• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pemeriksaan Laboratorium: Tujuan, Jenis, dan Prosedur
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pemeriksaan Laboratorium: Tujuan, Jenis, dan Prosedur

Pemeriksaan Laboratorium: Tujuan, Jenis, dan Prosedur

6 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 16 Desember 2021

“Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang. Prosedur dan sampel yang dimbil tergantung pada jenis pemeriksaan yang dijalani.”

Pemeriksaan Laboratorium: Tujuan, Jenis, dan Prosedur

Halodoc, Jakarta – Pemeriksaan laboratorium adalah jenis pemeriksaan kesehatan dengan menggunakan sampel darah, urine, atau jaringan tubuh. Dari hasil pengambilan sampel ini, dokter atau ahli medis akan menganalisis sampel uji untuk melihat apakah hasil pemeriksaan berada dalam kisaran normal. 

Faktor yang Memengaruhi Hasil Tes Laboratorium

Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi hasil tes, ini termasuk: 

1. Jenis kelamin, usia, dan etnis.

2. Apa yang kamu makan dan minum.

3. Obat-obatan yang diminum.

4. Seberapa baik kamu mengikuti instruksi pra-tes.

Biasanya, dokter akan membandingkan hasil sekarang dengan hasil dari tes sebelumnya. Pemeriksaan laboratorium sering menjadi bagian dari pemeriksaan rutin untuk mencari tahu kondisi kesehatan tubuh.

Lewat hasil pemeriksaan laboratorium ini dokter akan mendiagnosis kondisi medis, merencanakan atau mengevaluasi perawatan, serta memantau penyakit.

Tujuan Pemeriksaan Laboratorium

Pemeriksaan laboratorium medis bertujuan untuk deteksi dini, diagnosis, dan pengobatan penyakit pada pasien. Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan secara rutin diperlukan agar dokter dapat memberikan respons cepat dan melakukan tindakan pencegahan kemungkinan terjadinya penyakit di masa depan. 

Diperkirakan 60 sampai 70 persen dari semua keputusan mengenai diagnosis pasien, termasuk pengobatan dan rawat inap pasien, dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan Pengujian juga merupakan bagian penting dari pemeriksaan lengkap untuk gangguan penggunaan zat atau obat-obatan tertentu. 

Misalnya, pemeriksaan laboratorium pada pasien keracunan yang sakit kritis ditentukan oleh toksin yang dicurigai dan temuan dari riwayat dan pemeriksaan fisik. Apabila kondisinya demikian, pemeriksaan laboratorium harus mencakup elektrolit serum dan perhitungan anion gap. 

Pemeriksaan laboratorium lebih lanjut mungkin termasuk parameter prothrombin time (PT) dan activated partial thromboplastin time (APTT). Kedua pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui penyebab dari kelainan dan gangguan pembekuan darah

Ada banyak jenis pemeriksaan laboratorium dan biasanya jenis pemeriksaan dilakukan atas rekomendasi dokter. Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk mendukung rekam medis pasien serta penentuan tindakan perawatan selanjutnya. 

Jenis Pemeriksaan Laboratorium

Ada banyak jenis pemeriksaan laboratorium, beberapa di antaranya adalah:

1. Hitung Darah Lengkap

Pemeriksaan hitung darah lengkap adalah tes darah yang paling umum dilakukan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengukur jenis dan jumlah sel dalam darah, termasuk sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. 

Tes ini digunakan untuk menentukan status kesehatan umum, menyaring kelainan, dan mengevaluasi status gizi pasien. Pemeriksaan ini dapat membantu mengevaluasi gejala seperti kelemahan, kelelahan, dan memar. Selain itu, pemeriksaan ini juga dapat membantu mendiagnosis kondisi seperti anemia, leukemia, malaria, dan infeksi.

2. Prothrombin Time

Tes ini mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan darah untuk membeku. Tes koagulasi ini mengukur keberadaan dan aktivitas lima faktor pembekuan darah yang berbeda.

