• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pahami Efek Samping Konsumsi Margarin Terlalu Banyak

Pahami Efek Samping Konsumsi Margarin Terlalu Banyak

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Pahami Efek Samping Konsumsi Margarin Terlalu Banyak

“Saat ini, margarin tersedia dalam berbagai bahan. Sebaiknya hindari margarin yang mengandung tinggi lemak trans. Margarin yang mengandung lemak jahat bisa menimbulkan efek samping seperti kolesterol hingga serangan jantung jika dikonsumsi berlebihan. Pastikan untuk memilih margarin dengan kandungan lemak baik.”

Halodoc, Jakarta – Tidak lengkap rasanya jika makan roti tawar tanpa margarin. Namun, jika terlalu banyak mengoleskan margarin ke roti tawar, atau mencampurkannya ke makanan lain, apakah baik untuk kesehatan? Perlu diketahui, margarin terbuat dari minyak nabati, sehingga mengandung lemak “baik” tak jenuh. Jenis lemak ini membantu mengurangi low-density lipoprotein (LDL), atau kolesterol “jahat”, jika diganti dengan lemak jenuh. 

Tapi tidak semua margarin dibuat dengan bahan yang sama, beberapa margarin mengandung lemak trans. Umumnya semakin padat margarin, semakin banyak lemak trans yang dikandungnya. Biasanya, margarin batangan memiliki lemak trans lebih banyak dibandingkan margarin lunak. 

Baca juga: Kenali 6 Makanan Sehat Kekinian yang Lezat dan Bergizi

Efek Samping Konsumsi Margarin Terlalu Banyak

Jika kamu mendapati margarin yang kandungan lemak transnya lebih tinggi, maka mengonsumsi terlalu banyak bisa meningkatkan kolesterol dan penyakit jantung. Lemak trans juga menurunkan high-density lipoprotein (HDL), atau kadar kolesterol “baik”. Berikut ini beberapa efek samping jika terlalu banyak mengonsumsi margarin:

  1. Mengandung Tinggi Asam Lemak Trans

Efek samping yang ditimbulkan margarin yaitu akibat tingkat lemak trans di dalamnya. Sebuah penelitian yang dilakukan di Harvard School of Public Health menunjukkan bahwa asam lemak trans memang meningkatkan risiko serangan jantung. 

Pada kenyataannya, risiko serangan jantung lebih dari dua kali lipat. Terutama pada mereka yang mengonsumsi banyak margarin, dan mereka yang makan paling sedikit makanan yang mengandung asam lemak trans minyak nabati. Semakin padat margarin pada suhu ruang, maka semakin banyak pula lemak trans yang dikandungnya. 

  1. Pemicu Serangan Jantung

Studi lain yang dilakukan oleh Harvard School of Public Health, orang yang makan sedikitnya tiga sendok makan margarin sehari, memiliki tingkat serangan jantung dua kali lipat dari orang yang makan kurang dari satu sendok makan sehari. Hal ini lebih buruk dibandingkan orang yang makan lemak babi atau mentega. 

  1. Meningkatkan Kolesterol

Margarin tidak hanya meningkatkan kolesterol total, tapi juga meningkatkan LDL (kolesterol jahat). Margarin juga menurunkan tingkat HDL atau kolesterol baik. 

Baca juga: 3 Resep Olahan Ikan Tenggiri yang Lezat

  1. Menurunkan Kualitas ASI

Studi menunjukan bahwa makanan yang mengandung lemak trans mempengaruhi tingkat lemak trans dalam ASI. Contohnya pada suatu studi, yang membandingkan ASI Kanada dan ASI Cina. Ditemukan bahwa ibu di Kanada memiliki 33 lebih banyak lemak trans dalam susu dibandingkan ibu di Cina. 

  1. Menurunkan Respon Kekebalan Tubuh

Perlu diketahui, mengonsumsi asam lemak trans mempengaruhi respon imun dan menurunkan efisiensi respon sel B, serta meningkatkan proliferasi sel T. Hal ini dapat menurunkan respon imun tubuh. 

  1. Menurunkan Respon Insulin

Pada kenyataannya, lemak trans dapat meningkatkan kadar insulin darah, sekaligus meningkatkan risiko diabetes. 

Sebelum membeli margarin, sebaiknya pilihlah margarin lunak dibandingkan margarin batangan. Perhatikan juga kandungannya pada kemasan, cari yang tidak mengandung lemak trans dan memiliki jumlah lemak jenuh paling sedikit. Batasi juga jumlah yang kamu konsumsi untuk membatasi kalori. 

Baca juga: Macam-Macam Sumber Makanan Sehat untuk Anak

Perlu diketahui, margarin dapat mengandung berbagai bahan. Ada produsen yang menambahkan garam dan senyawa lain ke dalam margarin untuk menjaga rasa dan tekstur. Ada juga produsen yang menggunakan minyak zaitun, minyak biji rami, dan minyak ikan dalam proses produksi. Beberapa produsen mungkin menambahan vitamin A dan garam. Namun, banyak juga jenis margarin yang bebas dari rasa dan tanpa pengawet buatan. 

Jika kamu menyukai margarin, cari tahu sebanyak-banyaknya tentang jenis dan bahan yang digunakan dalam pembuatan margarin. Pastikan untuk membaca informasi nilai gizi dalam kemasan agar mengetahui perbandingan dengan tepat. Tanyakan juga pada dokter berpengalaman di aplikasi Halodoc mengenai jenis margarin yang baik untuk kondisi kesehatanmu.

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi:
The Health Site. Diakses pada 2021. 5 reasons you should not eat margarine
Medical News Today. Diakses pada 2021. Is margarine more healthful than butter?
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Which spread is better for my heart — butter or margarine?