• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pahami Risiko Melakukan Tanam Benang pada Wajah

Pahami Risiko Melakukan Tanam Benang pada Wajah

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Pahami Risiko Melakukan Tanam Benang pada Wajah

“Sekarang ini, metode perawatan kecantikan kulit wajah sudah semakin canggih. Salah satu  prosedur kecantikan yang cukup populer di kalangan wanita adalah tanam benang. Prosedur ini digunakan untuk mengencangkan kulit wajah, sehingga tampak terlihat lebih muda. Meskipun dinilai cukup aman, tetap dapat terjadi efek samping dan komplikasi akibat tanam benang.”

Halodoc, Jakarta – Memiliki kulit wajah yang kencang dan awet muda adalah impian sebagian besar wanita. Selain dengan melakukan perawatan kulit secara alami, kulit wajah yang terlihat lebih muda juga bisa didapatkan dengan melakukan tanam benang.

Prosedur kecantikan yang satu ini cukup populer di kalangan wanita yang sudah memasuki usia 30 tahunan. Meskipun tanam benang dinilai cukup aman, namun bukan berarti prosedur kecantikan tersebut tidak memiliki risiko sama sekali.

Jadi, bila kamu tertarik untuk mencoba melakukan tanam benang pada wajah, ada baiknya kamu pahami dulu efek samping apa saja yang bisa terjadi di sini.

Baca juga: Tetap Cantik dengan Metode Akupuntur Tanam Benang

Memahami Tanam Benang dan Cara Kerjanya

Tanam benang atau thread lift adalah prosedur kecantikan yang bertujuan untuk mengangkat dan membentuk bentuk wajah. Prosedur ini menggunakan jahitan medis sementara untuk menarik kulit kamu sehingga terlihat kencang. 

Bagi kamu yang mulai memperhatikan adanya tanda-tanda penuaan pada kulit wajah, kamu bisa mendapatkan manfaat besar dari perbaikan halus yang dihasilkan oleh tanam benang. Bagi orang yang tidak bisa menjalani operasi facelift karena memiliki kondisi medis yang membuat anestesi umum berisiko, tanam benang bisa menjadi alternatif yang lebih aman.   

Tanam benang bekerja dalam dua cara. Pertama, dokter akan memasang jahitan tipis yang bisa larut di bawah kulit kamu, lalu menarik kulit kamu kencang-kencang di area, seperti dahi, pipi, bawah mata, dan rahang.

Nah, kawat yang tidak terlihat dan tidak menimbulkan rasa sakit ini akan mencengkeram kulit dan memastikan benang mencengkeram jaringan dan otot di bawahnya saat ditarik kencang. Dengan begitu, kulit wajah akan terangkat dan terlihat kencang.  

Setelah itu, benang berkawat yang sudah dimasukkan akan memicu respon penyembuhan tubuh. Meskipun benang di bawah kulit tidak melukai kamu, namun tubuh akan mendeteksi bahan jahitan dan merangsang produksi kolagen di area tanam benang. Nah, kolagen bisa mengisi celah pada kulit yang kendur dan mengembalikan elastisitas yang lebih muda pada wajah kamu.

Baca juga: Kolagen Penting untuk Kecantikan, Ini Cara Meningkatkannya

Risiko Tanam Benang yang Bisa Terjadi

Tanam benang dianggap sebagai prosedur berisiko rendah, namun efek samping dan risiko komplikasi tetap ada. Meski begitu, efek samping tanam benang lebih kecil daripada prosedur operasi plastik.

Berikut ini efek samping yang tidak jarang terjadi setelah melakukan tanam benang:

  • Memar.
  • Bengkak.
  • Berdarah.
  • Sedikit rasa sakit di area suntikan benang.

Selain efek samping di atas, ada juga kemungkinan 15-20 persen terjadinya komplikasi, termasuk lesung pipit. Namun, kemungkinan komplikasi ini kecil dan bisa diperbaiki dengan mudah.

Berikut komplikasi tanam benang yang perlu diwaspadai:

  • Reaksi alergi terhadap obat bius atau bahan benang yang ditanam pada wajah.
  • Perdarahan akibat prosedur yang dilakukan di bawah kulit kamu.
  • Terbentuk ‘lesung pipit’ atau tarikan yang terlihat di tempat benang dimasukkan.
  • Migrasi atau gerakan benang yang tidak disengaja yang mengakibatkan kulit terlihat menggumpal atau menonjol.
  • Rasa sakit di bawah kulit karena benang terlalu kencang atau dipasang di tempat yang tidak tepat.
  • Infeksi di area prosedur.

Dari semua risiko tanam benang, infeksi adalah yang paling perlu diwaspadai. Segera hubungi dokter kulit kamu bila kamu mengalami:

  • Keluarnya cairan berwarna hijau, hitam, coklat atau merah di area prosedur.
  • Pembengkakan pada kulit tidak kunjung membaik setelah lebih dari 48 jam.
  • Sakit kepala persisten.
  • Demam.

Baca juga: Efek Jangka Panjang Operasi Plastik Jika Dilakukan Berulang Kali

Bila kamu masih mau bertanya-tanya mengenai prosedur tanam benang, jangan ragu untuk bertanya pada dokter kulit melalui aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa menghubungi dokter kulit Halodoc untuk minta saran kesehatan kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasinya sekarang juga.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Everything You Want to Know About a Thread Lift Procedure.