• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Panduan COVID-19

Panduan COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Apa itu Virus Corona?

Coronavirus atau virus corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas ringan hingga sedang, seperti penyakit flu. Banyak orang terinfeksi virus ini, setidaknya satu kali dalam hidupnya.

COVID-19 atau dikenal juga dengan Novel Coronavirus (menyebabkan wabah pneumonia di kota Wuhan, Tiongkok pada Desember 2019, dan menyebar ke negara lainnya hingga Januari 2020.


Baca juga: Update Kasus COVID-19 di Indonesia

Langkah Cegah Penularan

Semua jenis virus, termasuk COVID-19, masih bisa aktif di luar tubuh manusia selama berjam-jam, bahkan berhari-hari. Mereka bisa menyebar melalui droplets, seperti saat bersin, batuk, atau saat pengidapnya berbicara. Desinfektan, hand sanitizer, tisu basah, gel, dan krim yang mengandung alkohol bisa digunakan untuk membunuh virus ini. Meski begitu, mencuci tangan dengan sabun adalah cara yang paling efektif untuk mencegahnya.

Physical Distancing

Tak hanya cukup mengandalkan Personal Hygiene, Physical Distancing juga tak kalah penting. Dengan diterapkannya physical distancing diharapkan masyarakat tetap bersosialisasi demi menjaga kesehatan mental, tetapi tetap menjaga jarak untuk mencegah penyebaran virus corona.

Apa yang harus dilakukan jika mengalami gejala?

Gejala Ringan

Pastikan sakitmu bukan karena virus corona. Nah, jika mencurigai diri atau anggota keluarga mengidap infeksi virus corona, atau sulit membedakan gejala COVID-19 dengan flu, segeralah tanyakan kepada dokter.

Gejala Berat

Apabila gejala COVID-19 terus berkembang atau membuat pengidapnya sakit selama proses karantina, segeralah temui dokter atau petugas medis. Mintalah saran mereka mengenai cara evakuasi yang tepat.

Kapan harus ke dokter?

Jika gejala-gejala infeksi virus corona tak kunjung membaik dalam hitungan hari, atau gejalanya semakin berkembang, segeralah tanyakan pada dokter di Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Diagnosis dan penanganan yang cepat dan tepat, bisa meningkatkan peluang kesembuhan infeksi virus tersebut. 

Mengapa perlu bertanya dulu sebelum ke rumah sakit? Setiap dokter di aplikasi Halodoc bisa memberikan diagnosis awal, kemudian bila memang diperlukan, bisa langsung melakukan rujukan ke rumah sakit untuk Corona yang terdekat dengan tempat tinggalmu.

Rapid Test

1. Apa layanan rapid test yang disediakan oleh Halodoc?

Sebagai upaya membantu pemerintah dalam menekan laju peningkatan kasus COVID-19, kini Halodoc menyediakan layanan rapid test yang bisa diakses oleh masyarakat yang tinggal di Jakarta. Pemeriksaan rapid test ini menggunakan sampel darah untuk diuji. Darah yang diambil akan digunakan untuk mendeteksi imunoglobulin, yakni antibodi yang terbentuk saat tubuh mengalami infeksi. Dengan begitu, pasien pada tahap awal infeksi dapat diidentifikasi lebih cepat.

2. Siapa saja yang berhak untuk melakukan rapid test yang disediakan oleh Halodoc?

Kamu dapat melakukan rapid test yang disediakan oleh Halodoc atas rujukan dari dokter. Umumnya, kamu yang memiliki gejala-gejala mencurigakan atau berisiko tinggi, seperti pernah berkontak langsung dengan pengidap COVID-19 akan dirujuk untuk mengikuti rapid test. Baca tahapan untuk melakukan rapid test di sini.


Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2020. 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV), Wuhan, China.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2020. Frequently Asked Questions About SARS.
IDI - Siaran Pers Ikatan Dokter Indonesia. Diakses pada 2020. Outbereak Pneumonia Virus Wuhan. 
Medscape. Diakses pada 2020. What is the role of coronavirus in the etiology of viral pneumonia?
US National Library of Medicine National Institutes of Health - Medlineplus. Diakses pada 2020. Coronavirus Infections 
WebMD. Diakses pada 2020. Coronavirus.
WHO. Diakses pada 2020. Coronavirus.