07 January 2019

Pakai BPJS, Ketahui 5 Hal Ini Lebih Dulu

pakai bpjs

Halodoc, Jakarta - Sebagai warga negara Indonesia, kita dianjurkan untuk mengikuti program pemerintah, yaitu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau yang biasa disingkat dengan BPJS. Terdapat dua jenis BPJS, yaitu BPJS ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Pemerintah telah menetapkan sebuah target pencapaian, yaitu seluruh warga negara Indonesia memiliki BPJS kesehatan pada 2011. Hal ini sesuai dengan pasal 14 Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011. Setelah mendaftarkan BPJS, setiap orang diwajibkan untuk membayar iuran sesuai dengan tingkat manfaat yang didapatkan.

Baca juga: Ini yang Harus Disiapkan Jelang Persalinan

Untuk mengetahui apa saja manfaat BPJS saat digunakan, berikut 5 fakta penting mengenai BPJS:

  1. Tidak Memiliki Syarat dan Ketentuan Khusus

BPJS berbeda dengan asuransi swasta yang pada umumnya memiliki batasan dan syarat beberapa jenis penyakit. BPJS Kesehatan dirancang untuk menanggung segala jenis penyakit. BPJS Kesehatan juga akan menanggung anggota BPJS dari seluruh jenjang usia dan semua tingkat keparahan penyakit yang diidap.

Besaran premi yang dibayarkan bukan berdasarkan usia, riwayat kesehatan, atau tingkat penyakit yang diidap, melainkan berdasarkan fasilitas kesehatan yang dinikmati. Fasilitas ini terbagi menjadi kelas 1 sampai kelas 3. Berikut ketiga jenis BPJS beserta tarifnya:

  • BPJS Kesehatan Kelas 1

Tarif BPJS kesehatan kelas 1 berkisar Rp 80.000 per bulan. Dari segi fasilitas, peserta BPJS Kesehatan kelas 1 akan mendapatkan fasilitas terbaik.

  • BPJS Kesehatan Kelas 2

Tarif BPJS Kesehatan kelas 2 berkisar Rp 51.000 per bulan. Fasilitas yang akan didapatkan oleh peserta BPJS kelas 2 ini adalah satu tingkat dibawah peserta BPJS kelas 1.

  • BPJS Kesehatan Kelas 3

Tarif BPJS Kesehatan kelas 3 wajib membayar iuran sebesar Rp 25.500 per bulan. Fasilitas kesehatan yang diterima oleh kelas ini adalah kamar inap dengan ruangan yang terdiri dari 4 sampai 6 kamar tidur.

  1. Memiliki Pola Rujukan Berjenjang

BPJS Kesehatan menganut pola rujukan berjenjang, yaitu peserta tidak dapat bebas memeriksakan diri ke rumah sakit atau fasilitas yang diinginkan. Maka dari itu, langkah pertama yang harus dilakukan, peserta harus berobat ke fasilitas kesehatan tingkat pertama yaitu puskesmas, klinik, atau dokter praktik perorangan yang bekerja sama dengan BPJS. Kemudian, apabila fasilitas kesehatan tersebut tidak sanggup mengobati, maka akan dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi atau sekelas rumah sakit.

Semua ketentuan yang diberikan BPJS Kesehatan akan tergantung pula pada tingkat keparahan penyakit yang diidap. Semakin parah penyakit, maka tim dokter juga akan merujuk rumah sakit yang lebih besar, supaya peserta bisa mendapatkan penanganan terbaik.

  1. Memiliki Jumlah Rumah Sakit yang Terbatas

Keterbatasan rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS, membuat BPJS Kesehatan sering kali harus mengantre untuk mendapatkan pelayanan. Walau begitu, kini sudah semakin banyak dokter dan rumah sakit yang melayani peserta BPJS Kesehatan.

Tidak hanya rumah sakit, kamu juga bisa mendapatkan fasilitas kesehatan melalui BPJS dengan memeriksakan diri di puskesmas. Biasanya, petugas BPJS akan memberikan daftar puskesmas, klinik, dan rumah sakit yang terdaftar melayani BPJS. Dengan begitu, kamu dapat memilih puskesmas, klinik, ataupun rumah sakit terdekat dengan daerah rumah kamu.

  1. Tidak Perlu Membayar Biaya Tambahan

Biaya pengobatan dan pemeriksaan laboratorium juga termasuk dalam layanan BPJS Kesehatan. Oleh karena itu, peserta tidak perlu membayar lagi untuk layanan tersebut, asalkan tetap sesuai dengan prosedur atau ketentuan BPJS kesehatan yang berlaku. BPJS tidak akan menanggung biaya pemeriksaan penunjang atas permintaan peserta sendiri tanpa indikasi atau tidak sesuai diagnosis penyakit yang diberikan dokter.

Baca juga: 8 Istilah Kesehatan yang Perlu Diketahui Orang Awam

  1. Ketentuan Penarikan Biaya Tambahan

Penarikan biaya terhadap peserta BPJS berlaku jika peserta meminta fasilitas lebih tinggi dari hak yang seharusnya diperoleh. Misalnya ketika peserta meminta perawatan kelas 1, sedangkan ia hanya memiliki hak BPJS kelas 2 atau 3. Oleh karena itu, peserta perlu memberitahukan hal tersebut kepada pihak BPJS Kesehatan dan petugas rumah sakit jika saat masa perawatan ia hendak menggunakan kelas yang lebih tinggi dari iuran bulanan yang ia bayar ke BPJS.

Baca juga: Pengobatannya yang Mahal, Kenali Kanker Payudara Her 2

Sebelum kamu pergi ke puskesmas atau rumah sakit untuk memeriksakan kesehatan kamu, mungkin lebih baik kamu melakukan tanya jawab terlebih dahulu dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga!