• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Patah Tulang Selangka, Kapan Operasi Sebaiknya Dilakukan?

Patah Tulang Selangka, Kapan Operasi Sebaiknya Dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Saat seseorang mengalami kecelakaan disebabkan oleh berkendara atau berolahraga. Salah satu dampak buruk yang dapat terjadi karena hal tersebut adalah patah tulang. Jika kejadian tersebut berdekatan dengan leher, mungkin saja kamu mengalami patah tulang selangka yang berada di dada bagian atas pada setiap orang.

Seseorang yang mengalami patah tulang selangka akan kesulitan untuk bergerak karena bagian tersebut berguna menopang lengan. Maka dari itu, sangat penting untuk mengobati bagian tersebut agar dapat beraktivitas kembali. Walau begitu, banyak orang yang masih bingung apakah operasi pada tulang selangka wajib dilakukan? Baca selengkapnya di sini!

Baca juga: Kenali Gejala dan Pengobatan Patah Tulang Selangka

Waktu yang Tepat untuk Operasi Tulang Selangka

Fraktur klavikula, atau patah tulang selangka, adalah terjadinya patah tulang patah yang berada di sebelah kanan dan kiri pada dada bagian atas. Kejadian ini terbilang umum terjadi, sekitar 5 persen dari keseluruhan kasus yang terjadi dan biasa terjadi pada orang dewasa muda yang aktif. Patah tulang ini umumnya terjadi pada bagian tengah tulang tersebut.

Walau begitu, patah tulang selangka memang lebih sering diatasi secara non-bedah. Selama beberapa tahun diteliti dan diambil kesimpulan apabila pengobatan non-bedah dapat sembuh dengan lebih baik dan tingkat komplikasinya lebih kecil. Hal ini jika dibandingkan dengan patah tulang selangka yang diobati dengan pembedahan, termasuk juga operasi.

Namun, terdapat sumber lain yang mengatakan jika pengobatan patah tulang selangka dengan operasi disebut-sebut lebih cepat untuk sembuh. Lalu, kapan sebaiknya operasi tersebut untuk dilakukan pada seseorang yang mengalami patah tulang pada dada bagian atas tersebut? Berikut beberapa indikator yang membuat seseorang harus melakukan operasi patah tulang selangka:

  • Patahan yang lebih dari satu pada satu bagian tulang selangka.
  • Terjadinya pemendekan klavikula karena kehilangan tulang.
  • Patahan dari tulang selangka tersebut telah menembus kulit.
  • Nonunion tulang atau potongan tulang gagal sembuh secara bersamaan.
  • Patahan tulang yang mengganggu fungsi sendi normal pada tubuh.

Seseorang yang mengalami non-union tulang, baik disebabkan pengaruh saat beristirahat atau kelainan yang terjadi pada tubuhnya, operasi dapat membantu untuk meningkatkan peluang agar dirinya sembuh. Dengan teknik bedah modern dan penggunaan alat bantu untuk memperbaiki patah tulang selangka, kemungkinan terjadinya tulang gagal sembuh bersamaan akan jauh lebih rendah.

Lalu, jika kamu mempunyai pertanyaan terkait patah tulang selangka, dokter dari Halodoc dapat menjawab semua pertanyaan yang kamu ajukan. Cara mendapatkan layanan tersebut mudah sekali, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan sehari-hari!

Baca juga: Bisakah Penanganan Patah Tulang Selangka Tanpa Operasi?

Komplikasi dari Operasi Patah Tulang Selangka

Memang operasi yang dilakukan harus benar-benar dipertimbangkan dengan matang. Hal tersebut karena risiko yang dapat timbul oleh bedah secara medis tersebut. Maka dari itu, penting untuk memastikannya pada dokter kamu apakah operasi adalah jalan yang tepat. Berikut beberapa komplikasi yang dapat timbul ketika seseorang menjalani operasi untuk patah tulang selangka:

  1. Timbulnya Rasa Sakit

Operasi dilakukan untuk memasukkan perangkat keras agar tulang dapat kembali lurus. Walau begitu, tidak sedikit orang yang merasa terganggu dengan keberadaan besi tersebut, hingga terasa sakit di beberapa kesempatan. Hal yang paling sering terjadi adalah plat dan sekrup yang dipasang di sepanjang tulang untuk menahan posisi tulang dan dapat terasa hingga ke bawah kulit.

  1. Mengalami Infeksi

Komplikasi lainnya yang dapat terjadi ketika seseorang melakukan operasi patah tulang selangka adalah terjadinya infeksi yang menimbulkan masalah secara signifikan. Walau begitu, perangkat logam yang berada dekat dengan kulit tersebut dapat menyebabkan infeksi meski terkadang tidak pasti. Sekitar 0,4 hingga 7,8 persen orang yang melakukan operasi patah tulang selangka mengalami infeksi karena hal tersebut.

  1. Cedera Saraf

Kerusakan saraf yang parah memang sangat jarang terjadi, tetapi saraf kulit yang menimbulkan rasa sakit tersebut sering rusak pada saat operasi. Banyak orang yang menjalani operasi ini akan mengalami mati rasa atau kesemutan di bawah sayatan yang dilakukan. Memang lama-kelamaan hal tersebut tidak kentara, tapi kemungkinan kambuh bukan tidak mungkin.

Baca juga: Ketahui Penanganan Pertama Patah Tulang Selangka di Rumah

Itulah beberapa hal yang dapat kamu ketahui tentang momen yang tepat untuk operasi saat patah tulang selangka. Dengan mengetahui waktu yang tepat dan komplikasi yang dapat timbul karena hal tersebut, pertimbangan kamu harus benar-benar matang sebelum dipastikan untuk melakukan operasi.

Referensi:
Very Well Health. Diakses pada 2020. Clavicle Fracture Treatment: When Is Surgery Necessary?
Emedicine Health. Diakses pada 2020. Broken Collarbone