• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Orangtua Perokok Bisa Tingkatkan Risiko Anak Mengidap PPOK
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Orangtua Perokok Bisa Tingkatkan Risiko Anak Mengidap PPOK

Orangtua Perokok Bisa Tingkatkan Risiko Anak Mengidap PPOK

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 16 November 2021
Orangtua Perokok Bisa Tingkatkan Risiko Anak Mengidap PPOK

“Orang dewasa yang tidak merokok berisiko lebih besar meninggal akibat gangguan paru-paru serius jika mereka dibesarkan di sekitar orangtua yang merokok. Anak-anak yang terpapar asap rokok selama 10 jam atau lebih perminggunya memiliki 27 persen peningkatan risiko kematian akibat penyakit jantung iskemik, 23 persennya mengalami peningkatan risiko kematian akibat stroke, dan 42 persennya mengalami peningkatan risiko kematian.“

Halodoc, Jakarta – Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah kondisi ketika terjadi kerusakan jangka panjang pada paru-paru yang membuatnya sulit bernapas. Kondisi ini kerap dialami perokok ataupun mantan perokok. 

Tidak hanya orang yang merokok secara langsung, tapi perokok pasif juga bisa berisiko PPOK. Terutama buat orangtua perokok perlu hati-hati karena kebiasaan tersebut bisa menempatkan anak mengidap PPOK. Informasi selengkapnya baca di sini!

Paparan dan Lingkungan Mengembangkan Kemungkinan untuk Terkena PPOK

Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh American Journal of Preventive Medicine, orang dewasa yang tidak merokok berisiko lebih besar meninggal akibat gangguan paru-paru serius jika mereka dibesarkan di sekitar orangtua yang merokok. 

Penelitian yang dilakukan oleh American Cancer Society mengambil contoh dari pengamatan pada dari 70.900 orang dewasa yang tidak merokok antara usia 50-74 tahun. Dalam penelitian tersebut menyebutkan peserta yang tumbuh dengan perokok, mereka memiliki risiko lebih besar untuk masalah kesehatan termasuk penyakit paru-paru. 

Hasil penelitian lain menunjukkan bahwa anak-anak yang terpapar asap rokok selama 10 jam atau lebih per minggunya memiliki 27 persen peningkatan risiko kematian akibat penyakit jantung iskemik, 23 persennya mengalami peningkatan risiko kematian akibat stroke, dan 42 persennya mengalami peningkatan risiko kematian. 

Para ahli telah menambahkan bahwa anak-anak yang tumbuh dengan orangtua yang merokok memiliki risiko lebih besar terkena asma, penyakit paru-paru, dan juga memiliki perkembangan paru-paru yang buruk. 

Masalah paru-paru yang dimulai pada masa kanak-kanak cenderung tetap ada saat anak-anak tumbuh dewasa. Selain itu, anak-anak yang tumbuh di sekitar perokok atau orangtua yang merokok lebih mungkin untuk menjadi perokok. 

Kenapa Rokok Bisa Memicu Risiko PPOK?

Sekitar 85 hingga 90 persen dari semua kasus PPOK disebabkan oleh merokok. Ketika sebatang rokok terbakar, ia menciptakan lebih dari 7.000 bahan kimia, dan banyak di antaranya berbahaya. Racun dalam asap rokok melemahkan pertahanan paru-paru terhadap infeksi, mempersempit saluran udara, serta menyebabkan pembengkakan di saluran udara dan menghancurkan kantung udara. Ini semua adalah faktor yang berkontribusi terhadap PPOK.

Kemudian, selain rokok apa yang kamu hirup setiap hari di tempat kerja, rumah dan di luar dapat berperan dalam mengembangkan PPOK. Paparan jangka panjang terhadap polusi udara, asap rokok dan debu, asap dan bahan kimia (yang sering berhubungan dengan pekerjaan) dapat menyebabkan PPOK.

Sebagian kecil orang bisa mengalami kondisi PPOK langka yang disebut emfisema terkait defisiensi alfa-1. Bentuk PPOK ini disebabkan oleh kondisi genetik (diwariskan) yang memengaruhi kemampuan tubuh untuk memproduksi langsung protein (Alpha-1) yang melindungi paru-paru.

Bagaimana cara menurunkan risiko terkena PPOK?

1. Jika kamu seorang perokok, berhentilah merokok. Berhenti merokok adalah satu-satunya hal terpenting yang dapat dilakukan seorang perokok untuk hidup lebih lama dan lebih sehat. 

2. Jika kamu tidak merokok, jangan coba-coba merokok. Selain PPOK, merokok dapat kanker paru-paru, penyakit jantung dan jenis kanker lainnya.

3. Hindari paparan asap rokok dan jadikan rumahmu bebas asap rokok. Kamu tidak hanya akan melindungi diri sendiri, tetapi juga keluarga. Pelajari tentang hak atas lingkungan bebas asap rokok di tempat kerja dan di tempat umum.

4. Waspadai bahaya lainnya dengan berhati-hati melindungi diri dari bahan kimia, debu, dan asap di rumah dan di tempat kerja.

Kalau kamu punya masalah kesehatan dan ingin melakukan pemeriksaan diri ke rumah sakit, kamu bisa memesannya melalui aplikasi Halodoc. Belum punya aplikasinya? Download Halodoc sekarang juga, ya!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
News Medical Life Science. Diakses pada 2021. Passive smoking exposure among kids greatly increases COPD risk late in life.
American Lung Association. Diakses pada 2021. COPD Causes and Risk Factors.