Tes ini dapat menyaring kelainan perdarahan dan juga dapat digunakan untuk memantau perawatan obat yang mencegah pembentukan bekuan darah.

3. Tes Darah Panel Metabolik Dasar

Tes ini mengukur glukosa, natrium, kalium, kalsium, klorida, karbon dioksida, nitrogen urea darah, dan kreatinin. Pemeriksaan ini dapat membantu menentukan kadar gula darah, keseimbangan elektrolit dan cairan, serta fungsi ginjal. 

Tes darah ini dapat membantu dokter memantau efek obat yang diminum, seperti obat tekanan darah tinggi, dapat membantu mendiagnosis kondisi tertentu, atau dapat menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin. Kamu direkomendasikan untuk berpuasa hingga 12 jam sebelum melakukan tes ini.

4. Panel Metabolik Komprehensif

Tes ini menggabungkan Panel Metabolik Dasar dengan enam tes lagi untuk evaluasi fungsi metabolisme yang lebih komprehensif, dengan fokus pada sistem organ.

5. Panel Lipid

Panel lipid adalah sekelompok tes yang digunakan untuk mengevaluasi risiko jantung. Ini termasuk kadar kolesterol dan trigliserida.

6. Panel Hati

Panel hati adalah kombinasi tes yang digunakan untuk menilai fungsi hati dan menentukan kemungkinan adanya tumor hati.

7. Hemoglobin A1C

Tes ini digunakan untuk mendiagnosis dan memantau diabetes.

8. Urinalisis

Merupakan pemeriksaan laboratorium umum untuk memeriksa tanda-tanda awal penyakit. Ini juga dapat digunakan untuk memantau diabetes atau penyakit ginjal.

9. Tes Kultur Darah

Tes ini digunakan untuk menguji diagnosis dan pengobatan infeksi. Penyakit seperti infeksi saluran kemih, pneumonia, radang tenggorokan, MRSA, dan meningitis dapat dideteksi melalui tes ini, sehingga bisa diberikan pengobatan antibiotik yang tepat.

Persiapan sebelum Pemeriksaan Laboratorium

Persiapan yang dilakukan sebelum melakukan pemeriksaan laboratorium tergantung pada jenis pemeriksaannya. Pada tes laboratorium sampel yang diambil bisa berbeda. Mulai dari sampel darah, urine, cairan tubuh lain, atau jaringan tubuh untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan pasien. 

Untuk semua jenis tes laboratorium, pada umumnya harus mempersiapkan beberapa hal ini : 

  1. Mengikuti semua instruksi yang diberikan oleh penyedia layanan kesehatan.
  2. Memberi tahu dokter atau ahli medis jika kamu tidak mengikuti petunjuk dengan tepat. Penting untuk jujur karena perubahan sekecil apapun akan memberikan hasil yang besar. Misalnya, beberapa obat dapat meningkatkan atau menurunkan kadar gula darah. Minum obat tersebut sebelum tes gula darah dapat memengaruhi hasil.
  3. Memberi tahu penyedia layanan medis mengenai obat-obatan, vitamin, atau suplemen apa pun yang kamu konsumsi.

Salah satu persiapan tes laboratorium yang paling umum lainnya adalah puasa. Dengan kata lain, kamu tidak boleh makan atau minum apapun kecuali air hingga beberapa jam atau semalaman sebelum tes. 

Hal ini dilakukan karena nutrisi dan bahan dalam makanan diserap dalam aliran darah. Ini dapat memengaruhi hasil tes darah tertentu. Lamanya puasa bisa berbeda-beda. Jadi, jika kamu memang perlu berpuasa. Pastikan kamu bertanya kepada penyedia layanan medis mengenai jangka waktunya. 

