• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pemeriksaan Fisik yang Dilakukan pada Bayi Baru Lahir

Pemeriksaan Fisik yang Dilakukan pada Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Pemeriksaan Fisik yang Dilakukan pada Bayi Baru Lahir

Halodoc, Jakarta – Setelah dilahirkan, bayi perlu mendapatkan pemeriksaan fisik untuk memastikan kondisi kesehatan tubuhnya secara menyeluruh. Prosedur ini penting dilakukan karena ada beberapa kondisi gangguan medis yang tidak bisa terdeteksi saat bayi masih berada dalam kandungan. 

Pemeriksaan fisik untuk bayi baru lahir akan langsung dilakukan sesaat setelah bayi dilahirkan. Pemeriksaan ini meliputi pengecekan organ vital, seperti detak jantung, pernapasan, suhu tubuh, berat badan, panjang badan, dan organ tubuh lainnya. 

Apabila ditemukan adanya indikasi atau kelainan tertentu pada bayi, tenaga medis akan langsung melakukan serangkaian pemeriksaan maupun perawatan lanjutan guna mengatasi hal tersebut. Lalu, apa saja yang termasuk dalam pemeriksaan fisik pada bayi baru lahir?

Baca juga: 7 Fakta tentang Bayi Baru Lahir yang Jarang Diketahui

Pemeriksaan Fisik pada Bayi Baru Lahir

Tidak hanya satu, tetapi ada beberapa jenis pemeriksaan fisik yang dilakukan pada bayi baru lahir, yaitu: 

  • Pemeriksaan Apgar Score

Pemeriksaan ini dapat dilakukan segera setelah bayi dilahirkan. Jenisnya meliputi pemeriksaan detak jantung, warna kulit, kekuatan otot, pernapasan, dan refleks bayi. Nilai pemeriksaan Apgar dikatakan baik apabila menunjukkan angka di atas tujuh.

  • Pemeriksaan Usia Gestasional, Berat Badan, dan Lingkar Kepala

Dokter akan melakukan pemeriksaan usia gestasional dilakukan dengan menggunakan penilaian new Ballard score. Tujuannya guna mengetahui apakah bayi sudah cukup bulan atau terlahir prematur.

  • Pemeriksaan Antropometri

Pemeriksaan antropometri mencakup menghitung berat badan, mengukur panjang badan, lingkar kepala, bentuk kepala, mata, telinga, hidung, dan leher. Pemeriksaan ini perlu dilakukan guna mendeteksi apakah ada kelainan bentuk kepala atau anggota tubuh lainnya pada bayi baru lahir.

Baca juga: Ini Bedanya Pemeriksaan Fisik Tanda Vital dan Pemeriksaan Per Sistem Tubuh

  • Pemeriksaan Mulut

Pemeriksaan mulut juga perlu dilakukan, meliputi pemeriksaan gusi dan bagian langit-langit mulut. Tujuannya guna mendeteksi adanya kelainan pada bagian mulut, seperti bibir sumbing.

  • Pemeriksaan Organ Jantung dan Paru-Paru

Ketika melakukan pemeriksaan ini, dokter akan menggunakan alat bantu berupa stetoskop untuk mengetahui apakah bayi baru lahir memiliki detak dan suara jantung yang normal atau justru sebaliknya. Tak berbeda dengan pemeriksaan paru, dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap pola dan laju pernapasan serta melakukan evaluasi terhadap fungsi pernapasan bayi.

  • Pemeriksaan Perut dan Kelamin

Pemeriksaan pada bagian perut bayi meliputi bentuk, lingkar perut, tali pusat, dan organ di dalam perut, seperti hati, lambung, usus, dan lubang anus. Sementara pada pemeriksaan kelamin, dokter akan memastikan bahwa saluran kencing bayi terbuka dan berada di lokasi yang tepat. Dokter juga akan memeriksa testis yang berada di dalam kantong zakar serta bentuk labia dan cairan yang keluar dari Miss V.

  • Pemeriksaan Anggota Gerak

Pemeriksaan anggota gerak, termasuk memeriksa denyut nadi di setiap lengan dan memastikan tangan dan kaki dapat bergerak optimal serta memiliki ukuran dan jumlah jari yang normal.

Baca juga: 7 Tips Dasar Merawat Bayi Baru Lahir

Itulah tadi jenis pemeriksaan fisik yang dilakukan pada bayi baru lahir. Ibu bisa bertanya lebih jauh pada dokter spesialis anak guna mendapatkan informasi yang lebih akurat. Gunakan saja aplikasi Halodoc, karena tanya dokter lewat aplikasi Halodoc lebih mudah dan praktis. Pastikan ibu sudah download aplikasinya, ya!

Referensi:
Patient. Diakses pada 2021. Neonatal Examination.
Stanford Children’s Health. Diakses pada 2021. Physical Examination of the Newborn.
Ikatan Dokter Anak Indonesia. Diakses pada 2021. “Skrining” pada Bayi Baru Lahir, yang Perlu Diketahui oleh Orangtua.