Pembengkakan Kelenjar Getah Bening Menjadi Gejala Juvenile Rheumatoid Arthritis

Pembengkakan Kelenjar Getah Bening  Menjadi Gejala Juvenile Rheumatoid Arthritis

Halodoc, Jakarta - Jangan remehkan peran kelenjar getah bening pada tubuh kita. Kelenjar yang satu ini memegang peran penting dalam sistem imun. Bisa dibilang mereka sebagai “pasukan” yang siap sedia untuk mengatasi berbagai infeksi. Meski begitu, kelenjar ini juga amat rentan terhadap gangguan dan penyakit. Contohnya, pembengkakan kelenjar getah bening yang sering terjadi.

Yang mesti ditegaskan tak semua pembengkakan itu berarti kanker. Pasalnya, pembengkakan kelenjar getah bening juga bisa disebabkan hal lain. Misalnya, infeksi akut karena di bagian tubuh ada yang sakit. Seperti sakit gigi, radang telinga, infeksi tenggorokan, radang amandel, hingga infeksi virus pada saluran pernapasan atas.

Baca juga: Peduli Kesehatan, Ini Bedanya Rheumatoid Arthritis dan Juvenile Rheumatoid Arthritis

Infeksi bakteri atau virus yang tergolong ringan kerap menjadi faktor yang paling sering menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening. Tapi, dalam kasus yang jarang terjadi, ini juga bisa disebabkan oleh rubella, HIV, penyakit lupus, campak, hingga sifilis.

Nah, yang mesti ingat, pembengkakan kelenjar getah bening ini bisa menjadi gejala dari penyakit tertentu, salah satunya juvenile rheumatoid arthritis

Gejala Juvenile Rheumatoid Arthritis

Juvenile rheumatoid arthritis ini merupakan penyakit kronis dan berlangsung selama beberapa bulan, bahkan tahun. Biasanya, kondisi ini terjadi pada ≥1 sensi selama minimal enam minggu. Yang perlu digarisbawahi, penyakit ini lebih banyak dialami anak-anak atau usia di bawah 16 tahun.

Untungnya, sekitar 75 persen anak-anak bisa pulih dari penyakit sendi ini. Sebaiknya ibu mesti waspada, sebab juvenile rheumatoid arthritis akan mempersulit Si Kecil untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Mulai dari menulis, membawa barang, berjalan, bermain, berdiri, hingga berpakaian.

Baca juga: Bengkak pada Kelenjar Getah Bening Anak, Hati-hati Kanker Limfoma

Rasa nyeri dan kaku pada sendi merupakan gejala juvenile rheumatoid arthritis yang paling khas. Rasa nyeri ini biasanya akan memburuk pada bagi hari, dan membaik di penghujung hari. Nah, berdasarkan gejalanya, penyakit sendi ini dibedakan jadi tiga jenis.

    • Juvenile rheumatoid arthritis pauciarticular. Jenis ini hanya memengaruhi beberapa sendi (biasanya kurang dari empat sendi). Misalnya, lutut, siku, dan pergelangan kaki. Tipe ini muncul pada 50 persen anak yang mengidap penyakit ini. Yang perlu diingat, penyakit mata (radang, atau bengkak) juga bisa ikut muncul akibat penyakit ini.

    • Juvenile rheumatoid arthritis polyarticular. Tipe ini memengaruhi banyak sendi dan muncul pada sekitar 30 persen anak yang mengidap penyakit ini. Tipe ini menyerang leher, lutut, pergelangan kaki, kaki, pergelangan tangan, dan tangan yang menjadi lokasi nyeri. Pengidapnya juga mungkin mengalami radang mata.

    • Juvenile rheumatoid arthritis sistemik. Tipe ini terjadi kurang lebih 20 persen. Jenis sistemik lebih sering berawal dari demam, ruam, nyeri sendi, dan perubahan pada sel darah.

Sebenarnya, gejala juvenile rheumatoid arthritis bisa sangat bervariasi.  Mulai dari keluhan nyeri sendi, lemas, bengkak hingga terasa panas di bagian sendi.  Selain itu, gejalanya juga bisa berupa kekakuan di pagi hari atau gangguan gerak dapat terjadi, sehingga anak tidak bisa aktivitas normal. Gejala dari penyakit ini bisa hilang timbul, ringan dan juga terus-menerus.

Baca juga: Ini Cara Memeriksa Kelenjar Getah Bening

Pada jenis Juvenile Rheumatoid Arthritis dengan gejala penyebaran ke seluruh tubuh (Still’s Disease) gejalanya lain lagi. Pengidapnya bisa mengalami demam tinggi dan ruam kemerahan di kulit juga anemia, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri dada, serta pembesaran limfa dan liver.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!