• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pemeriksaan Jantung: Tujuan, Jenis, dan Prosedur
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pemeriksaan Jantung: Tujuan, Jenis, dan Prosedur

Pemeriksaan Jantung: Tujuan, Jenis, dan Prosedur

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 04 Januari 2022
Pemeriksaan Jantung: Tujuan, Jenis, dan Prosedur

“Jantung adalah salah satu organ tubuh yang sangat penting untuk dijaga kesehatannya. Maka dari itu, kamu perlu melakukan pemeriksaan jantung secara rutin atau saat merasakan gejala tertentu untuk memastikan penyebabnya dari jantung atau tidak.”

Kardiologi adalah cabang ilmu kedokteran untuk mempelajari dan mengobati gangguan pada sistem kardiovaskular, seperti jantung dan pembuluh darah. Beberapa gangguan yang perlu mendapatkan penanganan dari seorang ahli kardiologi atau kardiologis, adalah gangguan irama jantung, penyakit arteri koroner, serangan jantung, cacat jantung, dan segala masalah terkait jantung.

Seorang kardiologis bertanggung jawab penuh atas manajemen medis terkait penyakit jantung. Selama pemeriksaan jantung dilakukan, dokter akan memeriksa tes diagnostik dan menentukan metode pengobatan terbaik yang bisa dilakukan. Meski begitu, kardiologis hanya melakukan prosedur intervensi, tidak sampai melakukan prosedur invasif yang hanya dilakukan ahli bedah jantung.

Tujuan Pemeriksaan Jantung

Tujuan pemeriksaan jantung adalah mengetahui gejala terkait kondisi kesehatan jantung. Ada banyak gejala yang berhubungan dengan jantung yang mungkin perlu mendapatkan pemeriksaan dari spesialis pemeriksaan jantung atau kardiologis. 

Beberapa hal yang perlu mendapatkan pemeriksaan dari ahli jantung, antara lain:

1. Sesak Napas

Seseorang yang kesulitan mengatur napas dapat menjadi tanda peringatan jika terdapat masalah pada jantung. Maka dari itu, masalah ini perlu dilakukan pemeriksaan jantung dan segera mendapatkan penanganan dari dokter. Jika masalah ini semakin parah, segera temui kardiologis.

2. Vertigo

Masalah ini dapat menunjukkan berbagai macam kondisi, termasuk penyakit jantung atau masalah pada tekanan darah. Pemeriksaan jantung oleh kardiologis mungkin diperlukan.

3. Pingsan

Jika kamu mengalami pingsan secara tiba-tiba, hal ini bisa disebabkan rendahnya aliran darah ke otak. Sebelum pingsan, mungkin kamu merasakan sakit kepala ringan dan pusing yang menjadi gejala awal. Pingsan dapat disebabkan banyak penyebab, seperti gula darah rendah, serangan panik, anemia, hingga penyakit jantung. Maka dari itu, pemeriksaan jantung perlu dilakukan, terlebih jika kamu pingsan secara teratur.

4. Nyeri Dada

Perasaan nyeri pada dada dapat disebabkan jantung yang kurang asupan oksigen. Bahkan, rasa nyeri ini dapat berkembang hingga ke bahu, lengan, dan rahang. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan segera mendapatkan penanganan dari kardiologis saat mengalami nyeri dada, seperti:

  • Perasaan meremas, sesak, hingga tertekan di dada.
  • Nyeri yang melebar ke rahang, lengan kiri, hingga punggung.
  • Nyeri dada yang tajam dengan sesak napas secara tiba-tiba, terutama saat tidak aktif.
  • Mual, pusing, detak jantung cepat, wajah pucat, hingga keringat berlebih.
  • Tekanan darah sangat rendah atau detak jantung yang rendah.

5. Sensasi Berdebar di Dada

Jika kamu mengalami sensasi berdebar di dada yang mungkin berhubungan dengan suatu penyakit atau gangguan jantung, pemeriksaan jantung sangat perlu dilakukan. Jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan ke dokter.