Persiapan tes umum lainnya meliputi:

  1. Menghindari makanan dan minuman tertentu seperti daging yang dimasak, teh herbal, atau alkohol.
  2. Pastikan untuk tidak makan berlebihan sehari sebelum tes.
  3. Tidak merokok.
  4. Menghindari perilaku tertentu seperti olahraga berat atau aktivitas seksual.
  5. Untuk beberapa tes darah, kamu mungkin diminta untuk minum air ekstra untuk membantu menjaga lebih banyak cairan di pembuluh darah. Kamu mungkin juga diminta untuk minum air 15 hingga 20 menit sebelum tes urine tertentu.

Beberapa tes laboratorium paling umum yang memerlukan puasa meliputi:

  • Tes Glukosa Darah.
  • Tes Kadar Kolesterol.
  • Uji Trigliserida.
  • Tes Kalsitonin.

Prosedur Pemeriksaan Laboratorium

Prosedur pemeriksaan laboratorium tergantung pada jenis pemeriksaan yang akan dilakukan. Begitu juga dengan sampel yang diambil akan disesuaikan dengan kebutuhan pemeriksaan. Apabila kamu akan melakukan pemeriksaan hitung darah lengkap, tentu saja sampel yang diambil adalah darah. Untuk pemeriksaan diabetes, selain pengambilan darah, urine juga akan diambil. 

Untuk pemeriksaan laboratorium dengan sampel sperma, ejakulasi diperoleh dengan cara masturbasi. Sperma kemudian harus dikumpulkan ke dalam wadah plastik. Penggunaan kondom untuk pengumpulan sperma tidak disarankan, karena zat yang digunakan untuk produksi kondom dapat memengaruhi tingkat mobilitas sel sperma.

Begitu juga dengan tes pap smear, kamu akan diinstruksikan untuk tidak melakukan douche, menggunakan tampon, atau berhubungan seks selama 24 hingga 48 jam sebelum tes dilakukan.

Vagina akan dibuka dengan spekulum, lalu sampel diambil menggunakan spatula. Setelah itu, sampel diletakkan di kaca preparat untuk kemudian diperiksa di laboratorium. 

Ada begitu banyak jenis pemeriksaan laboratorium dan masing-masing bisa jadi memiliki persiapan yang berbeda. Pastikan kamu mendapatkan informasi yang sesuai dengan jenis pemeriksaan yang akan dilakukan

Hal yang Perlu Dilakukan setelah Pemeriksaan Laboratorium

Setelah melakukan pemeriksaan laboratorium, biasanya kamu bisa beraktivitas seperti biasa. Terkadang prosedur pemeriksaan akan meninggalkan sedikit ketidaknyamanan. Namun, itu hanya berlangsung sebentar, karena setelahnya kamu akan merasa normal kembali.

Hasil pemeriksaan laboratorium bisa diketahui tergantung dari jenis pemeriksaan yang dilakukan. Mulai dari hitungan menit, jam, hari, dan minggu.

Jika kamu merasakan ketidaknyamanan setelah pemeriksaan laboratorium, kamu bisa mengontak petugas medis untuk mendapatkan saran atau rekomendasi yang harus dilakukan untuk membuat ketidaknyamanan itu membaik.

Layanan pemeriksaan laboratorium kini bisa dilakukan dengan mudah, karena ada Halodoc Home Care. Kamu hanya perlu download Halodoc dan membuat janji Halodoc Home Care melalui aplikasi.

Halodoc Home Care adalah layanan homecare untuk tes lab, seperti cek demam, cek darah (hematology), cek kolesterol, cek diabetes, medical check up hingga imunisasi yang bisa dipanggil ke rumah atau ke tempat kamu berada, di mana saja!

Saat ini, layanan Halodoc Home Care bisa di-booking untuk area Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi sesuai ketersediaan. Setiap pemesanan di Halodoc Home Care akan mendapatkan gratis konsultasi hasil dengan dokter dan tanpa biaya tambahan lainnya. Tunggu apalagi? Yuk, tes sekarang juga!

Referensi:
Medline Plus. Diakses pada 2022. How to Prepare for a Lab Test.
Stanford Health Care. Diakses pada 2022. Different Types of Lab Tests.
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2022. Blood Test.