• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pemeriksaan Kadar Oksigen Darah untuk Diagnosis Pneumonia

Pemeriksaan Kadar Oksigen Darah untuk Diagnosis Pneumonia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Infeksi paru-paru alias pneumonia merupakan jenis penyakit yang harus diwaspadai. Maka dari itu, penyakit ini perlu didiagnosis secepat mungkin, sehingga pengobatan pun bisa diberikan segera. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi penyakit ini, salah satunya adalah dengan pemeriksaan kadar oksigen darah alias pulse oximetry. 

Pulse oximetry merupakan merupakan tes yang dilakukan untuk mengetahui kadar oksigen yang terdapat di dalam darah. Selain untuk mendeteksi penyakit pneumonia, pemeriksaan kadar oksigen dalam darah ini juga sering dilakukan untuk diagnosis penyakit lain, seperti asma, kanker paru-paru, anemia, serta penyakit serangan jantung atau gagal jantung. 

Baca juga: Pneumonia, Sakit Radang Paru-Paru yang Luput dari Perhatian

Pneumonia dan Bagaimana Penyakit Ini Didiagnosis 

Pneumonia merupakan jenis penyakit yang terjadi karena adanya infeksi yang menyebabkan terjadinya inflasi pada kantong-kantong udara di salah satu atau kedua paru-paru. Infeksi kemudian menyebabkan sekumpulan kantong udara menjadi bengkak dan dipenuhi cairan. Umumnya, pneumonia terjadi karena serangan bakteri, yaitu Streptococcus pneumonia. 

Selain karena infeksi bakteri, penyakit ini juga bisa muncul akibat serangan virus lain, seperti virus flu atau pilek yang kemudian berkembang menjadi pneumonia. Penyakit pernapasan ini juga bisa muncul akibat serangan jamur saat kekebalan tubuh rendah, dan akibat menghirup objek asing, seperti makanan atau minuman. Pneumonia adalah kondisi yang tidak boleh dianggap sepele begitu saja. 

Pengobatan harus segera diberikan untuk menghindari dampak buruk yang bisa terjadi. Pneumonia ditandai dengan gejala-gejala, seperti batuk, demam, hingga kesulitan bernapas. Pneumonia bisa terjadi pada siapa saja, tetapi pernah tercatat sebagai penyebab kematian tertinggi pada anak-anak di seluruh dunia. Mendeteksi penyakit ini dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya pemeriksaan kadar oksigen dalam darah alias pulse oximetry. 

Baca juga: Jangan Sepelekan Penyakit Paru-Paru Basah! Ini Ciri & Tips Mencegahnya

Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan alat pada bagian tubuh tertentu, seperti jari tangan, kening, kaki, hingga pada hidung. Alat ini bekerja dengan cara membaca aliran darah dan mendeteksi kadar oksigen yang ada di dalamnya. Kemudian, alat akan menunjukkan hasil berupa kadar oksigen dalam darah serta detak jantung. 

Selain dengan pemeriksaan kadar oksigen darah, pneumonia juga bisa dideteksi melalui tes lainnya. Pada awalnya, dokter akan menanyakan gejala dan memeriksa rongga dada dengan menggunakan stetoskop. Tujuannya untuk mengetahui kondisi paru-paru. Jika seseorang diduga mengidap penyakit ini, pemeriksaan lebih lanjut mungkin akan dilakukan. 

Pneumonia didiagnosis dengan melakukan foto rontgen dada, tes darah, tes urine, serta pemeriksaan sampel dahak. Pada orang yang sudah berusia lanjut, di atas usia 65 tahun, pemeriksaan tambahan mungkin dilakukan untuk memastikan diagnosis. Pemeriksaan tambahan untuk mendeteksi pneumonia pada lansia di antaranya adalah CT scan, kultur cairan pleura, serta bronkoskopi. 

Organisasi kesehatan dunia alias WHO menyebut bahwa infeksi paru-paru menjadi pemicu kematian pada setidaknya 15 persen anak di bawah usia 5 tahun. Maka dari itu, sangat penting untuk melakukan pencegahan penyakit ini. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit ini, salah satunya dengan pemberian vaksin

Baca juga: Penumpukan Cairan di Paru-Paru Bisa Sebabkan Efusi Pleura

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit pneumonia dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Lung.org. Diakses pada 2019. Pulse Oximetry.
Healthline. Diakses pada 2019). Pulse Oximetry.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Pneumonia.