• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Parkinson Bisa Memicu Masalah Menelan, Apa Sebabnya?

Parkinson Bisa Memicu Masalah Menelan, Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Parkinson Bisa Memicu Masalah Menelan, Apa Sebabnya?

“Penyakit Parkinson merupakan kelainan pada sistem saraf yang berpengaruh pada gerakan atau motorik tubuh. Masalah kesehatan ini akan terus memburuk seiring waktu sehingga disebut sebagai penyakit progresif.”

Halodoc, Jakarta – Penyakit Parkinson terjadi saat sel saraf pada salah satu bagian otak tidak berfungsi atau mati sehingga mengakibatkan terganggunya produksi dopamin, yaitu bahan kimia pada otak yang bertugas mengontrol gerakan otot.

Hal ini mengakibatkan penurunan pada gerakan otot sehingga pengidap akan kesulitan bicara, berjalan, hingga mengalami masalah koordinasi dan keseimbangan. 

Sayangnya, masalah kesehatan ini bisa dibilang tidak bisa sepenuhnya disembuhkan. Meski begitu, pengidap bisa mengikuti arahan dokter dalam melakukan pengobatan sehingga gejala pun bisa dikurangi dan pengidap bisa mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Sebab, komplikasi yang terjadi apabila penyakit Parkinson tidak ditangani bisa dibilang sangat serius. 

Sebagian besar pengidap penyakit Parkinson mengalami gejala saat berusia 50 tahun atau lebih. Meski demikian, ada 1 dari 20 orang yang mengidap masalah kesehatan ini mengaku mendapat gejala ketika berusia kurang dari 40 tahun. Pun, laki-laki lebih berisiko mengidap kondisi ini dibandingkan dengan wanita. 

Baca juga: Apakah Penyakit Parkinson Termasuk Berbahaya?

Penyakit Parkinson dan Susah Menelan

Lalu, mengapa penyakit Parkinson diduga bisa memicu masalah menelan? Sederhana saja, masalah kesehatan ini sangat berpengaruh terhadap kemampuan gerak atau motorik pengidapnya. Tentunya, selain berjalan dan berbicara, kemampuan motorik ini juga termasuk makan dan menelan. 

Setiap orang memang memiliki risiko untuk mengalami penyakit Parkinson. Akan tetapi, mereka yang berusia lebih dari 50 tahun lebih berisiko mengidap masalah kesehatan ini. Risiko juga lebih rentan terjadi pada orang-orang yang memiliki riwayat penyakit Parkinson dalam keluarga, mengalami cedera pada kepala atau cedera otak traumatis, dan lebih sering terpapar racun atau logam. 

Sebenarnya, Apa yang Menyebabkan Terjadinya Penyakit Parkinson?

Penyakit Parkinson terjadi saat neuron atau sel saraf pada otak yang disebut substantia nigra mengalami gangguan atau tidak berfungsi sepenuhnya. Pasalnya, bagian otak satu ini berperan penting dalam membuat dopamin sekaligus memegang kendali gerakan pada tubuh. Apabila sel mengalami gangguan atau mati, tentu produksi dopamin pun akan mengalami gangguan sehingga timbul masalah pada motorik tubuh. 

Baca juga: Benarkah Penyakit Parkinson Tidak Dapat Disembuhkan?

Meski begitu, apa yang menyebabkan terganggunya sel saraf ini belum diketahui dengan pasti. Para peneliti menduga bahwa gabungan antara genetik dan lingkungan turut berperan menjadi penyebab penyakit Parkinson. Tak hanya itu, para ahli juga berasumsi bahwa terjadi banyak perubahan pada otak pengidap penyakit Parkinson, meski tidak jelas apa penyebabnya. Perubahan ini termasuk munculnya body lewy, gumpalan tertentu dalam otak yang menjadi tanda mikroskopis penyakit ini, lalu munculnya A-synuclein, protein alami yang menyebar dalam body lewy

Adakah Pengobatan yang Bisa Dilakukan?

Tidak ada metode pengobatan tertentu yang bisa menyembuhkan penyakit Parkinson secara spesifik. Beberapa metode pengobatan hanya membantu meringankan gejalanya sehingga pengidap bisa memiliki hidup yang lebih baik. Pengobatannya termasuk pembedahan atau prosedur Deep Brain Stimulation atau DBS yang dilakukan dengan cara menanamkan implan elektroda pada otak lalu dihubungkan dengan alat listrik berukuran kecil yang dipasang di bagian dada. 

Baca juga: Tahap-Tahap Penyakit Parkinson yang Perlu Diketahui

Pengobatan lainnya yaitu konsumsi obat yang berfungsi untuk meningkatkan atau sebagai pengganti dopamin yang hilang sehingga gejala yang muncul bisa berkurang, terutama masalah gerak dan koordinasi tubuh. Jenis pengobatan terapi, seperti terapi okupasi, wicara, dan fisik juga bisa menjadi pilihan pengobatan penyakit Parkinson. 

Jadi, jangan abaikan jika kamu mengalami masalah susah menelan atau sering tremor. Segera tanyakan pada dokter agar kondisi yang kamu alami bisa segera ditangani. Supaya lebih mudah, kamu bisa download aplikasi Halodoc di ponselmu. Kapan saja, kamu bisa chat atau video call dengan dokter untuk bertanya jawab seputar masalah kesehatan yang sedang kamu alami. 

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi:

MedlinePlus. Diakses pada 2021. Parkinson’s Disease.

Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Parkinson’s disease.

NHS. Diakses pada 2021. Parkinson’s disease.