• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pasangan Selalu Curiga, Hati-Hati Idap Gangguan Paranoid

Pasangan Selalu Curiga, Hati-Hati Idap Gangguan Paranoid

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Rasa percaya pada pasangan sangat penting di dalam sebuah hubungan. Namun, tidak bisa disangkal terkadang bisa muncul rasa curiga pada pasangan. Apalagi bila kamu merasa bahwa pasangan bersikap seolah-olah sedang menutupi sesuatu darimu. Namun, hati-hati, selalu curiga terhadap pasangan juga bisa menjadi pertanda gangguan paranoid, lho.

Gangguan kepribadian paranoid termasuk salah satu jenis gangguan kepribadian eksentrik, di mana perilaku pengidapnya dianggap aneh dan tidak biasa oleh orang lain. Nah, salah satu ciri orang dengan gangguan kepribadian paranoid adalah terus-menerus curiga terhadap orang lain, bahkan ketika sebenarnya tidak ada alasan untuk curiga. Mereka tidak percaya pada orang lain dan menganggap bahwa orang lain ingin menyakiti mereka. 

Baca juga: Negatif Thinking Bisa Mengarah ke Paranoid, Mitos atau Fakta

Kenali Gejala Paranoid Lebih Dalam

Psychology Today mengungkapkan, kebanyakan orang dengan gangguan kepribadian paranoid tidak mengakui bahwa mereka memiliki perasaan negatif terhadap orang lain. Padahal, rasa curiga yang mereka miliki terhadap orang lain sangat tidak beralasan atau masuk akal. Kecurigaan yang umumnya tidak berdasar ini, serta kebiasaan menyalahkan dan tidak percaya pada orang lain, menyebabkan pengidap sulit untuk membentuk hubungan yang dekat dengan orang lain.

Orang dengan gangguan paranoid juga dapat bersikap keras kepala dan menunjukkan perilaku yang tidak menyenangkan. Mereka mungkin sering mengucapkan kata-kata sarkastik yang tidak jarang menyulut amarah dari orang lain. Hal ini semakin mengkonfirmasi kecurigaan awal pengidap bahwa orang lain memiliki motivasi jahat terhadap mereka.

Pengidap gangguan paranoid mungkin juga memiliki kondisi lain yang memengaruhi gejala paranoid yang mereka alami. Contohnya, depresi dan kecemasan yang memengaruhi suasana hati pengidap. Perubahan suasana hati dapat membuat pengidap lebih mungkin untuk merasa paranoid dan terisolasi.

Gejala lain gangguan paranoid, meliputi:

  • Percaya bahwa orang lain memiliki motivasi tersembunyi atau rencana untuk menyakiti mereka.
  • Meragukan komitmen, kesetiaan, atau kepercayaan orang lain.
  • Enggan untuk curhat atau mengungkapkan informasi pribadi pada orang lain karena takut bahwa informasi tersebut akan digunakan untuk menjatuhkan mereka.
  • Sangat sensitif terhadap kritik.
  • Mudah marah dan bermusuhan dengan orang lain.
  • Bersikap defensif dan suka mendebat perkataan orang lain.
  • Sulit mengampuni dan menyimpan dendam.
  • Menaruh curiga berulang kali dan tanpa alasan, bahwa pasangan atau kekasih mereka tidak setia.
  • Bersikap dingin dan tidak mau dekat-dekat dalam berhubungan dengan orang lain, atau mungkin sebaliknya, menjadi cemburu dan sangat mengendalikan.

Itulah ciri-ciri orang yang mengidap gangguan paranoid. Jadi, bila pasangan sering mengeluh bahwa kamu memiliki rasa curiga yang berlebihan, bahkan seringnya tidak beralasan, ada baiknya kamu membicarakan masalah ini pada psikolog melalui aplikasi Halodoc. Enggak perlu malu, kamu bisa berbicara dengan psikolog melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja.

Baca juga: Ini 5 Tanda Kalau Pasangan Selingkuh

Pengobatan untuk Gangguan Paranoid

Gangguan kepribadian paranoid dapat diatasi dengan kombinasi terapi dan obat-obatan. Namun masalahnya, kebanyakan pengidap kondisi ini sering sulit menerima perawatan karena ketidakpercayaan mereka terhadap orang lain. Akibatnya, banyak orang dengan gangguan paranoid menolak untuk mengikuti rencana perawatan mereka.

Namun, bila pengidap mau menerima pengobatan, psikoterapi adalah pilihan pengobatan yang baik untuk gangguan paranoid. Metode terapi ini meliputi:

  • Membantu pengidap belajar bagaimana mengatasi gangguan tersebut.
  • Membantu pengidap belajar bagaimana berkomunikasi dengan orang lain dalam situasi sosial.
  • Membantu pengidap mengurangi perasaan paranoid.

Selain terapi, obat-obatan juga dapat membantu pemulihan gangguan paranoid, terutama bila pengidap memiliki kondisi lainnya, seperti gangguan kecemasan atau depresi. Obat-obatan yang biasa digunakan, antara lain antidepresan, benzodiazepine, dan antipsikotik.

Baca juga: Sering Cemburuan dengan Pasangan, Ini Cara Mengatasinya

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play yang dapat menjadi teman penolong untuk membantu menjaga kesehatan fisik dan mental kamu sehari-hari.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Paranoid Personality Disorder.
Healthline. Diakses pada 2020. Paranoid Personality Disorder.
Psychology Today. Diakses pada 2020. Paranoid Personality Disorder.