• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pantangan Makanan untuk Pengidap Kanker Paru-Paru

Pantangan Makanan untuk Pengidap Kanker Paru-Paru

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Pantangan Makanan untuk Pengidap Kanker Paru-Paru

“Saat pengidap kanker paru sedang menjalani perawatan, beberapa makanan dapat memperparah efek samping perawatannya. Beragam makanan tertentu juga perlu dihindari karena dapat menurunkan sistem kekebalan tubuhnya. Sebab, perawatan kanker seperti kemoterapi dapat merusak sel darah putih pada tubuh, yang fungsinya adalah melawan infeksi.”

Halodoc, Jakarta – Kanker paru-paru merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya pertumbuhan abnormal pada jaringan paru. Umumnya, kanker paru tahap awal tidak menunjukan gejala. Seiring berjalannya waktu, beberapa gejala dapat muncul pada pengidapnya. Misalnya seperti sulit bernapas, nyeri dada yang tak kunjung hilang, mudah lelah, hingga suara parau dapat muncul. Salah satu pengobatan utama yang diperuntukkan bagi pasien kanker paru adalah kemoterapi.

Namun, pengidap kanker paru-paru juga perlu memperhatikan pola makannya.  Terutama ketika pengidapnya sedang menjalani pengobatan kanker. Kira-kira apa saja ya makanan tersebut? Yuk simak infonya di sini!

Baca juga: 8 Komplikasi yang Terjadi Jika Terkena Kanker Paru

Ini Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Kanker Paru

Sebenarnya tidak ada daftar spesifik makanan yang harus dihindari agar kondisi kanker paru tidak semakin buruk. Pemilihan makanan untuk pengidap kanker paru-paru hampir mirip dengan menu makanan sehat pada umumnya. Misalnya seperti menghindari kelebihan garam, mengurangi asupan gula, serta menghindari makanan berlemak.

Namun, bagi pengidap kanker paru yang sedang menjalani perawatan seperti kemoterapi, makanan tertentu dapat memperburuk efek sampingnya. Sebab, sistem kekebalan tubuh akan melemah, sehingga bakteri dan kuman berbahaya yang terkandung dalam makanan dapat menyerang kesehatan lebih mudah.

Berikut ini adalah beberapa makanan yang harus dihindari pengidap kanker paru saat menjalani perawatan, antara lain:

  1. Makanan yang Dapat Memperburuk Efek Samping  

Berapa makanan patut diwaspadai dan sebaiknya tidak dikonsumsi. Sebab, makanan tersebut dapat memperburuk gejala dan ketidaknyamanan akibat pengobatan kanker paru. Misalnya seperti makanan yang terlalu berminyak atau sangat pedas. Sebab, makanan tersebut dapat menyebabkan mual dan diare pada pengidap kanker paru. Hal tersebut tentunya akan membuat pengidap kanker paru semakin tidak nyaman.

Selain itu, mengonsumsi minuman berkafein berlebihan juga perlu dihindari. Perlu diketahui bahwa kafein dapat membuat tubuh mengeluarkan banyak cairan. Hal tersebut dapat berdampak pada pencernaan, seperti menimbulkan konstipasi atau sembelit.

  1. Makanan yang Dapat Menurunkan Kekebalan Tubuh

Perawatan kanker seperti kemoterapi dapat menimbulkan berbagai efek samping. Salah satunya adalah merusak sel darah putih pada tubuh. Sementara, sel darah putih berfungsi dalam melawan infeksi. Alhasil, kuman dan bakteri dapat lebih mudah masuk ke sistem pada tubuh.

Kondisi tersebut dapat membuat kekebalan tubuh semakin lemah, terutama bila mengonsumsi makanan yang tak baik bagi kesehatan. Misalnya seperti daging mentah, daging olahan, junk food, makanan manis, dan sebagainya.

Selain itu, pengidap kanker paru-paru juga dilarang untuk menyantap hidangan yang tidak dimasak dengan baik. Pasalnya, makanan tersebut dapat membuat bakteri jahat dari makanan masuk ke dalam paru-paru. Masuknya bakteri jahat ke paru-paru dapat menyebabkan kerusakan yang lebih parah.

Namun, hal yang perlu digarisbawahi, kondisi setiap pengidap kanker paru-paru akan berbeda, tergantung dari tingkat keparahannya. Oleh sebab itu, pengidap sebaiknya mendiskusikan terlebih dahulu kepada dokter terkait makanan apa saja yang sebaiknya dihindari dan dikonsumsi.  

Baca juga: 6 Makanan Sehat untuk Mencegah Kanker Payudara

Tips Makan Saat Merasakan Efek Samping Pengobatan

Dilansir dari WebMD, beberapa efek samping umum pasca perawatan kanker paru-paru dapat muncul. Misalnya seperti mual, kurang nafsu makan, penurunan berat badan, dan dehidrasi. Agar dapat mengatasi ketidaknyamanan ini saat makan, berikut adalah beberapa tips yang dapat dilakukan, meliputi:

  • Ketika mual, konsumsi makanan dalam jumlah kecil. Bila bau makanan memicu rasa mual, pilihlah makanan hambar dan rendah lemak.
  • Makan dalam porsi kecil setiap beberapa jam sekali sehari ketika nafsu makan menurun. Misalnya seperti makan roti yang disertai selai buah-buahan. Namun, diskusikanlah terlebih dahulu kepada dokter untuk susunan menunya.
  • Konsumsi kalori yang cukup setiap harinya yang diperoleh dari makanan kaya protein seperti telur, unggas, ikan. Hal tersebut bertujuan agar penurunan berat badan secara drastis dapat dicegah.
  • Untuk mengatasi dehidrasi, konsumsi minuman berkafein harus dibatasi setidaknya 64 ons setiap hari. Selain minum air putih, minuman olahraga dan jus juga dapat dikonsumsi untuk mengembalikan cairan yang hilang.

Baca juga: Tindakan Medis yang Dilakukan untuk Atasi Kanker Paru

Nah itulah beberapa makanan pantangan yang harus dihindari bagi pengidap kanker paru-paru saat menjalani perawatan seperti kemoterapi. Apabila kamu merasakan gejala seperti mual, mudah lelah, dan nyeri dada yang tak kunjung membaik, segeralah periksakan diri ke dokter. Sebab, bisa saja keluhan tersebut adalah gejala awal dari kanker paru-paru.

Melalui aplikasi Halodoc, kamu dapat menghubungi dokter spesialis untuk bertanya terkait keluhanmu. Lewat fitur chat/video call secara langsung pada aplikasinya. Jika pemeriksaan fisik dibutuhkan, kamu juga dapat membuat janji di rumah sakit pilihanmu. Tanpa perlu mengantri atau menunggu berlama-lama. Jadi tunggu apa lagi? Yuk download aplikasi Halodoc sekarang!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

 Referensi: 

WebMD. Diakses pada 2021. Foods to Avoid With Lung Cancer
WebMD. Diakses pada 2021. Best Foods for Lung Cancer
American Lung Association. Diakses pada 2021. Nutrition and Lung Cancer Treatment
American Lung Association. Diakses pada 2021. Nutrition and Lung Cancer Side Effects