• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pahami Penyebab dan Cara Menghilangkan Keloid
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pahami Penyebab dan Cara Menghilangkan Keloid

Pahami Penyebab dan Cara Menghilangkan Keloid

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 27 Juni 2022

“Munculnya keloid bisa sangat mengganggu penampilan untuk sebagian orang. Ada berbagai cara menghilangkan keloid yang bisa kamu pilih, seperti teknik krioterapi, laser, hingga operasi.”

Pahami Penyebab dan Cara Menghilangkan Keloid

Halodoc, Jakarta – Keloid adalah benjolan yang muncul di permukaan kulit. Benjolan bekas luka ini bisa muncul pada bagian mana saja dari tubuh, tetapi lebih kerap ditemui pada pipi, bahu, tangan, telinga, dan dada. Keloid dikatakan lebih berisiko terjadi pada orang berusia antara 10 sampai 30 tahun. Meski demikian, keloid juga diduga bisa diwariskan secara genetik oleh orangtua.

Cara Menghilangkan Keloid

Sebenarnya, bekas luka keloid tidak menular atau bukan bersifat kanker. Artinya, kondisi ini tidak membahayakan nyawa. Namun, keloid menimbulkan bekas cukup mengganggu penampilan pada sebagian besar orang yang mengalaminya. Jika kamu termasuk salah satunya, kamu bisa coba salah satu dari beberapa cara menghilangkan keloid berikut ini:

1. Operasi

Dokter akan memotong dan mengambil luka keloid melalui prosedur operasi. Akan tetapi, metode ini bukan tidak mungkin justru memunculkan luka keloid lainnya, bahkan ukurannya bisa lebih besar dibandingkan dengan luka pascaoperasi. 

Guna menghindari hal tersebut, biasanya dokter akan menggabungkan operasi dengan prosedur medis lainnya. Contohnya memberikan suntikan steroid atau merekomendasikan terapi radiasi pada area bekas luka operasi. 

2. Krioterapi

Cara menghilangkan keloid berikutnya yang dapat kamu pertimbangkan yaitu menggunakan metode krioterapi. Prosedur ini dilakukan dengan bantuan nitrogen cair supaya luka keloid dapat membeku. Cara ini bisa membantu mengurangi ukuran benjolan keloid. Namun, risiko lainnya yang bisa terjadi adalah munculnya bekas luka pada permukaan kulit dengan warna yang lebih gelap. 

3. Lembaran atau Gel Silikon

Teknik berikutnya adalah menggunakan lembaran atau gel silikon. Gel atau lembaran ini selanjutnya akan ditempelkan pada area kulit yang terdapat keloid. Selanjutnya, gel bisa dioleskan setelah luka sembuh. Meski begitu, hasil metode ini tidak sama untuk setiap orang. Selain itu, implementasinya juga memakan waktu yang cukup lama. 

4. Laser Pulsed Dye

Selain itu, kamu juga dapat mencoba menghilangkan keloid dengan laser pulsed dye. Teknik ini diyakini efektif untuk mengecilkan ukuran keloid dan tidak meninggalkan luka kemerahan pada bekasnya. Selain itu, prosedur ini juga dipercaya minim rasa sakit dan lebih aman dilakukan. 

Akan tetapi, kamu harus mengeluarkan biaya yang cukup besar dalam satu kali pengobatan. Apalagi teknik ini tidak bisa dilakukan hanya satu kali untuk bisa memberikan hasil yang maksimal.

5. Suntik Kortikosteroid

Cara terakhir yaitu dengan suntikan kortikosteroid, prosedur yang terbilang aman dilakukan, hanya saja rasanya cukup menyakitkan. Kamu akan mendapatkan suntikan pada keloid secara rutin, biasanya satu hingga dua kali setiap bulan sampai keloid mulai mengecil. 

Perlu diperhatikan bahwa suntikan ini juga bisa menimbulkan warna kemerahan pada keloid yang sudah kempis. Tak hanya itu, bekasnya juga mungkin masih terlihat meski pengobatan sudah mengindikasikan hasil yang cukup baik. 

Mengenali Penyebab Keloid

Ketika kamu terluka ada cedera, tubuh akan membentuk fibrosa atau jaringan parut di area yang mengalami luka. Tujuannya tentu saja untuk memberikan perlindungan sekaligus membantu memperbaiki jaringan pada kulit yang mengalami kerusakan. 

Meski demikian, jaringan parut justru bertumbuh secara tidak terkendali pada keloid, sehingga ukurannya menjadi lebih besar dan lebih tebal dibandingkan dengan luka awalnya. Sebagian besar kondisi keloid terjadi karena luka berikut:

  • Luka setelah tindik.
  • Luka cakar atau gores.
  • Luka bakar.
  • Luka setelah tindakan operasi.
  • Luka bekas terserang penyakit cacar air.

Selain itu, luka keloid juga bisa terjadi karena efek vaksinasi atau jerawat pada muka yang pecah.

Nah, itulah beberapa cara menghilangkan keloid dan penyebabnya.  Apa pun cara menghilangkan keloid yang kamu pilih, sebaiknya pastikan  bertanya pada dokter terlebih dahulu. Tidak sulit, kok, karena kamu bisa tanya jawab dengan dokter secara online melalui aplikasi Halodoc. Pastikan saja kamu sudah download aplikasi Halodoc, gratis dari App Store maupun Play Store.

Referensi:
MedicineNet. Diakses pada 2022. Keloid Scar.
Healthline. Diakses pada 2022. Everything You Need to Know About Keloid Scars.
NHS UK. Diakses pada 2022. Keloid Scars.