• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pasangan Miliki Gangguan Paranoid, Bagaimana Cara Menghadapinya?

Pasangan Miliki Gangguan Paranoid, Bagaimana Cara Menghadapinya?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Pasangan Miliki Gangguan Paranoid, Bagaimana Cara Menghadapinya?

Halodoc, Jakarta - Gangguan kepribadian paranoid termasuk kedalam jenis gangguan kepribadian eksentrik. Artinya, perilaku orang tersebut mungkin tampak aneh atau tidak biasa bagi orang lain. Seseorang yang mengalami gangguan paranoid bisa punya kecurigaan yang sangat besar terhadap orang lain. Mereka selalu punya pikiran dan percaya bahwa orang lain ingin menyakiti atau memanfaatkan mereka. 

Gangguan paranoid biasanya muncul di awal masa dewasa. Menurut Cleveland Clinic, kondisi ini tampaknya lebih sering dialami pria daripada wanita. Karena kurangnya rasa percaya dan selalu curiga, bagaimana cara menghadapi pasangan yang mengidap kondisi ini? Begini tipsnya. 

Baca juga: Mitos Tentang Gangguan Paranoid yang Harus Diluruskan

Tips Menghadapi Pasangan yang Memiliki Gangguan Paranoid

Hidup dengan orang yang mengidap gangguan paranoid tentunya membutuhkan kesabaran, kasih sayang, dan batasan pribadi yang kuat. Dikutip dari Everyday Health, berikut sejumlah tips yang bisa kamu lakukan saat menghadapi pasangan yang memiliki gangguan paranoid :

  • Dorong pasangan untuk menjalani pengobatan. Ketidakpercayaan yang dialami pengidap gangguan paranoid membuat mereka sulit untuk menjalani pengobatan. Namun, cobalah untuk tetap mendorongnya agar mau meminum obat dan menjalani terapi. 
  • Bicara dengan kata-kata sederhana, tetapi jelas. Kalimat sederhana dan kata-kata yang tidak ambigu mengurangi kemungkinan disalahtafsirkan oleh pasangan.
  • Menerima kekurangannya, tetapi tetap tegas. Delusi yang dialami pengidap gangguan paranoid bisa terasa sangat nyata. Oleh sebab itu, sebagai pasangan jangan coba berkonfrontasi dengan tentang keyakinan mereka atau berupaya agar ia melihat realitas. Coba bicara kepadanya bahwa kamu menghormati keyakinannya, tetapi jangan berpura-pura mengabaikannya. Jujurlah tentang persepsi kamu sendiri.
  • Menawarkan klarifikasi. Bantu pasangan untuk mengatasi kecurigaan dan ketidakpercayaannya dengan mendorongnya untuk menyuarakan pikirannya. Kemudian, jelaskan tindakan yang kamu lakukan dengan cara yang netral dan tidak defensif.
  • Hindari pemicu. Gejala dapat meningkat dalam keadaan baru atau stres. Berikan informasi yang cukup agar pasangan dapat lebih siap untuk perubahan dan mencegah kemungkinan gejala menjadi semakin memburuk.
  • Buat ia sadar akan kemampuannya. Seseorang yang mengalami gangguan paranoid sering kali merasa sangat cerdas dan bisa segala-galanya. Coba sadarkan dia sebagai pribadi yang utuh, tidak hanya dalam hal gejala yang ia alami. Fokus pada sifat dan perilakunya yang positif.

Baca juga: Ini Bedanya Gangguan Kepribadian Paranoid dan OCD

Tanda Seseorang Mengalami Gangguan Paranoid

Sering kali, orang yang mengidap gangguan kepribadian paranoid tidak percaya bahwa perilakunya tidak normal. Mereka bisa merasa sangat rasional untuk curiga terhadap orang lain. Namun, orang-orang di sekitar mereka percaya bahwa ketidakpercayaan yang dia miliki tidak beralasan. Mereka bisa berperilaku bermusuhan atau keras kepala dan sarkastik. Gejala lainnya yaitu:

  • Percaya bahwa orang lain memiliki motif tersembunyi untuk melukai mereka.
  • Meragukan kesetiaan orang lain.
  • Hipersensitif terhadap kritik.
  • Kesulitan bekerja dengan orang lain.
  • Mudah marah dan bermusuhan.
  • Terisolasi secara sosial.
  • Bersikap argumentatif dan defensif.
  • Sulit melihat atau mengenali masalah mereka sendiri.
  • Tidak bisa santai karena selalu was-was dan curiga.

Baca juga: Jangan Samakan Phasmophobia dan Gangguan Paranoid

Beberapa gejala gangguan paranoid mungkin mirip dengan gejala gangguan lainnya. Skizofrenia dan gangguan kepribadian borderline adalah dua gangguan yang gejalanya mirip dengan gangguan paranoid. Oleh sebab itu, bisa cukup sulit untuk mendiagnosis gangguan ini dengan tepat. Nah, untuk memastikannya kamu bisa menghubungi dokter atau psikolog di Halodoc. Lewat aplikasi, kamu dapat menghubungi mereka kapan dan di mana saja via Chat atau Voice/Video Call.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Paranoid Personality Disorder.
Everyday Health. Diakses pada 2020. Coping With Paranoia In A Loved One.