• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pemeriksaan Endoskopi untuk Diagnosis Gastroparesis
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pemeriksaan Endoskopi untuk Diagnosis Gastroparesis

Pemeriksaan Endoskopi untuk Diagnosis Gastroparesis

2 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 03 Agustus 2022

“Gastroparesis dipicu oleh gangguan otot lambung sehingga gerakan makanan menuju usus jadi lebih lambat. Pemeriksaan endoskopi dilakukan untuk mendeteksi penyebab yang mendasari.”

Pemeriksaan Endoskopi untuk Diagnosis GastroparesisPemeriksaan Endoskopi untuk Diagnosis Gastroparesis

Halodoc, Jakarta – Endoskopi adalah prosedur medis yang dilakukan dengan memasukkan alat menyerupai tabung kecil panjang (endoskop) ke organ dalam tubuh. Ini merupakan prosedur non bedah guna mendiagnosis penyebab penyakit.

Gastroparesis adalah kondisi ketika saraf dan otot lambung tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Akibatnya, proses penyaluran makanan menuju usus menjadi lebih lambat.

Pemeriksaan endoskopi diperlukan guna mendeteksi penyebab pasti dari gastroparesis. Prosedurnya juga berguna untuk menentukan rencana pengobatan yang tepat sesuai kondisi pasien.

Cara Kerja Endoskopi

Pertama-tama, suntikan anestesi lokal (obat bius) diberikan untuk meminimalisir rasa nyeri saat prosedur dilakukan. Selanjutnya, alat bernama endoskop dimasukkan melalui mulut menuju lambung.

Endoskop berbentuk tabung elastis yang bisa digerakkan dan dilengkapi dengan kamera di ujungnya. Dari kamera ini, akan tampak gambaran keseluruhan organ lambung di layar monitor.

Prosedur dilakukan dengan menggerakkan endoskop untuk memantau keseluruhan organ lambung guna mencari sumber penyakit. Pemantauan ini juga dapat memastikan tingkat keparahan gejala gastroparesis pada pasien.

Prosesnya cenderung singkat. Dari awal prosedur hingga selesai hanya membutuhkan waktu selama 15 hingga 45 menit. Pasien tidak akan mengalami rasa nyeri selama endoskopi dilakukan.

Pemulihan Pasca Prosedur Endoskopi

Keluhan yang dialami pasca prosedur antara lain kram, kembung dan infeksi ringan di tenggorokan. Pasien juga bisa mengalami mati rasa akibat obat bius. Kondisi tersebut akan membaik dalam waktu satu jam.

Setelah efek obat bius hilang, pemeriksaan ulang kembali dilakukan. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa pasien sudah tidak mengalami keluhan pasca prosedur endoskopi.

Meski termasuk prosedur ringan, pasien tidak disarankan untuk melanjutkan pekerjaan atau mengemudi. Ini bertujuan untuk meminimalisir risiko kecelakaan akibat pemberian obat bius.

Efek Samping Prosedur Endoskopi

Sebagian besar pasien mengalami efek sedasi akibat pemberian obat bius. Ini ditandai dengan penurunan kepekaan terhadap situasi lingkungan sekitar akibat tekanan sistem saraf.

Pasien juga mengalami mual dan kembung serta kram ringan pada tenggorokan.  Dalam kasus yang jarang terjadi, pasien dapat mengalami infeksi atau rasa nyeri yang intens di area pemeriksaan.

Efek samping yang paling parah adalah robekan pada lapisan kerongkongan atau lambung. Ini merupakan salah satu komplikasi yang jarang terjadi, tapi memerlukan penanganan segera.

Segera buat janji rumah sakit jika mengalami gejala berupa sesak napas, sakit perut parah, urine berubah warna, sakit pada dada dan muntah darah pasca prosedur. Gejala tersebut bisa menjadi tanda gangguan kesehatan lain pada pengidap.

Jika kamu membutuhkan informasi lain seputar kesehatan, gaya hidup, dan pola hidup sehat lainnya, silakan download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
World J Gastroenterol. Diakses pada 2022. Endoscopic treatment of gastroparesis.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Gastroparesis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Gastroparesis.
Medical News Today. Diakses pada 2022. Endoscopy: What to know.