• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Peluang Hamil ketika Berhubungan Intim saat Menstruasi

Peluang Hamil ketika Berhubungan Intim saat Menstruasi

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Peluang Hamil ketika Berhubungan Intim saat Menstruasi

Halodoc, Jakarta - Secara teknis, seorang wanita bisa hamil kapan saja selama siklus menstruasi mereka. Namun, akan sangat kecil kemungkinan bagi seorang wanita untuk hamil ketika mereka sedang menstruasi. Wanita memiliki kemungkinan besar untuk hamil di tengah siklus menstruasi mereka, dan periode ini yang sering disebut sebagai masa subur. 

Kemungkinan untuk hamil jauh lebih rendah sebelum dan sesudah masa subur, tetapi itu masih memungkinkan, dan ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan. Lantas, mengapa kemungkinan hamil di luar masa subur sangat kecil? Cari tahu jawabannya melalui ulasan berikut ini! 

Baca juga: Inilah 4 Fase yang Terjadi saat Menstruasi

Bisakah Hamil saat Haid?

Wanita memang bisa hamil selama menstruasi, tetapi kecil kemungkinannya. Wanita kemungkinan besar akan hamil di tengah siklus menstruasi, yaitu saat ovarium melepaskan sel telur dalam proses yang disebut ovulasi. Sel telur kemudian melakukan perjalanan ke rahim, di mana sel sperma dapat membuahinya.

Menurut Office on Women’s Health, siklus menstruasi rata-rata adalah 28 hari. Siklus menstruasi adalah waktu antara hari pertama satu menstruasi dan hari pertama menstruasi berikutnya. Ovulasi biasanya terjadi 7–19 hari setelah menstruasi seseorang berakhir.

Sel telur hanya dapat bertahan selama 12-24 jam setelah ovulasi. Untuk alasan ini, ia harus bertemu dengan sel sperma saat ini agar kehamilan terjadi. Seseorang kemungkinan besar hamil jika melakukan hubungan seksual dalam 3 hari sebelum dan sampai hari ovulasi.

Karena seseorang dengan siklus 28 hari biasanya tidak berovulasi sampai sekitar seminggu setelah mereka berhenti berdarah, mereka biasanya tidak bisa hamil selama menstruasi.

Namun, sebetulnya hal ini tidak sesederhana yang dibayangkan karena ada tiga faktor utama, yaitu:

  • Panjang siklus menstruasi seseorang.
  • Perbedaan bulanan dalam waktu ovulasi.
  • Berapa lama sperma tetap hidup di dalam tubuh wanita.

Siklus menstruasi masih “normal” jika menstruasi datang setiap 24-38 hari, sehingga lama siklus sangat bervariasi antar wanita. Orang dengan siklus menstruasi yang lebih pendek mungkin mengalami ovulasi lebih dekat ke periode mereka daripada orang dengan siklus yang lebih lama. Variasi yang besar dalam panjang siklus menstruasi dan waktu ovulasi membuat sulit untuk mengetahui kapan seseorang berada dalam masa subur.

Sperma juga dapat hidup selama 3–5 hari di dalam tubuh wanita, yang berarti seseorang dapat hamil meskipun melakukan hubungan seksual 5 hari sebelum berovulasi. Beberapa peneliti berpendapat bahwa melakukan hubungan seksual pada hari sebelum ovulasi akan membawa peluang yang sama untuk hamil seperti melakukan hubungan seksual beberapa kali secara acak selama siklus menstruasi.

Selama periode tersebut, tubuh seseorang mengeluarkan darah, telur yang tidak dibuahi, dan jaringan dari lapisan rahim. Rata-rata wanita akan mengalami pendarahan selama sekitar 5 hari, meskipun sangat umum terjadi pendarahan untuk jangka waktu yang lebih pendek atau lebih lama. Jadi, meski mungkin hamil selama periode menstruasi, kemungkinannya sangat kecil.

Baca juga: Yang Perlu Diperhatikan Soal Hubungan Intim Saat Menstruasi

Lebih Dalam Tentang Masa Subur Wanita

Melacak ovulasi bisa menjadi alat penting bagi orang-orang yang merencanakan kehamilan. Meskipun kebanyakan orang berovulasi secara teratur dari saat mereka mulai menstruasi hingga menopause, ovulasi tidak selalu terjadi pada hari yang sama dalam seminggu setiap bulan, atau bahkan pada titik yang sama dalam siklus menstruasi setiap bulan.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan waktu dan periode ovulasi tidak teratur:

  • Merokok.
  • Kegemukan.
  • Penyakit.
  • Stres.
  • Perubahan jadwal tidur dan kerja.

Kamu bisa melacak hari-hari ovulasi mereka menggunakan alat-alat berikut:

  • Memanfaatkan grafik kesuburan gratis
  • Mengukur suhu tubuh mereka saat istirahat setiap hari dan mencari sedikit peningkatan yang dapat mengindikasikan ovulasi.
  • Memantau lendir serviks untuk melihat perubahan yang mengindikasikan ovulasi, yang menurut beberapa sumber mungkin merupakan indikator kesuburan yang paling akurat.
  • Menggunakan monitor kesuburan untuk memeriksa lonjakan hormon luteinizing.
  • Menggunakan aplikasi pada smartphone.

Baca juga: Amankah Bercinta Saat Menstruasi?

Kamu juga bisa diskusikan cara untuk mengetahui masa subur dengan dokter di Halodoc. Dokter akan memberikan semua informasi yang kamu butuhkan mengenai kesuburan. Yuk, manfaatkan kemudahan bicara dengan dokter lewat aplikasi Halodoc

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Can You Get Pregnant if You Have Sex on Your Period?
Medical News Today. Diakses pada 2020. Can You Get Pregnant on Your Period?