• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pemeriksaan Fisik untuk Diagnosis Pompholyx

Pemeriksaan Fisik untuk Diagnosis Pompholyx

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Pemeriksaan Fisik untuk Diagnosis Pompholyx

Halodoc, Jakarta – Pompholyx adalah jenis penyakit yang bisa didiagnosis melalui pemeriksaan oleh dokter, salah satunya adalah pemeriksaan fisik. Sebelumnya perlu diketahui, pompholyx merupakan penyakit yang ditandai dengan munculnya lepuhan kecil pada permukaan kulit. Lepuhan tersebut berisi cairan yang menyebabkan nyeri serta mengeluarkan nanah. 

Lepuhan kecil berisi cairan umumnya ditemukan pada telapak tangan, sisi jari tangan, serta telapak kaki. Lepuhan tanda penyakit ini biasanya juga disertai dengan rasa nyeri, gatal, serta sensasi seperti terbakar. Luka lepuhan akan bertahan di kulit selama beberapa minggu. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini bisa menjadi lebih parah yang mengakibatkan komplikasi berupa infeksi bakteri. 

Baca juga: Pilihan Pengobatan untuk Atasi Pompholyx

Diagnosis Penyakit Pompholyx 

Pompholyx alias eksim dishidrotik harus ditangani dengan benar agar tidak menimbulkan infeksi bakteri. Untuk mendiagnosis penyakit ini, biasanya akan dilakukan dengan pemeriksaan fisik, yaitu mengamati gejala yang muncul. Gejala yang khas dari penyakit ini adalah muncul luka lepuh berisi cairan pada bagian tubuh seperti telapak tangan, telapak kaki, serta di sisi jari.  

Dokter biasanya akan menduga orang yang menunjukkan gejala-gejala tersebut mengidap penyakit pompholyx. Namun, untuk memastikannya dan mendiagnosis, dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut berupa biopsi. Pada pemeriksaan ini, dokter akan mengambil sampel jaringan dari kulit orang yang diduga mengidap pompholyx untuk kemudian diteliti di bawah mikroskop. 

Hasil dari pemeriksaan tersebut nantinya akan mengonfirmasi apakah gejala yang muncul pada kulit merupakan tanda penyakit pompholyx atau bukan. Jika seseorang benar mengalami penyakit ini, maka dokter akan menganjurkan beberapa jenis pengobatan untuk mengatasinya. Gangguan pada kulit yang satu ini bisa diatasi dengan konsumsi obat-obatan tertentu, suntik botox, serta terapi sinar UV. 

Gejala khas dari penyakit ini adalah muncul lepuhan kecil berisi cairan pada permukaan kulit. Namun, sebelum lepuhan muncul umumnya akan muncul rasa gatal yang hebat serta muncul sensasi panas pada area tubuh yang diserang, entah di sisi jari, telapak tangan, atau telapak kaki. Pada kasus pompholyx yang parah, lepuhan yang muncul dapat berukuran cukup besar, dan menjalar ke punggung tangan, kaki, serta bagian tubuh lain.

Selain itu, kondisi yang parah juga bisa menyebabkan lepuhan mengalami infeksi. Kondisi ini menyebabkan keluarnya nanah dari luka lepuh. Area kulit yang terinfeksi juga dapat membengkak, tampak kemerahan, dan terasa perih. Jika diobati dengan tepat, lepuhan akan pulih dalam beberapa pekan dan ditandai dengan kulit menjadi kering serta mengelupas. 

Baca juga: Kulit Sensitif Logam atau Bahan Kimia Picu Pompholyx?

Sayangnya, hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab penyakit ini bisa menyerang. Namun, pompholyx diduga berkaitan dengan gangguan lain, seperti eksim atopic dan alergi. Selain itu, ada beberapa faktor yang diduga juga bisa meningkatkan risiko penyakit ini, mulai dari kondisi cuaca, faktor keturunan, konsumsi obat tertentu, mengalami stres, serta paparan bahan kimia. 

Jika mengalami gejala menyerupai penyakit ini, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit. Kamu bisa meminta dokter untuk melakukan pemeriksaan fisik, hingga tes lanjutan untuk mengetahui apakah penyebab gejala yang muncul adalah penyakit pompholyx atau bukan. 

Jika ragu, kamu bisa coba menyampaikan gejala yang dialami pada dokter di aplikasi Halodoc. Dapatkan informasi kesehatan dan kemungkinan gejala penyakit dari dokter terpercaya melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
NHS Choices UK. Diakses pada 2020. Pompholyx (Dyshidrotic Eczema).
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Dyshidrosis.
American Academy of Dermatology. Diakses pada 2020. Dyshidrotic Eczema.
Healthing. Diakses pada 2020. Pompholyx eczema