 2021. What Are Platelets?
Hopkins Medicine. Diakses pada 2021. What are Platelets and Why are They Important?