Paparan Merkuri Sebabkan Lichen Planus, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Paparan Merkuri Sebabkan Lichen Planus, Benarkah?

Halodoc, Jakarta - Terdapat puluhan penyakit yang berkaitan dengan peradangan pada tubuh. Salah satunya lichen planus. Penyakit ini tergolong langka, kira-kira terjadi pada 1 dari 5000 orang.

Lichen planus merupakan peradangan pada kulit, rambut, kuku, dan selaput lendirnya. Seseorang yang terserang lichen planus pada bagian kulit akan mengalami ruam dan rasa gatal. 

Sementara itu, mereka yang terserang pada bagian mukosa (mulut atau vagina) lain lagi gejalanya. Lichen planus akan menimbulkan bercak putih yang kadang terasa nyeri. Nah, segeralah temui dokter bila mengalami gejala-gejala di atas. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter  melalui aplikasi Halodoc.

Hal yang perlu diingat, lichen planus bukanlah penyakit genetik, tetapi bukan pula penyakit infeksi atau penyakit menular. Pertanyaannya, apa penyebab dari lichen planus? Benarkah paparan merkuri bisa memicu penyakit ini? 

Baca juga: 3 Pemeriksaan untuk Diagnosis Lichen Planus

Hipersensitif Merkuri

Sayangnya sampai kini penyebab lichen planus masih belum diketahui dengan pasti. Namun, penyakit ini berkaitan erat dengan sistem imun. Sebab, lichen planus merupakan penyakit autoimun, yaitu sel-sel kekebalan tubuh menyerang kulit dan selaput lendir menimbulkan reaksi peradangan. 

Namun, terdapat kecenderungan faktor genetik dan kondisi tertentu yang dapat memicu terjadinya lichen planus. Contohnya, hepatitis C dan beberapa jenis obat-obatan tertentu walaupun mekanismenya masih belum jelas.

Kembali ke pertanyaannya di atas, benarkah paparan merkuri bisa memicu terjadinya lichen planus? 

Memang ada dugaan kalau paparan logam merkuri, seperti melalui tambalan gigi bisa memicu terjadinya lichen planus. Bahan yang berfungsi untuk menambal gigi berlubang, zat amalgam mengandung campuran berbagai logam, salah satunya merkuri. 

Nah, menurut hasil studi yang dipublikasikan pada US National Library of Medicine - National Institutes of Health, efek toksik lokal dari amalgam memang bisa memicu terjadinya oral lichenoid lesions (OLLs)/ lichen planus oral. OLL terhadap amalgam diakui sebagai reaksi hipersensitif terhadap paparan merkuri tingkat rendah. Pada dasarnya, merkuri yang terdapat dalam amalgam memang terbilang amat rendah. 

Nah, para ahli di sana sepakat, prosedur tambal gigi menggunakan amalgam, sebaiknya tidak dilakukan pada mereka yang rentan mengalami lichen planus oral. Studi tersebut menyimpulkan tidak ada bukti bahwa paparan merkuri pada amalgam menimbulkan risiko kesehatan serius pada tubuh.

Akan tetapi, mereka yang terbilang hipersensitif terhadap logam tersebut, mungkin bisa mengalami masalah kesehatan, salah satunya lichen planus oral. 

Baca juga: Ketahui 5 Pencegahan dari Kondisi Lichen Planus

Bukan Cuma Paparan Merkuri

Hal yang perlu digarisbawahi, selain merkuri terdapat beberapa faktor lainnya yang bisa memicu terjadinya lichen planus. Misalnya: 

  • Merokok.

  • Konsumsi alkohol yang berlebihan.

  • Kebersihan mulut yang buruk.

  • Penyakit viral, seperti hepatitis C.

  • Penggunaan obat-obatan darah tinggi, obat anti-malaria (Hidroksiklorokuin dan klorokuin), obat golongan penghambat pompa proton untuk pengobatan gangguan lambung, anti-nyeri golongan antiinflamasi nonsteroid (ibuprofen).

  • Orang yang mendapatkan vaksin influenza.

  • Faktor genetik, beberapa pengidap LP memiliki antigen leukosit manusia B7 (Human leukocyte Antigen B7 — HLA-B7.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Lichen Planus
US National Library of Medicine - National Institutes of Health. Diakses pada 2019. Oral Lichenoid Contact Lesions to Mercury and Dental Amalgam—A Review
WebMD. Diakses pada 2019. Oral Lichen Planus: Symptoms, Causes, and Treatments.