• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Orangtua Sering Bertengkar, Apa Dampaknya pada Anak?

Orangtua Sering Bertengkar, Apa Dampaknya pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Ada saja masalah yang dilalui saat mengarungi bahtera rumah tangga. Bahkan, percikan api terkadang muncul akibat masalah sepele. Sah-sah saja jika ribut besar sebelum memiliki anak. Namun jika pertengkaran terjadi setelah memiliki anak, orangtua perlu memperhatikan dampaknya. Apalagi jika anak sampai melihat langsung pertengkaran orangtua di depan mata. Ibu, ketahui dampak sering bertengkar di depan anak berikut ini:

Baca juga: Mendidik Anak Agar Tidak Cengeng, Ini Triknya

1. Anak Mengalami Trauma dengan Pernikahan

Saat bertengkar, kedua pihak orangtua sama-sama dikuasai emosi dan seketika lupa pada sekitar. Termasuk tidak menghiraukan ada anak yang menyaksikan. Jika terlalu sering melihat dan mendengar teriakan, makian, atau ujaran kebencian dari kedua orangtua, ia bisa saja menjadi trauma dan membenci pernikahan.

2. Anak Lebih Sering ke Luar Rumah untuk Mencari Kesenangan

Anak yang sering menyaksikan orangtuanya bertengkar menjadi malas berada di rumah. Ia bisa saja berpikiran jika di rumah hanya ada teriakan dan amarah, tanpa kasih sayang dan perlindungan. Hal ini sangat berbahaya, karena anak bisa saja dimanfaatkan oleh oknum tertentu.

3. Anak Tidak Menaati Aturan Rumah yang Dibuat Orangtua

Ketika terlalu sering melihat orangtua bertengkar, anak akan bingung siapa orangtua yang lebih baik dan benar. Ia tidak seharusnya memihak pada siapa, karena sudah menjadi haknya memiliki sepasang orangtua. Kebingungan tersebut bisa saja membuat ia tidak ingin menaati aturan yang dibuat orangtua, dan bersikap acuh tak acuh.

Baca juga: Anak Sulit Berteman, Orangtua Harus Apa?

4. Sulit Berkonsentrasi dan Fokus pada Studinya

Bukan hal yang tidak mungkin jika pertengkaran orangtua selalu terlintas dalam benak Si Kecil. Meskipun anak belum mengerti tentang perceraian, tetapi ia tetap memiliki ketakutan tentang perpisahan kedua orangtuanya. Jika sudah begitu, anak menjadi sulit berkonsentrasi dan fokus pada pelajaran sekolah.

5. Dihantui Rasa Takut Sepanjang Hidup

Anak akan memiliki rasa takut sepanjang hidupnya. Memperlihatkan pertengkaran di depan anak dapat memberi sugesti negatif pada anak. Bagaimana tidak, orangtua yang seharusnya menjadi tempat berlindung justru memberikan rasa takut dan ancaman.

6. Mudah Tersulut Emosi pada Hal-Hal Kecil

Dampak sering bertengkar di depan anak selanjutnya adalah, mudah tersulut emosi pada hal-hal kecil. Pada beberapa anak, ia menjadi sangat penakut dan pendiam. Jika anak tidak mendapat perawatan yang tepat, trauma bisa saja membekas dan tidak akan pernah hilang. Parahnya lagi, ia bisa saja meniru bagaimana cara orangtua bertengkar, dan melakukan hal tersebut pada temannya.

7. Kehilangan Rasa Percaya pada Siapapun

Dampak sering bertengkar di depan anak yang terakhir adalah, kehilangan rasa percaya pada siapapun. Orangtua adalah sosok terdekat anak. Jika ia sering melihat kedua orangtuanya bertengkar, bukan hal yang tidak mungkin anak merasa kecewa. Rasa kecewa tersebut akan menimbulkan rasa takut yang berujung pada tidak percaya pada siapapun.

Baca juga: Usia yang Tepat untuk Mulai Pendidikan Seks pada Anak

Itulah dampak sering bertengkar di depan anak. Jika memang terjadi masalah besar dalam rumah tangga, sebaiknya selesaikan di dalam kamar dengan suara yang pelan, agar Si Kecil tidak mendengar. Jika anak sudah terlanjur terkena dampaknya, ibu bisa memeriksakan kesehatan mental anak dengan menemui psikolog atau psikiater di rumah sakit terdekat, ya.

Referensi:
Very Well Health. Diakses pada 2021. How Parents Fighting Affects a Child's Mental Health.
Parenting First Cry. Diakses pada 2021. Impact of Parents Fighting in Front of Children.
Kid Spot. Diakses pada 2021. Why you shouldn't fight in front of your kids.