• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pemeriksaan Fisik yang Bisa Mendiagnosis Kanker

Pemeriksaan Fisik yang Bisa Mendiagnosis Kanker

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Pemeriksaan Fisik yang Bisa Mendiagnosis Kanker

Pemeriksaan fisik bisa menjadi salah satu skrining awal untuk diagnosis kanker. Pemeriksaan fisik untuk mendiagnosis kanker dimulai dengan pengecekan benjolan ataupun perubahan warna pada kulit. Sebenarnya pemeriksaan fisik ini bisa juga dilakukan secara mandiri. Bila kamu mengalami demam tanpa sebab, lelah, dan rasa nyeri pada area tertentu segera periksakan ke dokter.

Halodoc, Jakarta – Kanker adalah sekelompok penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan dan penyebaran sel abnormal secara tidak terkendali. Ada lebih dari 100 jenis kanker di berbagai bagian tubuh manusia.

Kanker yang paling umum didiagnosis pada pria adalah kanker prostat, paru-paru, dan kolorektal. Untuk wanita, tiga kanker yang paling umum adalah payudara, paru-paru, dan kolorektal. Pada tahun 2020 diperkirakan ada 1,8 juta kasus kanker yang terdiagnosis. Seperti apa pemeriksaan fisik yang bisa mendiagnosis kanker? Baca selengkapnya di sini!

Benjolan dan Perubahan Warna

Jika kamu memiliki gejala atau hasil tes skrining yang menunjukkan kanker, dokter akan mencari tahu apakah gejala itu dikarenakan kanker atau penyebab lainnya. Dokter mungkin mulai dengan menanyakan tentang riwayat kesehatan pribadi, keluarga, dan melakukan pemeriksaan fisik. 

Dokter juga akan melakukan tes laboratorium, tes pencitraan (scan), atau tes penunjang lainnya. Terkadang kamu juga memerlukan biopsi, yang seringkali merupakan satu-satunya cara untuk mengetahui dengan pasti apakah kamu mengidap kanker atau tidak. 

Baca juga: Ini Metode Pengobatan untuk Pengidap Kanker

Terkait dengan pemeriksaan fisik, biasanya dokter akan melakukan beberapa pengecekan untuk mendiagnosis kanker. Dalam pemeriksaan ini dokter akan memegang area tubuh tertentu untuk mengetahui benjolan yang mungkin mengindikasikan kanker. 

Selama pemeriksaan fisik, dokter akan berupaya mencari kelainan, seperti perubahan warna kulit atau pembesaran organ, yang mungkin mengindikasikan adanya kanker. Selain merasakan benjolan, dokter juga akan mengamati perubahan fisik pada kulit.

Kulit merupakan organ terbesar dari tubuh di mana bisa menjadi indikasi kesehatan secara keseluruhan. Penyakit kuning (mata atau ujung jari menguning) adalah salah satu gejala yang dapat menunjukkan kemungkinan infeksi atau kanker. 

Penurunan Berat Badan serta Demam Tanpa Sebab

Perubahan tahi lalat juga bisa menjadi pertanda fisik dari kanker kulit. Misalnya, bila bentuk tahi lalat asimetris, berubah warna atau menjadi lebih gelap, dan berukuran besar serta bertumbuh. Perubahan fisik lain yang diperiksa dokter untuk mendiagnosis kanker adalah:

Baca juga: Jangan Disamakan, Ini Perbedaan Tumor dan Kanker

1. Penurunan Berat Badan yang Tidak Dapat Dijelaskan

Dokter akan menanyakan apakah kamu mengalami kehilangan berat badan baru-baru ini dengan drastis. Apalagi bila aktivitas fisikmu biasa saja (normal) tapi terjadi penurunan berat badan yang signifikan.

2. Kelelahan

Pemeriksaan fisik yang bisa mendiagnosis kanker lainnya yang dilakukan dokter adalah menanyakan apakah kamu mengalami kelelahan ekstrem atau tidak. Kelelahan ekstrem yang tidak membaik dengan istirahat bisa menjadi tanda awal kanker.

Biasanya penyebab kelelahan ekstrem ini karena kanker menggunakan nutrisi tubuh untuk tumbuh dan berkembang. Pengambilan nutrisi ini membuat kamu cepat merasa lelah. 

Baca juga: Panduan Hidup Sehat untuk Mencegah Kanker

3. Demam

Demam bisa menjadi gejala umum dari pilek dan flu, serta dapat hilang dengan sendirinya. Akan tetapi, karakteristik tertentu dari demam berulang dapat mengindikasikan kemungkinan adanya kanker. Terutama bila demam terjadi pada malam hari, kamu tidak memiliki tanda-tanda infeksi lainnya, dan mengalami keringat pada malam hari.

4. Nyeri 

Nyeri adalah gejala yang dapat disebabkan oleh banyak masalah kesehatan, yang sebagian besar bukan kanker. Namun, rasa sakit yang terjadi terus-menerus, juga bisa mengisyaratkan penyakit yang mendasarinya, salah satunya kanker. Kanker dapat menyebabkan rasa sakit dengan berbagai cara, termasuk:

  • Tumor yang mendorong area lain dari tubuh.
  • Bahan kimia yang dilepaskan kanker.
  • Metastasis, atau menyebar dari mana kanker dimulai.

Hasil dari pemeriksaan fisik ini bisa menjadi tahap awal bagi dokter untuk mendiagnosis dan merujuk pasien guna melakukan pemeriksaan lanjutan. Jika kamu memiliki keluarga dengan riwayat kanker dan akhir-akhir ini merasakan gejala fisik seperti di atas, coba tanyakan di Halodoc untuk tahu penyebab pastinya. Selain konsultasi kesehatan, kamu juga bisa melakukan pembelian obat tanpa harus keluar rumah lewat Halodoc!

Referensi:

Johns Hopkins. Diakses pada 2021. Early Cancer Warning Signs: 5 Symptoms You Shouldn’t Ignore
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Cancer
National Cancer Institute. Diakses pada 2021. How Cancer is Diagnosed