• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Panas Dalam Menyerang? Awas, Hindari 7 Makanan Ini

Panas Dalam Menyerang? Awas, Hindari 7 Makanan Ini

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Panas Dalam Menyerang? Awas, Hindari 7 Makanan Ini

“Panas dalam bukan sebuah penyakit, melainkan gejala dari penyakit tenggorokan. Penyebabnya bukan dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Namun, memang ada beberapa makanan yang bisa memperparah panas dalam. Itulah mengapa orang yang sedang panas dalam dianjurkan untuk menghindari makanan tersebut.”

Halodoc, Jakarta – Kamu tentunya sudah tidak asing lagi dengan istilah panas dalam bukan? Biasanya, orang menggunakan istilah tersebut untuk menunjukkan sejumlah ketidaknyamanan pada tenggorokan, seperti nyeri saat menelan atau rasa tidak nyaman di tenggorokan. 

Faktanya, dunia medis tidak mengenal istilah panas dalam. Kondisi yang sering digambarkan sebagai panas dalam bukan sebuah penyakit melainkan gejala dari penyakit di tenggorokan. Kondisi tersebut merupakan gejala awal dari infeksi virus atau bakteri. Lantas, apakah benar ada beberapa makanan yang dapat menyebabkan panas dalam? Berikut ulasannya.

Baca juga: Panas Dalam Menyerang? Ini yang Akan Terjadi pada Tubuh

Bukan Disebabkan oleh Makanan

Berbicara mengenai panas dalam, kondisi tersebut sering dikaitkan dengan makanan tertentu. Ada beberapa makanan yang menjadi kambing hitam ketika gejala panas dalam muncul. Banyak awam menduga, makanan tersebut merupakan penyebab panas dalam.

Di dalam ilmu pengobatan tradisional, gejala panas dalam muncul ketika seseorang mengonsumsi terlalu banyak makanan yang diolah dengan suhu tinggi atau daging serta gorengan. Di samping itu, panas dalam sering dikaitkan dengan terlalu banyak mengonsumsi durian, cokelat, atau makanan yang berbumbu pekat. Benarkah, faktanya demikian?

Jangan buru-buru menuduh makanan di atas. Sebab, hal di atas belum bisa dijelaskan secara ilmiah. Menurut National Institutes of Health, sakit tenggorokan atau faringitis (rasa tidak nyaman, sakit, atau gatal di tenggorokan) disebabkan pembengkakan pembengkakan di bagian belakang tenggorokan (faring). Faring ini terletak antara amandel dan kotak suara (laring).

Nah, kebanyakan sakit tenggorokan disebabkan oleh pilek, flu, virus coxsackie atau mono (mononukleosis). Pada beberapa kasus, sakit tenggorokan bisa disebabkan oleh bakteri, contohnya streptococcus.

Kesimpulannya, sakit tenggorokan atau panas dalam yang digambarkan oleh orang-orang, tidak disebabkan oleh konsumsi makanan tertentu. Kondisi ini disebabkan oleh serangan virus atau bakteri.

Makanan yang Perlu Diwaspadai, Dari Susu sampai Sayuran Mentah

Panas dalam memang disebabkan oleh virus atau bakteri, tapi ada beberapa makanan yang bisa membuat gejalanya semakin menjadi-jadi. Nah, bagi kamu yang mengidap sakit tenggorokan atau panas dalam, hindari makanan di bawah ini”

1.Susu

Pada beberapa orang, susu bisa mempertebal atau meningkatkan produksi lendir. Kondisi ini dapat mendorong seseorang untuk membersihkan tenggorokan lebih sering, sehingga bisa  memperparah sakit tenggorokan.

2.Makanan Pedas

Makanan pedas juga diduga dapat memperparah gejala panas dalam atau sakit tenggorokan. Oleh sebab itu, hindari makanan pedas seperti sambal, cengkeh, lada hitam, pala, hingga rempah-rempah dengan rasa pedas.

3.Makanan yang Digoreng

Makanan yang digoreng bisa menyebabkan iritasi pada tenggorokan. Tekstur makanan yang digoreng kering dan berminyak membuat tenggorokan semakin sulit untuk menelan. Hal ini yang membuat gejala panas dalam atau sakit tenggorokan semakin berkembang.

Baca juga: 8 Makanan yang Aman Dikonsumsi saat Sakit Tenggorokan

4.Buah-buahan Masam

Buah-buahan masam seperti jeruk, lemon, jeruk nipis, tomat, dan jeruk bali perlu dihindari. Buah-buahan ini dapat membuat sakit tenggorokan semakin berat. Jeruk, jus jeruk dan buah-buahan lainnya yang bersifat asam, dapat mengiritasi permukaan tenggorokan.

5.Makanan yang Renyah dan Keras

Makanan yang garing dan keras, seperti biskuit, roti kering, kacang-kacangan atau sayuran mentah sebaiknya dihindari dulu saat panas dalam, karena bisa membuat tenggorokan terasa tidak nyaman.

6.Minuman Bersoda

Bila kamu suka minuman bersoda, sebaiknya harus berhenti dulu mengonsumsi minuman tersebut saat panas dalam. Minuman bersoda yang manis bisa menyebabkan peradangan di tenggorokan, yang dapat memperparah kondisi panas dalam.

7.Alkohol

Minuman dan obat kumur yang mengandung alkohol bisa menyebabkan sensasi perih di tenggorokan. Alkohol juga menyebabkan dehidrasi, sehingga tidak baik dikonsumsi saat sedang panas dalam.

Baca juga: Perlu Tahu, Ini Cara Atasi Gejala Radang Tenggorokan

Nah, bila sakit tenggorokan menyerang, tidak usah khawatir. Kamu bisa membeli obat atau pelega tenggorokan melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu repot-repot, tinggal order saja lewat aplikasi dan pesanan obat kamu akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya sekarang juga di App Store dan Google Play.



Referensi:
ENTHealth - American Academy of Otolaryngology. Diakses pada 2021. Seven Tips to Help You Prevent a Sore Throat
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2021. Pharyngitis - sore throat
Healthline. Diakses pada 2021. What to Eat and Drink When You Have a Sore Throat
Medical News Today. Diakses pada 2021. What to Eat and Drink When You Have a Sore Throat
NDTV. Diakses pada 2021. 3 Foods To Avoid During A Bout Of Sore Throat.