Orangtua Terpaksa Bercerai, Pastikan Anak Dapat 4 Hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Orangtua Terpaksa Bercerai, Pastikan Anak Dapat 4 Hal Ini

Halodoc, Jakarta - Ada banyak hal yang menyebabkan pasangan memutuskan untuk berpisah alias bercerai. Berbagai masalah yang dapat terjadi seperti masalah prinsip, masalah finansial, ego yang tidak bisa saling melebur, dan banyak lagi. Sayangnya, sering kali anak tidak turut menjadi pertimbangan, sehingga apa yang seharusnya ia dapatkan ketika perceraian terjadi malah terlupakan. Padahal, perceraian memiliki dampak yang besar terhadap psikologi anak. 

Ketika perceraian terjadi, bukan hanya orangtua yang patah hati namun anak-anak juga memiliki perasaan yang sama. Dunia mereka hancur berantakan, tidak ada lain kebahagiaan yang seimbang, dan hilangnya sosok-sosok yang dikagumi. Kepercayaan terhadap hubungan rumah tangga yang pastinya hilang tanpa bekas. Selanjutnya, bukan tidak mungkin anak menjadi tidak mau membina rumah tangga kala dewasa nanti. 

Apa yang Perlu Diperhatikan?

Perceraian sering menimbulkan dampak negatif bagi psikologi anak. Ada beberapa anak yang tidak dapat menerima keadaan tersebut dan memiliki perubahan besar dalam hidupnya. Orangtua harus tahu, psikologi anak menjadi perhatian penting, apalagi kalau ia mengalami trauma yang berdampak pada tumbuh kembangnya. Jadi, tidak ada salahnya untuk bertanya pada dokter ahli kejiwaan bagaimana mengatasinya, langsung saja gunakan fitur Tanya Dokter di aplikasi Halodoc

Baca juga: 6 Cara Menjelaskan Perceraian Orangtua pada Anak

Lalu, apa saja sih hak anak yang harus diperhatikan dan dipenuhi oleh orangtua yang bercerai? Berikut di antaranya:

  • Keadilan

Ada jadwal baru yang dimiliki anak setelah perceraian orangtua, yaitu waktu berkunjung ke rumah ayah dan ibunya. Tentu saja bukan perkara mudah, karena baik ayah maupun ibu ingin anak menghabiskan waktu lebih lama bersama. Namun, tidak boleh sepihak, orangtua harus tetap adil dalam pengasuhannya. Orangtua bisa menerapkan aturan bahwa anak bisa berada di rumah ibu selama satu minggu dan di rumah ayah selama satu minggu. 

  • Komunikasi

Meski ayah dan ibu telah berpisah jalan, komunikasi dengan sang buah hati harus dipertahankan. Jika anak sedang bersama ibu, ayah tidak boleh berhenti bertanya kabar, begitu pula sebaliknya. Jangan sampai salah satu dari ayah dan ibu memaksa anak untuk tidak berkomunikasi satu sama lain. Ingat, anak tetap membutuhkan orangtuanya meski tidak lagi bisa bersama. 

Baca juga: 7 Efek Buruk Perceraian Bagi Anak

  • Kepercayaan

Mungkin, ibu dan ayah takut jika harus berpisah dengan sang buah hati, sehingga muncul ego tinggi untuk memiliki seorang diri tanpa memikirkan hati yang lain. Tahukah ayah, ibu, bahwa Si Kecil memiliki ketakutan yang sama? Ia juga takut kehilangan orangtuanya. Ia takut jika memiliki ayah baru atau ibu baru, ia takut dengan kehadiran orang-orang baru dalam hidupnya. Jadi, berikan ia kepercayaan bahwa ayah dan ibu tetap milik sang anak, tetaplah orangtua yang selalu ada untuknya. 

  • Menentukan Pilihan Sendiri

Anak memiliki pilihannya sendiri, jadi jangan pernah memaksakan apa yang ibu dan ayah inginkan. Mungkin, anak lebih nyaman bersama ayahnya, bisa juga sebaliknya. Mungkin juga, anak memilih untuk hidup sendiri setelah ia beranjak dewasa. Hargai setiap keputusannya, berikan dukungan untuk setiap hal positif yang ia lakukan, atau saran dan nasihat ketika ia menemui kesulitan. 

Baca juga: Perlu Tahu, Ini Dampak Perceraian pada Kesehatan

Referensi: 
Mediate. Diakses pada 2019. Children’s Right in Divorce.
HelpGuide. Diakses pada 2019. Children and Divorce.
Our Family Wizard. Diakses pada 2019. 8 Rights Every Child Deserves After a Divorce.