• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Peluang Hamil setelah Menggugurkan Kandungan

Peluang Hamil setelah Menggugurkan Kandungan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Peluang Hamil setelah Menggugurkan Kandungan

Halodoc, Jakarta - Pengguguran kandungan atau aborsi adalah tindakan yang digunakan untuk menggugurkan kandungan karena alasan medis tertentu. Setidaknya, ada dua metode untuk menggugurkan kandungan, yaitu mengonsumsi obat-obatan atau prosedur operasi. 

Beberapa wanita yang pernah menggugurkan kandungan atau aborsi terkadang khawatir ketika ingin hamil lagi. Pasalnya, riwayat aborsi disebut-sebut dapat memengaruhi peluang kehamilan selanjutnya. Namun, benarkah faktanya demikian? Kira-kira apa saja komplikasi dari menggugurkan kandungan yang bisa dialami wanita? 

Baca juga: Ketahui Tanda dan Gejala Keguguran serta Penyebabnya

Menggugurkan Kandungan Sebabkan Infertilitas? 

Seperti penjelasan di atas, sebagian wanita yang pernah menggugurkan kandungan terkadang was-was ketika ingin hamil lagi. Aborsi diduga dapat menyebabkan infertilitas atau memengaruhi peluang kehamilan selanjutnya. Namun, benarkah fakta medisnya seperti ini? 

Menurut National Health Service (NHS) - UK, menggugurkan kandungan atau aborsi tidak mempengaruhi peluang seseorang untuk hamil dan memiliki kehamilan normal di kemudian hari.

Banyak wanita yang bisa hamil segera setelah melakukan aborsi. Ringkasnya, wanita yang pernah menggugurkan kandungan atau aborsi masih bisa hamil kembali, selama tidak memiliki masalah dengan organ reproduksinya atau hormonal. 

Hal yang perlu ditegaskan, menurut NHS risiko kesuburan dan kehamilan di masa depan tetap ada, tapi sangat kecil terjadi. Risiko ini bisa terjadi terjadi jika aborsi atau menggugurkan kandungan menimbulkan komplikasi.

Ingat, aborsi bisa menimbulkan beberapa komplikasi pada ibu, salah satunya radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID). Nah, PID ini yang bisa meningkatkan risiko kemandulan atau kehamilan ektopik, di mana sel telur tertanam di luar rahim. Untungnya, sebagian besar infeksi pascaaborsi dapat diobati sebelum mencapai tahap ini. 

Oleh sebab diskusikanlah dengan dokter terlebih dahulu sebelum untuk memutuskan menggugurkan kandungan. Tujuannya jelas, agar prosedur ini berlangsung dengan aman tanpa menimbulkan komplikasi. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Baca juga: Ibu Hamil Naik Turun Tangga Berisiko Keguguran, Benarkah?

Ada Risiko Medis dan Konsekuensi Hukumnya

Di negara kita aborsi atau menggugurkan kandungan di atur dalam undang-undang UU No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Singkat kata, aborsi tak boleh dilakukan sembarangan. Barang siapa yang melanggar mesti berhadapan dengan saksi hukum. 

Namun, ada dua kondisi pengecualian untuk dilakukan aborsi karena alasan medis, yaitu:

  • Kondisi kegawatdaruratan yang mengancam nyawa ibu atau janin. 
  • Kehamilan akibat pemerkosaan yang menyebabkan trauma. 

Selain alasan hukum, wanita yang hendak menggugurkan kandungan juga harus mengetahui risiko yang bisa terjadi akibat proses aborsi. Dalam beberapa kasus tertentu aborsi (baik dengan obat-obatan atau operasi) bisa menimbulkan risiko seperti:

  • Kerusakan rahim atau leher rahim.
  • Perforasi uterus (secara tidak sengaja membuat lubang di rahim dengan salah satu alat yang digunakan).
  • Pendarahan yang berlebihan.
  • Infeksi rahim atau saluran tuba.
  • Jaringan parut di bagian dalam rahim.
  • Reaksi terhadap obat-obatan atau anestesi, seperti masalah pernapasan.
  • Tidak menghilangkan semua jaringan, sehingga membutuhkan prosedur lainnya.
  • Masalah psikologis seperti stres atau depresi.
  • Beberapa gangguan sistem reproduksi, seperti penyakit radang panggul.

Baca juga: Begini Cara Pemeriksaan Keguguran yang Perlu Diketahui

Tuh, tidak main-main bukan risiko dari menggugurkan kandungan? Nah, bagi kamu yang memiliki masalah kehamilan atau kesehatan lainnya, bisa kok memeriksakan diri ke rumah sakit pilihan. Sebelumnya, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di rumah sakit.



Referensi:
National Health Service - UK. Diakses pada 2021. Health A to Z. Risk – Abortion.
American Pregnancy Association . Diakses pada 2021. Abortion
Harvard Health Publishing Harvard Medical School. Diakses pada 2021. Abortion (Termination of Pregnancy).
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2021. Abortion - surgical