Pantangan yang Harus Ditaati Pengidap Sindrom Gilbert

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
pantangan-yang-harus-ditaati-pengidap-sindrom-gilbert-halodoc

Halodoc, Jakarta – Sindrom Gilbert merupakan gangguan pada organ hati di mana hati tidak dapat memproses bilirubin indirek dengan baik, sehingga kadar bilirubin dalam darah meningkat drastis. Karena sindrom Gilbert merupakan penyakit turunan, penyakit ini tidak bisa dicegah. Meski demikian, pengidap bisa mencegah meningkatnya kadar bilirubin dalam darah dengan menaati sejumlah pantangan. Yuk, simak penjelasannya lebih lanjut di sini. 

Bilirubin indirek adalah pigmen berwarna kuning kecokelatan yang terbentuk dari hasil pemecahan sel darah merah oleh limfa. Itulah mengapa saat mengidap sindrom Gilbert, pengidap bisa mengalami penyakit kuning, meskipun kondisi organ hati pengidap sebenarnya normal dan tidak ada masalah.

Sindrom Gilbert dikenal juga sebagai disfungsi hati konstitusional. Penyakit ini terjadi akibat dari mutasi gen yang diturunkan dari orangtua. Namun, sindrom Gilbert kadang-kadang tidak disadari oleh pengidapnya sampai ditemukan secara tidak sengaja melalui pemeriksaan darah yang menunjukkan kadar bilirubin yang tinggi.

Baca juga: Pemeriksaan Medis untuk Mendiagnosis Sindrom Gilbert

Penyebab Sindrom Gilbert

Penyebab utama sindrom Gilbert adalah gen abnormal yang diturunkan dari orangtua. Gen ini biasanya mengendalikan enzim yang membantu memecah bilirubin di hati. Namun, pada pengidap sindrom Gilbert, gen ini tidak bekerja secara efektif, sehingga tidak menghasilkan enzim yang cukup. Akibatnya, jumlah bilirubin dalam darah kamu menjadi tinggi.

Walaupun sindrom Gilbert diturunkan sejak lahir, tetapi sindrom ini biasanya tidak disadari sampai pengidap menginjak masa pubertas. Hal ini karena produksi bilirubin semakin meningkat selama masa pubertas. Kamu berisiko lebih tinggi mengalami sindrom Gilbert bila memiliki kedua orangtua yang membawa gen penyebab kelainan. Selain itu, kebanyakan pengidap sindrom Gilbert adalah pria.

Baca juga: Ketahui 7 Gejala yang Menandakan Munculnya Sindrom Gilbert

Pengobatan untuk Sindrom Gilbert

Sindrom Gilbert merupakan jenis penyakit ringan yang tidak membutuhkan pengobatan khusus. Kadar bilirubin dalam darah kamu dapat berfluktuasi dari waktu ke waktu dan kamu mungkin kadang-kadang akan mengalami penyakit kuning, tetapi kondisi tersebut biasanya bisa sembuh dengan sendirinya tanpa efek buruk. Untuk membantu menurunkan kadar bilirubin yang tinggi dalam darah, dokter bisa meresepkan obat phenobarbital untuk pengidap.

Pantangan Bagi Pengidap Sindrom Gilbert

Ada beragam pantangan yang perlu ditaati pengidap untuk mencegah meningkatnya kadar bilirubin dalam darah, antara lain:

  • Diet Rendah Kalori

Pengidap sindrom Gilbert dilarang menjalani diet rendah kalori, sebaiknya jadwal makan tetap dijaga seperti biasa. Selain itu, hindari juga berpuasa atau melewati waktu makan karena bisa memicu kambuhnya gejala sindrom Gilbert.

  • Kurang Minum

Dehidrasi juga bisa menjadi pemicu kambuhnya gejala sindrom Gilbert. Karena itu, pengidap sindrom turunan ini dianjurkan untuk memperbanyak konsumsi cairan guna mencegah dehidrasi.

  • Stres

Pengidap sindrom Gilbert juga dianjurkan untuk menghindari stres, karena bisa memperburuk kondisi penyakit. Jadi, carilah cara untuk mengendalikan stres yang dirasakan. Kamu bisa berolahraga, melakukan meditasi, atau mendengarkan musik untuk meredakan stres.

Baca juga: Benarkah Yoga Ampuh Mencegah Sindrom Gilbert?

  • Latihan Fisik yang Berat dalam Waktu Lama

Pengidap sindrom Gilbert sebaiknya tidak melakukan olahraga yang berat dalam waktu lama. Sebaliknya, lakukanlah olahraga ringan atau sedang secara rutin, setidaknya 30 menit setiap hari.

  • Mengonsumsi Alkohol

Pantangan pengidap sindrom Gilbert selanjutnya adalah mengonsumsi alkohol. Hal ini karena konsumsi alkohol dapat mengganggu fungsi organ hati. Jadi, sebaiknya batasi mengonsumsi minuman beralkohol.

Itulah beberapa pantangan yang perlu ditaati pengidap sindrom Gilbert agar gejala sindrom bisa dikendalikan. Bila kamu ingin melakukan pemeriksaan terkait gejala sindrom Gilbert yang kamu alami, langsung saja buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Gilbert’s Syndrome – Diagnosis and Treatment.