Overfeeding pada Bayi, Kenali 5 Tandanya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Overfeeding pada Bayi, Kenali 5 Tandanya

Halodoc, Jakarta - Tangisan merupakan tanda alami yang dilakukan bayi, ketika mereka belum bisa berbicara dan mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Mereka akan menangis saat mereka lapar, kesal, marah, sakit, bahkan jika mereka membutuhkan perhatian. Namun, apakah ibu tahu jika menangis bisa menjadi tandai jika bayi merasa kekenyangan?

Baca juga: 5 Alasan Bayi dan Balita Lebih Sering Muntah

Hingga saat ini, kebanyakan orangtua menganggap jika menangis adalah ungkapan “lapar” dari bayi. Padahal, menangis juga bisa menjadi tanda overfeeding  pada bayi. Overfeeding sendiri dapat diartikan ketika bayi merasa kekenyangan saat ibu terlalu sering memberi ASI atau sufor dengan susu botol. Ketika terlalu sering dilakukan, udara dalam botol akan ikut tertelan, sehingga membuat bayi menelan banyak gas dan meningkatkan rasa tidak nyaman dalam perut.

Apa yang Menjadi Tanda Overfeeding pada Bayi?

Sebenarnya ketika bayi berusia 0-6 bulan, mereka tidak membutuhkan botol untuk mengonsumsi ASI, jika ibu mumpuni untuk melakukan direct breastfeeding. ASI menjadi satu-satunya nutrisi yang baik bagi bayi. Berikut tanda overfeeding pada bayi yang perlu ibu ketahui.

  • Muntah. Kondisi ini menjadi gejala umum overfeeding pada bayi, dan merupakan hal yang wajar terjadi. Mereka akan memuntahkan apa pun yang masuk ke dalam tubuhnya ketika mereka sudah merasa full.
  • Bersendawa. Sama halnya dengan orang dewasa, overfeeding pada bayi juga ditandai dengan bersendawa.
  • Perut kembung. Overfeeding pada bayi akan membuat perut mereka menjadi kembung, karena gas tertelan dalam jumlah yang berlebihan. Ketika hal tersebut terjadi, mereka akan menangis karena merasa tidak nyaman pada perutnya. 
  • Susah tidur. Sama halnya dengan orang dewasa, overfeeding pada bayi akan membuat perut mereka terasa penuh dan sesak, sehingga mereka akan sulit untuk tidur karena rasa tidak nyaman pada perutnya.
  • Sering BAB. Overfeeding pada bayi selanjutnya dapat ditandai dengan meningkatnya frekuensi buang air kecil dan BAB pada bayi. Bukan hanya itu, feses pada bayi juga akan berbau busuk.

Baca juga: 6 Gejala Penyakit Serius pada Bayi yang Perlu Diwaspadai

Untuk mencegah overfeeding pada bayi, sebaiknya ibu perhatikan tanda-tanda lapar pada mereka. Tanda lapar pada bayi akan ditunjukkan dengan mengisap jari atau menggerakkan bibir mereka ketika disentuh. Sebaiknya beri mereka makan ketika mereka merasa lapar. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, ibu dapat diskusikan langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc, ya!

Adakah Langkah Mencegah Overfeeding pada Bayi?

Setiap bayi memiliki durasi yang berbeda-beda saat menyusui. Umumnya berlangsung selama 15-20 menit. Berkaitan dengan hal tersebut, masing-masing ibu perlu memperhatikan kebiasaan bayinya masing-masing. Selain memperhatikan durasi saat menyusui, berikut tanda jika bayi sudah merasa kenyang:

  • Wajah tampak puas. Hal itu berarti ia sudah mendapatkan ASI yang cukup. Jika masih terlihat lesu dan terus menangis, kemungkinan besar ia masing merasa lapar.

  • Tidak rewel. Saat sedang lapar, biasanya bayi akan gelisah, rewel, dan menangis. Jika hal tersebut tidak terjadi, berarti bayi masih dalam keadaan kenyang.

  • Isapan melambat. Ketika merasa kenyang, ritme isapannya akan semakin melambat atau bahkan akan berhenti dengan sendirinya.

Baca juga: Kenapa Bayi Tidur Setelah Menyusui?

Untuk mencegah overfeeding pada bayi, sebaiknya ibu membuat jadwal pasti untuk menyusui. Biasanya, bayi akan merasa lapar pada waktu yang sama setiap hari dan kewajiban ibu untuk memberi mereka asupan tepat waktu. Hal tersebut dilakukan guna menghindari bayi menyusu secara berlebihan dan menyebabkan overfeeding pada bayi.

Referensi:

WebMD. Diakses pada 2020. Is My New Baby Eating Enough?

Baby Centre. Diakses pada 2020. How to Tell if Your Newborn Is Getting Enough Milk.

Fatherly. Diakses pada 2020. How to Tell If Your Baby Is Full.