• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Paru-Paru Bermasalah, Kapan Sebaiknya ke Dokter?

Paru-Paru Bermasalah, Kapan Sebaiknya ke Dokter?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Paru-Paru Bermasalah, Kapan Sebaiknya ke Dokter?

Halodoc, Jakarta - Sudah tahu betapa pentingnya peran paru-paru dalam tubuh kita? Organ ini menukar oksigen dari udara dengan karbon dioksida dari darah, melindungi jantung, tempat penampung darah, hingga mengatur keseimbangna pH darah. Paru-paru juga terlibat dalam hal peredaran darah di dalam tubuh. Sangat vital bukan fungsinya?

Sayangnya, sama seperti organ-organ di tubuh lainnya, paru-paru bisa mengalami berbagai masalah. Hati-hati, ketika paru-paru terserang penyakit, maka organ ini tidak lagi efektif atau mampu menjalankan fungsi-fungsi di atas.

Nah, pertanyaannya kapan sebaiknya ke dokter umum atau dokter paru ketika paru-paru mengalami masalah? 

Baca juga: Ini 5 Penyakit pada Paru-Paru yang Perlu Diwaspadai

Melihat dari Kondisi dan Gejalanya

Terdapat berbagai penyakit yang bisa menyerang paru-paru. Mulai dari pneumonia, Tuberkulosis (TB), hingga bronkitis. Hati-hati, penyakit paru-paru tersebut bisa menimbulkan komplikasi serius yang membahayakan. Oleh sebab itu, segera temui dokter umum atau dokter paru bila mengalami penyakit-penyakit tersebut.

Dokter paru atau dokter spesialis paru merupakan dokter ahli yang khusus menangani penyakit dan gangguan pada paru, dan saluran pernapasan bagian bawah.

Dokter paru bertugas mendiagnosis dan menentukan jenis pengobatan yang tepat untuk berbagai masalah pada sistem pernapasan. Sama halnya dengan dokter umum, dokter paru bisa bekerja secara mandiri (praktik pribadi) atau bekerja di suatu rumah sakit.

Lantas, kembali ke pertanyaan di atas, kapan sebaiknya kita menemui dokter umum atau dokter paru ketika paru-paru bermasalah? Ringkasnya, bila tubuh mengalami masalah yang berkaitan dengan paru-paru dan tak kunjung membaik, tak ada perbaikan meski sudah diobati, atau gejalanya semakin berkembang, maka kita perlu segera memeriksakan diri ke dokter. 

Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter umum atau dokter paru melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Baca juga: Jangan Sepelekan Penyakit Paru-Paru Basah! Ini Ciri & Tips Mencegahnya

Gejala yang Perlu Diamati

Seperti penjelasan di atas, penyakit pada paru-paru cukup beragam. Nah, masing-masing penyakit bisa menimbulkan gejala yang berbeda-beda. Menurut National Institutes of Health dan National Health Service - UK, segera temui dokter bila mengidap penyakit di bawah ini dan mengalami keluhan atau gejala, seperti:

  1. Pneumonia
  • Batuk yang mengeluarkan lendir berdarah atau berwarna karat.
  • Keluhan pernapasan yang semakin parah.
  • Nyeri dada yang semakin parah saat batuk atau bernapas.
  • Napas cepat atau nyeri.
  • Berkeringat pada malam hari atau penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan.
  • Sesak napas, menggigil, atau demam terus-menerus.
  • Memburuknya gejala setelah perbaikan awal.

2.TB

  • Kamu mengira atau tahu kamu pernah terkena TB.
  • Kamu mengembangkan gejala TB (kesulitan bernapas, sakit dada, batuk biasa atau disertai lendir, batuk darah, berkeringat berlebihan pada malam hari, demam).
  • Gejala masih berlanjut meskipun sudah diobati.
  • Gejala baru berkembang.

3.PPOK

Segeralah temui dokter umum atau dokter paru bila gejala tidak membaik meski telah diobati, atau menjadi semakin buruk, atau jika:

  • Gejala infeksi seperti demam atau perubahan dahak.
  • Mengalami kebiruan yang parah pada bibir atau bantalan kuku (sianosis).
  • Detak jantung yang cepat, 
  • Merasa sulit berkonsentrasi.

Baca juga: Kenali Gejala Penyakit Paru Obstruktif Kronis

4.Bronkitis

  • Batuk parah atau berlangsung lebih dari 3 minggu.
  • Mengalami demam selama lebih dari 3 hari. Kondisi ini mungkin tanda flu atau kondisi yang lebih serius, seperti pneumonia.
  • Batuk lendir dapat disertai dengan bercak darah.
  • Memiliki penyakit jantung atau paru-paru yang mendasari, seperti asma, gagal jantung, atau emfisema.
  • Napas menjadi lebih sesak.
  • Telah berulang kali mengalami bronkitis


Nah, bila mengalami gejala-gejala di atas, segeralah temui dokter umum atau dokter paru untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Untuk menemui dokter paru, kamu bisa kok memeriksakan diri ke rumah sakit pilihan. Sebelumnya, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di rumah sakit. Praktis, kan? 



Referensi:
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2021. Pulmonary tuberculosis
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2021. Pneumonia
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. COPD
National Health Service - UK. Diakses pada 2021. Bronchitis