Jenis Pemeriksaan Jantung

Saat melakukan pemeriksaan jantung pada ahlinya, dokter akan bertanya tentang gejala dan kebiasaan sehari-hari. Ahli medis juga dapat melakukan serangkaian tes untuk mengidentifikasi kondisi kardiovaskular tertentu. Beberapa pemeriksaan yang umum untuk dilakukan adalah:

Semua pemeriksaan ini dapat mengevaluasi kesehatan jantung secara keseluruhan. Setelah hasil tes dianalisis, dokter dapat mendiagnosis kondisi kamu dan memberikan rekomendasi untuk menentukan rencana perawatan. Kondisi jantung yang umum terdeteksi adalah penyakit jantung bawaan, penyakit arteri koroner, dan penyakit pembuluh darah.

Persiapan sebelum Pemeriksaan Jantung

Ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan sebelum pemeriksaan jantung dilakukan, tetapi hal ini tergantung jenis pemeriksaan yang akan dilakukan. Meski begitu, ada beberapa perlu dipersiapkan sebelum pemeriksaan ini dilakukan, yaitu:

  • Jika kamu akan menjalani pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), pastikan untuk menghindari minum air dingin atau melakukan aktivitas fisik sebelumnya. Kegiatan ini dapat memengaruhi hasil pemeriksaan nantinya.
  • Untuk pemeriksaan tes stres, pastikan kamu memakai pakaian dan sepatu olahraga yang nyaman.
  • Jika kamu berencana melakukan CT scan, jangan makan selama 4-8 jam sebelum pemeriksaan dilakukan dan juga tidak minum sesuatu yang mengandung kafein.
  • Untuk beberapa pemeriksaan, pastikan untuk melepaskan semua perhiasan dan aksesoris dengan bahan dasar logam.
  • Apabila dokter akan melakukan pemeriksaan jantung, jangan konsumsi obat penyakit jantung 24 jam sebelumnya.

Prosedur Pemeriksaan Jantung

Untuk melakukan pemeriksaan jantung, seorang kardiologis mungkin perlu melakukan satu pemeriksaan atau lebih untuk memastikan diagnosis. Awalnya, dokter akan menanyakan terkait gejala dan masalah yang dirasakan selama ini, sekaligus pertanyaan tentang riwayat kesehatan. Setelah itu, prosedur yang dilakukan dokter, antara lain:

  • Pemeriksaan tekanan darah dan denyut jantung.
  • Pemeriksaan darah terkait kolesterol dan hal lainnya.

Lalu, prosedur lanjutannya tergantung pemeriksaan yang dilakukan, yaitu:

1. EKG

Untuk pemeriksaan ini, 12-15 elektroda akan ditempelkan ke tubuh untuk merekam aktivitas listrik dari jantung. Aktivitas tersebut akan tercetak di kertas untuk dipastikan jika alami gangguan tertentu atau normal. Pemeriksaan ini dilakukan sekitar 10 menit.

2. Tes Stres

Pemeriksaan ini dilakukan dengan membuat orang yang akan diperiksa berjalan di atas treadmill atau mengayuh sepeda statis. Saat hal ini dilakukan, tubuh kamu tersambung dengan mesin EKG dan alat untuk memeriksa tekanan darah. Selama 15 menit, dokter melihat irama jantung dan tekanan darah, serta memastikan penyebab dari gejala yang selama ini dirasakan.

3. Rontgen Dada

Untuk pemeriksaan ini, kamu harus berdiri di antara mesin X-ray dan plat agar dapat menghasilkan gambar digital pada dada. Hasil gambar tersebut dapat memperlihatkan gangguan yang terjadi pada dada, sehingga tindakan selanjutnya dapat dilakukan. Saat pemeriksaan dilakukan, diharapkan agar menahan napas dan tidak bergerak agar hasilnya sesuai yang dibutuhkan.

Hal yang Perlu Dilakukan setelah Pemeriksaan Jantung

Tergantung jenis pemeriksaannya, kamu bisa langsung pulang di hari yang sama jika tidak membutuhkan obat bius. Efek dari obat bius harus ditunggu hingga menghilang atau meminta keluarga untuk mengantar pulang. Untuk hasil pemeriksaan, kamu bisa menerimanya di hari yang sama atau beberapa hari setelahnya tergantung jenis pemeriksaannya.

Dokter mungkin akan menganjurkan agar melakukan pola hidup sehat, seperti berolahraga secara rutin, mengonsumsi makanan yang bergizi dan tidur cukup. Selain itu, kamu juga perlu memastikan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan dan mengonsumsi semua obat-obatan yang diberikan.