Pacar Suka Melarang Kaya Milea, Apakah Termasuk Obsessive Love Disorder?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Pacar Suka Melarang Kaya Milea, Apakah Termasuk Obsessive Love Disorder?

Halodoc, Jakarta – Dalam menjalin suatu hubungan, rasa saling memiliki dan menyayangi merupakan hal yang wajar. Namun jika rasa memiliki semakin kuat, tak sadar seseorang bisa bersikap lebih posesif terhadap pasangannya. Sikap posesif inilah yang terkadang membuat hubungan menjadi tidak sehat dan menyiksa batin maupun fisik pasangannya. Seperti sikap yang ditujukan Milea terhadap Dilan.

Bagi yang sudah menonton Dilan 1991 pasti tahu sikap Milea yang lebih posesif setelah berpacaran dengan Dilan. Contohnya saat Dilan ingin berkumpul bersama teman-temannya, Milea seakan tidak suka bahkan melarangnya untuk pergi. Lantas, apakah sikap Milea tersebut termasuk ke dalam obsessive love disorder ?

Baca Juga : Bukan Jatuh Cinta, Ini Penyebab Jantung Berdebar-debar

Mengenal Obsessive Love Disorder (OLD)

OLD termasuk penyakit gangguan mental yang membuat pengidapnya terobsesi dengan satu orang. Pengidapnya akan merasa perlu untuk melindungi orang yang dia cintai secara obsesif hingga tampak mengendalikan hidup pasangannya. Jika kamu pernah atau sedang mengalami keposesifan pacar, coba kenali gejala yang mengindikasikan OLD berikut ini:

  • Tidak bisa menerima penolakan dari pasangannya, semua keinginan harus dipatuhi.

  • Cemburu tanpa alasan jelas, bahkan hanya dengan melihat pasangannya berbicara dengan lawan jenis. Biasanya ini terjadi akibat pasangan memiliki tingkat percaya diri yang rendah.

  • Mengirim pesan dan panggilan telepon berulang-ulang ke orang yang mereka sukai.

  • Kesulitan menjalin pertemanan atau mempertahankan kontak dengan anggota keluarga karena terobsesi terhadap satu orang.

  • Selalu memantau tindakan pasangan atau orang yang disukainya.

  • Berusaha mengendalikan kegiatan orang yang disukai.

Baca Juga : Begini Cara Cepat Move On Gara-Gara Ditinggal Mantan Nikah

Penyebab Obsessive Love Disorder (OLD)

Penyebab OLD belum diketahui secara pasti. Namun, penyakit ini diduga berkaitan dengan kelainan mental seperti:

  • Disinhibited social engagement disorder. Gangguan ini membuat pengidapnya bersikap terlalu ramah.

  • Reactive attachment disorder (RAD), pengidapnya sulit bergaul dengan orang lain.

  • Gangguan kepribadian ambang (borderline) yang membuat pengidapnya berubah menjadi pemarah atau bahagia secara berlebihan dalam hitungan menit.

  • Memiliki kecemburuan delusi. Gangguan ini membuat pengidapnya berpikir peristiwa atau fakta yang diyakininya benar terjadi.

  • Erotomania, pengidapnya percaya bahwa semua orang yang terkenal atau status sosialnya lebih tinggi menyukainya.

  • Obsessive-compulsive disorder (OCD) yang membuat pengidapnya berpikir negatif sehingga selalu merasa gelisah, takut, dan khawatir terhadap pasangan.

Penanganan Pengidap  Obsessive Love Disorder (OLD)

Penanganan OLD tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Obat anti-kecemasan atau antidepresan mungkin berguna untuk meringankan gejala, mengingat OLD termasuk dalam penyakit gangguan mental.  Selain konsumsi obat, terapi juga bisa dilakukan untuk membantu proses pemulihan, meliputi terapi perilaku kognitif, terapi perilaku dialektik, dan terapi bicara.

Perlu diketahui bahwa sikap posesif tidak sepenuhnya bernilai negatif. Ada batas wajar yang bisa menentukan sehat atau tidaknya suatu hubungan. Bersikap posesif terhadap pasangan sah-sah saja, asalkan tidak mengganggu bahkan sampai menyiksa pasangannya. Nah, sifat posesif yang ditujukan Milea termasuk dalam kategori wajar karena alasannya jelas. Milea takut Dilan terluka sehingga ia merasa perlu melarang Dilan melakukan hal yang bisa melukainya.

Baca Juga : Bukan Cuma Cinta, Ini 5 Bahasa Kasih untuk Ungkap Rasa Sayang

Kalau kamu punya pertanyaan lain seputar OLD, jangan ragu bertanya pada dokter Halodoc. Kamu bisa menggunakan fitur Contact Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!