• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pada Usia Kehamilan Berapa Plasenta Previa Bisa Terdeteksi?

Pada Usia Kehamilan Berapa Plasenta Previa Bisa Terdeteksi?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Pada Usia Kehamilan Berapa Plasenta Previa Bisa Terdeteksi?

Halodoc, Jakarta – Plasenta Previa merupakan salah satu gangguan kesehatan yang bisa menyerang ibu hamil alias bumil. Kondisi ini bisa didiagnosis dengan beberapa jenis pemeriksaan, salah satunya pemeriksaan USG. Lantas, apa yang menyebabkan kondisi ini bisa terjadi? Pada usia kehamilan berapa plasenta previa bisa terdeteksi? 

Plasenta previa terjadi ketika plasenta atau ari-ari berada di bagian bawah rahim. Hal itu bisa menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir. Tidak hanya itu, kondisi ini juga memicu terjadinya perdarahan hebat yang bisa terjadi sebelum atau pada saat persalinan. Ibu hamil bisa dicurigai mengidap gangguan ini jika muncul perdarahan di trimester kedua atau ketiga kehamilan.

Baca juga: Plasenta Previa, Penyebab Pendarahan pada Kehamilan

Diagnosis dan Penyebab Plasenta Previa

Gangguan ini terjadi karena ada masalah pada plasenta, yaitu organ yang terbentuk di rahim pada masa kehamilan. Plasenta berperan dalam menyalurkan oksigen dan nutrisi dari ibu kepada janin. Selain itu, plasenta juga bertugas membuang limbah dari janin. Plasenta previa terjadi ketika plasenta berada di bagian bawah rahim, sehingga menutupi jalan lahir. 

Sebenarnya, plasenta memang terletak di bagian bawah rahim, terutama pada masa awal kehamilan. Namun, seiring bertambahnya usia kehamilan, plasenta akan bergerak ke atas sehingga memberi jalan lahir. Pada bumil pengidap plasenta previa, tidak terjadi pergerakan tersebut. Posisi plasenta tetap berada di bawah rahim hingga mendekati waktu persalinan. 

Kondisi ini didiagnosis dengan beberapa prosedur pemeriksaan. Biasanya, plasenta previa sudah terlihat pada saat kehamilan memasuki trimester kedua. Kondisi ini bisa dideteksi melalui USG transvaginal, yaitu prosedur yang dilakukan dengan memasukkan alat khusus ke vagina. Tujuannya untuk melihat kondisi vagina dan rahim. USG ini adalah metode paling akurat untuk mengetahui letak plasenta. 

Baca juga: Ibu, Ketahui Faktor yang Memicu Plasenta Previa

Mendeteksi plasenta previa juga bisa dilakukan dengan USG panggul. Prosedur ini tidak berbeda jauh dengan USG transvaginal. Namun, alat untuk memeriksa hanya ditempelkan pada dinding perut untuk melihat kondisi di dalam rahim. Prosedur MRI (magnetic resonance imaging) juga bisa digunakan untuk mendiagnosis penyakit ini, tes ini bisa membantu dokter melihat posisi plasenta dengan jelas. 

Gejala khas dari kondisi ini adalah terjadinya perdarahan dari vagina, terutama pada akhir trimester kedua atau di awal trimester ketiga. Biasanya, perdarahan akan terjadi secara berulang dan darah yang keluar bisa banyak atau sedikit. Selain perdarahan, kondisi ini juga bisa menyebabkan ibu hamil mengalami kontraksi atau kram perut. 

Ibu hamil disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan bila muncul flek atau perdarahan saat hamil. Jika ragu, ibu bisa menggunakan aplikasi Halodoc sebagai pertolongan pertama. Berbicara dengan dokter dan sampaikan gejala yang muncul melalui Video/Voice Call dan Chat. Ayo, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: Mengidap Plasenta Previa Picu Perdarahan Postpartum, Mengapa?

Sayangnya, hingga kini masih belum diketahui pasti apa yang menjadi penyebab plasenta previa bisa terjadi. Namun, ada beberapa faktor yang disebut bisa meningkatkan risiko gangguan ini, di antaranya berusia 35 tahun atau lebih, merokok saat hamil, mengalami plasenta previa pada kehamillan sebelumnya, memiliki bentuk rahim yang tidak normal. Kondisi ini juga terjadi akibat posisi janin yang tidak normal, mengalami kehamilan kembar, riwayat keguguran, serta pernah menjalani operasi pada rahim, seperti kuret, pengangkatan miom, atau operasi caesar.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Placenta previa- diagnosis. 
American Pregnancy Association. Diakses pada 2020. Placenta Previa. 
Healthline. Diakses pada 2020. Low-Lying Placenta (Placenta Previa)