• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Parenting yang Tepat bagi Orangtua dengan Anak Difabel

Parenting yang Tepat bagi Orangtua dengan Anak Difabel

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta – Merawat dan membesarkan anak berkebutuhan khusus, atau lebih populer dengan sebutan anak difabel, menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua. Sebab dibanding pada anak normal, orangtua dengan anak difabel harus bisa lebih mengerti dan memahami setiap hal yang dilakukan anak. Selain itu, orangtua juga perlu menjaga stok sabar tetap penuh, ketika mengajarkan anak untuk melakukan sesuatu.

Dalam mengasuh anak difabel, kedua orangtua perlu bekerjasama dengan baik. Jika terkadang ibu merasa frustasi dalam mengasuh sang buah hati, ayah perlu berperan dalam mendukung dan membantu ibu. Begitu pula sebaliknya.

Baca juga: Cara Tepat Pilih Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus

Penting untuk diperhatikan juga bahwa orangtua harus mengerti kondisi anak difabel dan ketidakmampuan yang dimilikinya. Untuk itu, orangtua harus berkonsultasi dengan dokter dan mempelajari setiap perilaku Si Kecil, karena biasanya ada kondisi dan kemampuan yang berbeda-beda dari setiap anak difabel.

Agar lebih mudah, orangtua perlu download aplikasi Halodoc di ponsel, untuk berkonsultasi dengan dokter lewat chat, kapan dan di mana pun membutuhkan saran terkait kondisi Si Kecil. Tak hanya dokter, di aplikasi Halodoc ada banyak juga psikolog anak yang siap membantu, jika orangtua membutuhkan saran pengasuhan yang tepat untuk anak difabel.

Tips Pengasuhan untuk Anak Difabel

Berbeda dengan anak-anak seusianya, anak difabel biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengetahui dan mempelajari sesuatu. Di sinilah kesabaran orangtua diuji. Namun, janganlah menyerah. Teruslah bersabar dalam membimbing anak dalam belajar berbagai hal. Berikut beberapa tips yang bisa dicoba, untuk membantu anak difabel mempelajari sesuatu:

1. Ajari Anak untuk Mengerti Ucapanmu

Pada kebanyakan kasus, anak difabel yang mengalami kesulitan belajar juga mengalami kesulitan mempelajari bahasa. Dalam hal ini, mereka memiliki kesulitan untuk mengartikan bahasa, menyimak, dan mengikuti petunjuk. Oleh karena itu, orangtua sebaiknya membatasi jumlah kata yang digunakan dalam memberi petunjuk pada Si Kecil, atau menggunakan bentuk kalimat yang sederhana.

Baca juga: Inilah Langkah Terapi Okupasi pada Anak Berkebutuhan Khusus

Jika dirasa ada beberapa tahap yang perlu ditempuh anak untuk melakukan sesuatu, jelaskanlah satu per satu tahapannya dengan kalimat yang sederhana. Hindari penggunaan kata atau kalimat yang panjang dan kompleks. Sebab hal ini dapat menyulitkan anak untuk mengerti apa yang kamu bicarakan. Jangan lupa untuk menatap matanya dengan lembut ketika berbicara padanya.

2. Kurangi Ketidakteraturan dalam Hidup Anak

Anak difabel biasanya mengalami kesulitan untuk membedakan waktu dan tempat. Tak hanya itu, mereka juga kerap membuat ruangan berantakan. Jadi, sebaiknya hindari memberi semua mainan pada anak ketika bermain, dan berilah 2 atau 3 jenis mainan saja.

Hal ini akan melatih mereka untuk membuat pilihan. Namun, jika anak sudah dirasa mampu, orangtua bisa libatkan anak dalam rutinitas sehari-hari dan ajak ia untuk merencanakan sesuatu. Hal ini dapat membantu Si Kecil untuk belajar mengatur waktu dan membuatnya lebih aktif.

Baca juga: Mengenal Kemampuan Regulasi Diri pada Anak

3. Ajak Anak Bersosialisasi

Selain mengalami kesulitan berbahasa, anak difabel juga biasanya akan sulit untuk bermain dengan teman-temannya. Hal ini karena mereka tidak bisa membaca ekspresi wajah, gerak tubuh, dan nada bicara orang lain. Oleh karena itu, orangtua perlu memulainya dengan mengajarkan mana yang tepat dan tidak tepat untuk dikatakan, serta bagaimana membaca ekspresi dan gerak tubuh.

4. Tumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak

Tak jarang dari anak berkebutuhan khusus yang merasa tidak percaya diri. Oleh karena itu, orangtua harus bantu tumbuhkan rasa percaya dirinya, dengan banyak memberikan pujian serta komentar positif pada anak, bahkan pada hal-hal yang kecil. Hal ini dapat membuat rasa percaya diri anak tumbuh dan membuatnya merasa diberi dukungan penuh oleh orangtuanya.

Referensi:
NHS Choices UK. Diakses pada 2019. Tips for Caring for A Disabled Child.
Learning Disabilites Association of America. Diakses pada 2019. Parenting Children with Learning Disabilities, ADHD, and Related Disorders.